6 Ciri Kehamilan Muda yang Kerap Terabaikan

Kehamilan pada umumnya baru disadari ketika memasuki usia kandungan di atas 4 minggu. Kesadaran tersebut dikarenakan masa menstruasi Anda sudah lewat, namun Anda belum juga mengalmai tamu bulanan tersebut. Akan tetapi sebenarnya, ciri kehamilan sudah bisa Anda rasakan sejak janin berusia satu minggu di dalam kandungan.

Sayangnya, banyak orang masih sulit menyadari ciri-ciri kehamilan yang masih sangat muda tersebut. Kondisi ini terjadi karena ciri kehamilan muda di bawah 4 atau 5 minggu relatif masih sangat umum sehingga sulit dideteksi.

Akan tetapi jika Anda peka, Anda bisa menyadari ciri-ciri kehamilan muda tersebut. Dengan menyadari kondisi hamil lebih awal, Anda bisa lebih menjaga kandungan Anda. Di samping itu, risiko-risiko terkait keguguran di awal kehamilan juga bisa diminimalkan. Berikut ini adalah beberapa ciri kehamilan muda yang baiknya tidak Anda abaikan.

Lebih Mudah Lelah

Rasa lelah yang berlebih sangat mungkin dirasakan oleh seseorang yang tengah dalam kondisi hamil muda. Hanya saja karena terlalu umum, ciri kehamilan yang satu ini sulit dibedakan dengan rasa lelah biasa akibat terlalu banyak beraktivitas.

Namun jika Anda termasuk orang yang sangat aktif, Anda akan lebih mudah peka merasakannya. Anda mungkin akan merasa sangat lelah ketika menjalani kegiatan yang biasanya ringan-ringan saja ketika dijalankan. Jika kelelahan tersebut tak kunjung hilang setela dibawa istirahat sejenak, cobalah memeriksakan diri Anda sebab ada kemungkinan Anda sedang mengandung.

Mood Berubah Drastis

Ciri kehamilan yang satu ini juga kerap disalahartikan sebagai fase pre-menstruation syndrome (PMS). Pasalnya, baik hamil maupun PMS cenderung membuat perubahan hormon yang cukup signifikan sehingga sangat mudah memengaruhi perasaan atau mood Anda.

Anda yang ceria bisa saja menjadi lebih mudah murung karena alasan yang sebenarnya sepele. Menangis atau merasa senang secara tiba-tiba juga menjadi salah satu ciri dari perubahan hormon yang signifikan pada calon ibu yang hamil muda.

Perut Kembung

Waspadailah apabila Anda tiba-tiba suka merasakan perut kembung tanpa alasan yang jelas. Sebab bisa jadi, itu merupakan ciri kehamilan muda yang menandakan sedang ada perkembangan janin pada rahim Anda.

Untuk mendeteksinya apakah itu perut kembung biasa atau ciri kehamilan, Anda bisa mencoba meminum air hangat dan memperbaiki pola makan Anda dalam beberapa hari. Jika kondisi perut kembung mereda, bisa jadi itu hanya masalah pencernaan biasa. Akan tetapi jika tak kunjung sembuh, ada kemungkinan Anda sedang hamil!

Peningkatan Suhu Tubuh

Suhu tubuh ibu hamil umumnya cenderung lebih tinggi dibandingkan orang biasa. Kenaikan suhu tubuh tersebut terjadi secara perlahan sejak awal kehamilan. Karena itulah, memantau peningkatan suhu dapat menjadi cara untuk mendeteksi Anda sedang hamil muda atau tidak.

Ciri kehamilan yang satu ini umumnya sangat mudah terabaikan. Bahkan oleh sebagian orang, peningkatan suhu tubuh justru dipandang sebagai kondisi badan yang sedang tidak fit, seperti tengah mengalami demam atau flu.

Lebih Sering Buang Air Kecil

Ketika hamil, dinding rahim Anda perlahan akan menebal karena diisi oleh janin. Kondisi ini menekan kandung kemih sehingga Anda akan lebih sering buang air kecil dibandingkan biasanya.

Peningkatan intensitas pembuangan urin ketika hamil juga merupakan imbas dari makin banyaknya darah dalam tubuh. Darah yang semakin banyak membuat kerja ginjal semakin memproses cairan ekstra yang mengalir ke kandung kemih.

Kram Diikuti Bercak Darah

Kram perut sangat mungkin dialami oleh seseorang yang sedang hamil, tidak terkecuali ketika usia kandungannya masih sangat muda. Pada awal kehamilan, tidak jarang kram perut diikuti oleh keluarnya bercak berupa darah segar.

