Waspada, Fakta dan Mitos Seputar Konstipasi Kronis Ini Harus Anda Pahami

Perlu dipahami, definisi konstipasi kronis cukup bervariasi antara satu orang dengan yang lainnya. Bagi sebagian orang, sembelit kronis menjelaskan kondisi pergerakan usus yang terhambat selama berminggu-minggu. Sebagian yang lain menghadapi sembelit kronis dengan keluhan sulit mengejan atau susah buang air besar. Akan tetapi, secara umum, definisi konstipasi kronis adalah frekuensi buang air besar yang kurang dari tiga kali per minggu dan berlangsung selama beberapa bulan.

Jika Anda mengalami konstipasi kronis, rasa cemas dan khawatir akan timbul karena kurangnya informasi dan pengetahuan mengenai penyakit tersebut. Bukan hanya ketakutan karena memikirkan penyebabnya, tetapi juga karena rasa tidak nyaman dari sembelit kronis itu sendiri. Sembelit dapat memperlambat kinerja Anda di tempat kerja atau bahkan menyebabkan Anda kehilangan momen untuk berekreasi. Itulah sebabnya penting untuk mengetahui fakta tentang sembelit kronis dan melakukan konsultasi dengan dokter tentang situasi yang Anda alami.

Mitos Konstipasi Kronis
Perlu dipahami, ada beberapa mitos yang kerap menimbulkan kekhawatiran berlebih bagi para penderita konstipasi kronis, di antaranya:

  1. Frekuensi buang air besar normal adalah satu kali dalam satu hari. Hal ini jelas salah karena metabolisme dan sistem kerja tubuh orang berbeda satu sama lain.
  2. Terjadi akumulasi racun di usus ketika seseorang jarang buang air besar. Tidak ada penumpukan racun yang disebabkan konstipasi atau sembelit. Susah buang air besar bukanlah sebuah penyakit.
  3. Jumlah buang air besar akan meningkat seiring bertambahnya usia. Ini bukan pernyataan yang tepat sebab jumlah buang air besar akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia.
  4. Konstipasi atau sembelit kronis hanya disebabkan pola makan, kurang olahraga dan kurang asupan cairan. Padahal, konstipasi juga mungkin terjadi akibat stres.

Penyebab Konstipasi Kronis
Setelah makan, makanan yang masuk ke tubuh akan bergerak melalui saluran pencernaan untuk diambil sari-sari nutrisinya. Usus berperan dalam mengambil air dan nutrisi dari makanan, kemudian berlanjut sampai sisa-sisa makanan yang tidak terserap terbentuk menjadi satu. Kemudian sisa makanan ini akan melewati usus besar sebelum akhirnya dikeluarkan dari tubuh.

Sembelit atau konstipasi terjadi ketika kotoran ini sulit untuk dikeluarkan karena terlalu banyak air yang diserap sehingga teksturnya menjadi kering dan keras. Selain itu, ada pula fakta bahwa hubungan erat antara otak, hormon dan organ pencernaan juga kerap menyebabkan sembelit terjadi.

Cara Meredakan Konstipasi Kronis

Pada dasarnya, konstipasi bukanlah penyakit yang akan membahayakan tubuh seseorang. Pengobatannya dapat dilakukan dengan mengubah gaya hidup dan pola makan, seperti:

  1. Pahami penyebab konstipasi kronis. Setiap orang memiliki penyebab yang berbeda untuk urusan sembelit. Jika itu berulang, berarti ada beberapa hal yang benar-benar harus Anda ubah. Misalnya menambah asupan cairan tubuh, berolahraga, atau menghindari makanan-makanan tertentu.
  2. Jangan sepelekan keinginan buang air besar. Saat timbul keinginan untuk buang air besar, pastikan untuk tidak menyepelekannya. Terlalu lama menyimpan kotoran di usus besar akan membuat feses menjadi keras karena air akan terus diserap oleh tubuh.
  3. Hindari stres. Tekanan psikologis karena pekerjaan yang menumpuk kerap memberikan dampak pada kerja organ pencernaan. Cobalah untuk lebih rileks dan perbanyak meditasi dan relaksasi untuk melancarkan metabolisme tubuh.
  4. Perbanyak asupan air. Pastikan untuk selalu memenuhi cairan tubuh sesuai dengan kebutuhannya. Air ini sangat penting untuk melunakkan feses yang keras sehingga lebih lancar dan mudah untuk dikeluarkan.
  5. Perbaiki asupan makanan. Hindari terlalu banyak mengonsumsi makanan cepat saji yang berlemak dan berminyak. Upayakan untuk mengutamakan buah dan sayuran serta beberapa roti gandum dan kacang-kacangan yang memiliki kandungan serat tinggi agar pencernaan lancar.
  6. Konsultasikan asupan obat Anda. Jika Anda sedang mengonsumsi obat pereda rasa sakit atau diabetes dan suplemen lainnya, cobalah untuk mengonsultasikannya dengan dokter. Hal ini penting sebab beberapa obat dapat memberikan efek samping berupa konstipasi atau sembelit.


Kapan Sembelit Kronis Harus Diwaspadai?
Sulir buang air besar Anda mungkin merupakan tanda adanya infeksi virus atau bakteri, obstruksi, penyakit radang usus (IBD), atau kanker usus besar. Cermati beberapa tanda berikut ini untuk mengantisipasi hal tersebut:

  • Sembelit berlangsung selama lebih dari dua minggu
  • Diare parah berlangsung lebih dari dua hari
  • Diare ringan berlangsung seminggu
  • Rasa mulas dan nyeri perut yang tidak dapat diredakan dengan buang air besar
  • Diare berdarah
  • Feses berwarna hitam

Read More