Merasa Hidup Sehat Tapi Ternyata Hipertensi? Ketahui Sebabnya!

Apakah jika seseorang rajin berolahraga dan tidak mengonsumsi garam, akan terhindar dari tekanan darah tinggi? Jangan kaget jika Anda merasa hidup sehat dan tidak memiliki gejala apa-apa tapi ternyata Anda didiagnosa dengan darah tinggi!

Beberapa hal yang membuat diagnosa lebih mudah diterima:

  • Pertama, orang-orang lebih mudah menerima diagnosis jika mereka memiliki gejala. Seseorang yang mengalami batuk dan demam akan percaya dengan diagnosis mereka mengidap radang paru. Tetapi, orang lain yang merasa dirinya baik-baik saja mungkin tidak mempercayainya.
  • Selanjutnya, orang-orang lebih bisa menerima diagnosis jika itu itu bukan penyakit serius. Diagnosa yang diikuti dengan prognosa yang lebih buruk cenderung lebih sulit untuk diterima.
  • Akhirnya, orang-orang menerima diagnosa dengan baik ketika mereka mengerti penyebabnya. Beberapa penyakit memiliki penyebab yang jelas; down syndrome dan hamil usia tua, infeksi HIV dan kontaminasi jarum. Perokok yang menyadari dirinya mengidap kanker paru-paru mungkin tidak terlalu kaget ketika menyadarinya. Tetapi bagi yang tidak merokok yang mendapatkan diagnosa yang sama akan bertanya “kenapa saya?”

Orang-orang yang didiagnosa hipertensi akan bingung dan bertanya “kenapa saya?”. Keraguan ini menjadi masuk akal, melihat alasan-alasan seperti diatas. Gejala-gejala membuat diagnosa menjadi nyata. Tetapi, tidak seperti penyakit lainnya, hipertensi atau tekanan darah tinggi jarang menunjukan gejala, sehingga dijuluki sebagai ”silent killer”. Beberapa orang merasakan sakit kepala ketika tekanan darah mereka naik dari kondisi normal, tetapi pada kasus lain, hipertensi bisa tidak terdeteksi sama sekali sampai mengakibatkan serangan jantung yang mematikan. Untungnya, mengukur tekanan darah sangat mudah dan tidak menyakitkan.

Ketika dokter menyampaikan diagnosa hipertensi, biasanya sepaket dengan komplikasi serius lainnya, termasuk serangan jantung, gagal ginjal, dan struk. Apakah hipertensi serius? Ya, jika tidak dilakukan pengobatan.

Namun, ketika tekanan darah dalam keadaan normal atau terkontrol, resiko yang dimiliki pun akan sangat berkurang pula. Pesan pentingnya adalah jika kita dapat mengontrol tekanan darah dan terhindar dari tekanan darah tinggi, maka komplikasi lainnya pun akan ikut hilang, harapan hidup pun semakn meningkat.

Terakhir, mengetahui penyebab suatu penyakit memang sangat membantu. Pada kenyataannya, kita jarang menemukan hanya satu kasus untuk hipertensi, karena kebanyakan terdapat banyak faktor yang terjadi. Beberapa faktor tidak dapat dihindari seperti genetik atau usia. Tekanan darah tinggi sering diturunkan pada genetik suatu keluarga. Resiko genetik memang rumit. Tidak ada yang bisa kita lakukan untuk mengubah genetik kita, begitu pun dengan penuaan. Disisi lain kita bisa menangani faktor resiko lain yang bisa diubah, seperti menurunkan berat badan, lebih banyak olahraga, diet sehat dan lainnya, akan sangat bermanfaat.

Lalu, untuk menjawab pertanyaan “kenapa saya?”, bisa dengan melihat data yang ada. The Framingham Heart Study menemukan bahwa resiko seumur hidup untuk mengidap hipertensi adalah 90%. Jadi, meskipun Anda belum mengidap tekanan darah tinggi di usia menengah Anda, kemungkinannya adalah 9 dari 10 Anda akan mendapatkannya suatu hari nanti.

Jadi, daripada terkejut dengan diagnosa dengan hipertensi, alangkah baiknya jika Anda berkomitmen untuk menjaga kesehatan dan tekanann darah.

Read More