Ciri hamilan ini muncul karena sedang terjadi pembuahan sel telur dan sperma pada rahim Anda. Umumnya, pembuahan tersebut muncul ketika janin dalam kandungan berusia 10—14 hari.

***

Dengan mengetahui ciri kehamilan lebih awal, Anda bisa lebih mempersiapkan masa kehamilan yang baik untuk perkembangan janin. Anda juga bisa mulai menghindari hal-hal yang berisiko membuat janin janin melemah, di samping meningkatkan nutrisi sebagai bahan tumbuh kembang sang calon buah hati.

Read More

Pengobatan yang Bisa Dilakukan untuk Atresia Ani

Atresia ani ditandai dengan tidak adanya anus atau lokasi anus yang tidak pada tempat semestinya.

Penyakit dengan nama lain imperforate anus merupakan kondisi dengan kelainan atau cacat bawaan pada saat bayi lahir. Atresia ani juga merupakan kondisi anus bayi yang tidak terbentuk secara sempurna atau tidak normal. Cacat lahir bawaan ini menyebabkan kotoran bayi atau feses tidak bisa keluar dengan normal dari dalam tubuh.

Perlu diketahui bahwa terdapat perbedaan dengan bayi pada umumnya, bayi perempuan dengan kondisi ini memiliki rektum, kandung kemih dan vagina dalam satu lubang bukaan besar yang sama. Lubang bukaan ini disebut dengan kloaka, cacat ini mulai berkembang sejak bayi masih berada di dalam kandungan ibu hamil.

Jenis Pengobatan Atresia Ani

Salah satu pengobatan yang harus dilakukan untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan melakukan operasi, terdapat beberapa jenis operasi yang bisa dilakukan. Tergantung pada kondisi yang dialami si bayi, sementara dokter ahli bedah akan memilih metode yang cocok untuk melakukan operasi yang akan dilakukan, berikut beberapa di antaranya.

  • Operasi Kolostomi

Prosedur operasi ini akan dilakukan dokter dengan cara membuat dua lubang kecil di bagian perut bayi, setelah itu pada usus bagian bawah akan ditempelkan satu lubang dan usus bagian atas ditempelkan pada lubang lain. Lubang ini merupakan kantung yang menempel di bagian luar tubuh bayi, tujuannya untuk menampung feses agar bisa keluar.

  • Operasi Korektif

Prosedur yang dilakukan akan disesuaikan terlebih dahulu dengan tingkat seberapa parah kondisi yang dialami bayi. Sebagai contoh, sejauh mana posisi rektum bayi turun, kemudian seperti apa pengaruh rektum yang turun dengan otot-otot di sekitarnya dan lain sebagainya.

  • Operasi Anoplasti Perineum

Merupakan prosedur yang akan dilakukan dokter dengan melakukan penutupan jika rektum terhubung atau melekat pada uretra maupun vagina. Selain itu, proses operasi ini akan dilanjutkan dengan membuat anus bayi pada posisi yang normal.

  • Operasi Pull-through

Dokter akan menarik rektum ke bawah yang nantinya terhubung dengan anus bayi yang baru, prosedur ini bisa membantu feses bayi keluar dari tubuh. Sementara, dokter biasanya menyarankan para orang tua melakukan peregangan pada anus bayi secara berkala, proses ini bisa dilakukan selama beberapa bulan segera setelah operasi.

Pengobatan di Rumah

Selain operasi, terdapat cara lain sebagai pengobatan yang bisa dilakukan di rumah secara mandiri dengan mengikuti petunjuk dokter. Petunjuk yang diberikan dokter ini dilakukan setelah bayi menjalani operasi. Berikut ini beberapa langkah yang harus dilakukan pada anak dengan kondisi tidak memiliki lubang anus dalam waktu jangka panjang.

  • Langkah pertama yang harus dilakukan adalah pemeriksaan rutin ke dokter terkait kondisi si bayi pasca melakukan operasi.
  • Melakukan perubahan pola makan, level aktivitas anak dan ajari kebiasaan buang ari kecil serta air besar pada anak untuk mengurangi konstipasi.
  • Membantu anak belajar bagaimana menggunakan anus yang sudah dibuat sebelumnya dan dimiliki si bayi.
  • Lakukan pelatihan untuk menstimulasi saraf pada usus, kemudian jika diperlukan dokter akan menyarankan melakukan operasi untuk meningkatkan kendali usus.

Diagnosa penyakit ini dilakukan dengan pemeriksaan fisik, ketika dokter melihat lubang anus pada bayi yang hilang atau berada dalam posisi yang salah. Hubungan yang abnormal antara usus dan kandung kemih yang disertai berubahnya tinja menjadi urine merupakan tanda-tanda dari penyakit atresia ani, maka dari itu beberapa tanda ini perlu diperhatikan secara cermat.

