Penyakit Gigi yang Umum Terjadi

Sakit gigi bisa terasa sangat menyiksa. Baik itu yang datangnya perlahan, maupun tiba-tiba. Orang yang mengalaminya kemungkinan menjadi enggan beraktivitas seharian. Untuk menyembuhkannya, kenali dulu berbagai penyebab sakit gigi.

Gigi Sensitif

Pada gigi sehat, lapisan email kokoh melindungi saraf-saraf gigi. Email, disebut juga dengan enamel itu, bisa terkikis seiring berjalannya waktu. Ketika lapisan tengah gigi Anda terekspos, segala sesuatu yang mengenai gigi, baik makanan maupun minuman, menyinggung ujung saraf. Akibatnya, Anda akan merasa sakit setiap gigi tersentuh sesuatu yang panas atau dingin. Makanan manis dan asam juga akan menimbulkan gangguan serupa.

Penyakit gusi juga dapat membuat gigi menjadi sensitif. Ini terjadi saat gusi menyusut menjauhi gigi dan membuat akar gigi terekspos. Salah satu penyebabnya adalah menyikat gigi terlalu kuat.

Gigi juga bisa menjadi sensitif selama beberapa waktu, usai pembersihan di dokter gigi. Ada juga yang merasakannya setelah melakukan pemutihan (whitening) gigi. Begitu juga saat ada tambalan gigi yang terlepas atau rusak.

Gigi Berlubang

Gigi mendapat serangan setiap kali kita makan dan minum. Bakteri yang menempel, memakan sisa makanan, dan berkembang biak di sekitar gigi, sampai kita menyikat gigi. Kumpulan bakteri tersebut memproduksi zat asam yang mengikis dan melubangi gigi. Gigi juga bisa berlubang oleh faktor lain. Misalnya patah akibat kontak fisik ketika bermain sepak bola, atau berlatih mixed martial arts (MMA). Lubang yang sampai membuat lapisan dalam gigi terekspos, bisa mengakibatkan gigi sensitif.

Gigi berlubang menyebabkan rasa ngilu yang ditambah rasa sakit akibat gigi sensitif. Semakin lama rasa sakit itu muncul, semakin besar kerusakan yang timbul.

Lubang yang dalam dapat membuat bakteri masuk ke lapisan dalam gigi, yang disebut pulp. Munculnya infeksi pada pulp, bisa menyebabkan abses, yaitu terbentuknya kantung atau benjolan berisi nanah. Abses memicu rasa sakit yang tinggi secara terus menerus. Gejala infeksi pada gigi berlubang di antaranya adalah pembengkakan wajah atau gusi, napas tak sedap, demam, serta timbul rasa tak enak di mulut.

Gigi Bergesek

Kondisi gigi gemeretak atau bergesekan saat tidur, merupakan masalah yang timbul pada banyak orang. Biasanya hal ini akibat kesalahan pola tidur, stres, dan pola gigitan yang kurang pas. Menggeretakkan gigi, apalagi kalau terjadi setiap kali tidur, dapat merusak email dan membuat lubang pada gigi.

Gigi Bungsu

Gigi bungsu–geraham yang muncul paling akhir–biasanya baru tumbuh saat seseorang berusia 20 tahun. Saat gigi tumbuh dan menembus gusi, timbul rasa ngilu yang luar biasa. Setelah berhenti tumbuh pun, gigi bungsu bisa terus memberikan masalah. Misalnya, ketika posisinya miring dan membuat makanan kerap tersangkut, sehingga menjadi sarang bakteri.

Bagian Lain Tubuh

Gigi bisa merasa sakit akibat permasalahan di bagian lain tubuh. Kondisi ini dikenal sebagai sakit yang menjalar atau referred pain. Bisa saja penyebabnya adalah sakit kepala, sinusitis, masalah persendian di rahang, bahkan, meski jarang terjadi, sakit jantung.

Penanganan

Jangan menunda pergi ke dokter gigi setiap timbul rasa sakit di gigi Anda. Lubang gigi bisa memburuk di kemudian hari. Jika masalahnya adalah gigi yang gemeretak, dokter gigi dapat memberikan pelindung yang digunakan saat tidur. Anda juga bisa mengatasi rasa sensitif ringan dengan menggunakan pasta gigi khusus untuk mengurangi sensitivitas gigi, dan menyikat serta melakukan flossing secara tepat.

Read More