Read More

Tuna Wicara, Jenis dan Penyebabnya

Berbicara adalah salah satu cara manusia untuk mengkomunikasikan pikiran, perasaan, dan ide-ide dengan orang lain. Untuk dapat berbicara, kita membutuhkan koordinasi yang akurat pada fungsi bagian-bagian tubuh, seperti kepala, leher, dada, dan perut. Gangguan bicara, atau sering disebut dengan istilah tuna wicara, dapat memengaruhi seseorang dalam membuat suara untuk memproduksi atau membentuk kata dan kalimat. Beberapa jenis gangguan suara juga dapat disebut dengan gangguan bicara. Salah satu gangguan tuna wicara yang paling umum dijumpai adalah gagap. Selain itu, ada juga kasus apraxia dan dysarthria. Apraxia adalah jenis kasus gangguan wicara motorik yang disebabkan oleh kerusakan pada otak yang berhubungan dengan kemampuan berbicara. Sementara itu, dysarthria adalah gangguan bicara motorik yang disebabkan karena otot mulut, wajah, dan sistem pernapasan melemah dan sulit bergerak.

Orang-orang dengan kasus tuna wicara sadar dan tahu apa yang ingin mereka katakan, namun tidak mampu mengucapkan apa yang ada di pikiran mereka. Selain dapat menganggun kemampuan berkomunikasi, tidak jarang para tuna wicara kehilangan rasa kepercayaan diri yang dapat berimbas ke perkembangan depresi. Tuna wicara dapat terjadi pada orang dewasa dan anak-anak. Perawatan dini dapat memperbaiki kondisi ini.

Penyebab dan gejala tuna wicara

Saat seseorang menderita tuna wicara, terjadi kondisi tertentu yang menyerang pita suara, otot, saraf, dan struktur di dalam tenggorokan. Penyebabnya bermacam-macam, mulai dari kerusakan pita suara, kerusakan otak, otot dan saluran pernapasan yang lemah, stroke, polyp, dan kelumpuhan pita suara. Orang-orang dengan kondisi perkembangan atau medis tertentu yang dapat memiliki gangguan tuna wicara. Beberapa kondisi tersebut di antaranya adalah autisme, ADHD, stroke, kanker mulut, kanker laring, penyakit Huntington, dementia, dan penyakit Lou Gehrig. Tuna wicara merupakan sebuah kondisi turunan dan dapat berkembang seiring berjalannya waktu.

Tergantung pada penyebab tuna wicara, gejala-gejala kondisi ini bermacam-macam, seperti suara yang diulang (gagap), menambah suara atau kata ekstra, kata-kata yang panjang, bergerak tersentak saat berbicara, berkedip beberapa kali saat berbicara, frustasi yang mencoba berkomunikasi, terlalu banyak mengambil jeda saat berbicara, dan berbicara dengan suara yang dalam dan serak.

Jenis-jenis tuna wicara

Gangguan tuna wicara dapat menyerang siapa saja tidak peduli usia ataupun jenis kelamin. Beberapa jenis tuna wicara tersebut adalah:

  • Gagap

Gagap adalah salah satu jenis tuna wicara yang ditandai dengan adanya gangguan aliran bicara. Mereka yang gagap dapat mengalami beberapa gangguan bicara seperti pengulangan, terjadi ketika orang gagap tanpa sengaja mengulangi suara, vokal, dan kata-kata; blok, terjadi ketika mereka tahu apa yang ingin mereka katakan tetapi mengalami kesulitan dalam membuat suara (membuat seolah-olah kata tersebut macet di tenggorokan); dan perpanjangan, yaitu sebuah bentuk peregangan atau penarikan suara atau kata-kata tertentu.

  • Apraxia

Dalam istilah umum berarti kerusakan otak yang mengganggun ketrampilan motorik seseorang dan dapat memengaruhi bagian tubuh manapun. Apraxia bicara merupakan kerusakan ketramiplan motorik yang memengaruhi kemampuan seseorang dalam memproduksi suara dengan benar, meskipun mereka tahu apa yang ingin dikatakan.

  • Dysarthria

Kerusakan pada otak menyebabkan otot lemah pada wajah, bibir, lidah, tenggorokan, dan dada seseorang. Kelemahan otot ini menyebabkan sulit berbicara. Kondisi ini disebut dengan nama dysarthria.

Tuna wicara dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam memproduksi suara untuk membuat kata-kata. Ada banyak penyebab tuna wicara, mulai dari gagap, apraxia, hingga dysarthria. Tuna wicara dapat memengaruhi kepercayaan diri seseorang dan kualitas hidup mereka.

Read More