Bagaimana Cara Menggunakan BPJS Kesehatan di Klinik Tumbuh Kembang Anak?

Layanan BPJS Kesehatan tidak hanya untuk mengobati penyakit dengan tindakan fisik saja, tetapi juga mencakup tindakan klinis seperti gangguan tumbuh kembang anak. Tapi bagaimana cara menggunakan BPJS Kesehatan untuk layanan tersebut?

Memiliki anak dengan gangguan klinis ini memang cukup menyita perhatian. Terlebih biaya konsultasi dan terapinya tidak murah. Kabar baiknya, layanan untuk gangguan tumbuh kembang anak ini ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Namun, sebelum membahas lebih lanjut bagaimana prosedur dan syarat agar mendapatkan layanan gratis dari BPJS Kesehatan untuk gangguan tumbuh kembang anak, sebaiknya memahami jenis-jenisnya terlebih dahulu.

Jenis-jenis Gangguan Tumbuh Kembang Anak

Anda sebagai orangtua haruslah memahami kondisi anak yang mengalami masalah dalam tumbuh kembangnya. Ada beberapa jenis gangguan yang biasanya terjadi, yaitu:

  • Gangguan berbicara, speech delay, dan berbahasa
  • Down Syndrome
  • Adanya kelainan gerakan dan postur tubuh (Cerebral palsy)
  • Autisme
  • Hiperaktivitas dan gangguan pemusatan perhatian
  • Retardasi mental
  • Perawakan yang pendek

Bagaimana Cara Menggunakan BPJS Kesehatan di Klinik Tumbuh Kembang Anak?

Ada beberapa prosedur yang harus Anda jalani untuk dapat menggunakan BPJS Kesehatan. Berikut langkah-langkahnya:

  • Perhatikan Usia Anak

Hal pertama yang harus Anda perhatikan adalah usia anak yang akan dibawa untuk terapi di klinik tumbuh kembang anak. BPJS Kesehatan menetapkan usia maksimal yang bisa menikmati layanan ini adalah 14 tahun. Jika usia anak masih di bawah 14 tahun, layanan kesehatan di klinik tumbuh kembang anak masih bisa didapatkan

  • Surat Rujukan

Datanglah ke fasilitas kesehatan (faskes) tingkat I untuk mendapat surat rujukan ke fakses tingkat II.

Di Faskes Tingkat I, anak akan mendapatkan pemeriksaan terlebih dahulu. Kemudian Anda akan diberikan surat rujukan. Pastikan pula rumah sakit yang akan dituju bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, ya. Lalu, bawalah surat rujukan tersebut saat datang ke RS. Biasanya petugas rumah sakit tersebut akan menentukan dokter spesialis yang akan menangani pasien.

  • Konsultasi dengan Dokter

Kemudian, berkonsultasilah secara detail dengan dokter spesialis yang sudah ditentukan oleh pihak rumah sakit untuk menangani tumbuh kembang anak Anda.

Tips Selama Proses Pengurusan BPJS Kesehatan untuk

Nah, kemudian, selama mengajak anak ke klinik tumbuh kembang anak tersebut, ada beebrapa tips buat Anda agar prosesnya lancar.

  • Lengkapi semua berkas yang dibutuhkan, jangan sampai ada yang tertinggal atau terlupa
  • Usahakan untuk mendaftar secara online agar Anda tidak perlu mengantre lama. Apalagi kondisi pandemi seperti sekarang. Ada baiknya meminimalisir waktu bertemu banyak orang
  • Agar tidak terjebak dalam antrean panjang di layanan BPJS Kesehatan Faskes Tingkat I atau Tingkat II, datanglah lebih awal. Biasanya jadwal buka puskesmas atau rumah sakit untuk layanan BPJS buka pukul 11.00 WIB.
  • Saat meminta rujukan di Faskes Tingkat I, pastikan Anda mengajak anak ikut serta. Sebab, anak akan menjalani pemeriksaan terlebih dahulu oleh dokter umum yang ada di puskesmas atau klinik yang menjadi Faskes Tingkat I. Kemudian dari hasil pemeriksaan, dokter akan memberikan rujukan RS mana yang tepat untuk anak.
  • Jika jadwal terapi rutin sudah ada, usahakan untuk mengikuti semua terapinya. Maksimalkan fasilitas layanan kesehatan yang sudah diberikan.
  • Agar anak tidak rewel saat menunggu lama atau merasa lapar, bawalah makanan cemilan anak dan minuman.

Itulah beberapa poin penting cara menggunakan BPJS Kesehatan beserta tips yang bisa Anda terapkan agar proses terapi yang akan dijalani anak di klinik tumbuh kembang anak berjalan dengan lancar.

Read More

Penyakit Langka Pada Anak, Sindrom Kallman

Kesehatan Remaja - Mengenal Gangguan Sindrom Kallman pada Remaja ...

Sindrom Kallmann adalah suatu kondisi yang ditandai oleh pubertas yang tertunda atau tidak ada serta gangguan penciuman.

Gangguan ini adalah bentuk hipogonadisme hipogonadotropik, yang merupakan kondisi akibat kurangnya produksi hormon tertentu yang mengarahkan perkembangan seksual.  Hormon-hormon ini biasanya dibuat di bagian otak Anda yang disebut hipotalamus.

Pada masa pubertas, individu yang paling terkena dampak tidak mengembangkan karakteristik seks sekunder, seperti pertumbuhan rambut wajah dan pendalaman suara pada pria, awal periode bulanan (menstruasi) dan perkembangan payudara pada wanita, dan lonjakan pertumbuhan pada kedua jenis kelamin. 

Pada sindrom Kallmann, indera penciuman Anda berkurang (hyposmia) atau benar-benar tidak ada (anosmia). Gejala inilah yang membedakan sindrom Kallmann dari sebagian besar bentuk hipogonadisme hipogonadotropik lainnya, yang tidak mempengaruhi indera penciuman.  

Sindrom Kallmann adalah kondisi yang diturunkan, artinya diturunkan dari orang tua kepada anak-anak mereka. Para ibu dapat mewariskan gen tersebut kepada anak perempuan dan anak laki-laki mereka, tetapi ayah biasanya hanya dapat mewariskannya kepada anak perempuan mereka. 

Kondisi ini lima kali lebih umum pada anak laki-laki daripada anak perempuan. Perawatan untuk sindrom Kallmann umumnya efektif, dan termasuk penggantian hormon.

Berikut adalah tanda dan gejala sindrom Kallmann:

  • Sejak lahir, anak-anak dengan sindrom Kallman memiliki indra penciuman yang sangat buruk atau tidak ada penciuman. Kondisi ini tidak bisa diobati.
  • Anak laki-laki dapat memiliki penis kecil dan mengalami pubertas yang tertunda.
  • Anak perempuan mengalami keterlambatan perkembangan payudara dan rambut kemaluan dan tidak mengalami menstruasi (periode bulanan).
  • Jika tidak diobati, sebagian besar pria dan wanita yang terkena sindrom Kallmann mengakibatkan tidak dapat memiliki anak kandung (infertil).

Terkadang sindrom Kallmann juga dapat memengaruhi ginjal, telinga, jantung, mata, dan bagian otak. Beberapa anak dengan sindrom Kallmann akan mengalami langit-langit mulut yang sumbing, obesitas, masalah penglihatan atau pendengaran, atau cacat intelektual. Namun, tidak semua orang dengan sindrom Kallmann memiliki semua masalah ekstra ini.

Bentuk standar perawatan medis sindrom Kallman melibatkan terapi penggantian hormon dan ini biasanya disesuaikan dengan kebutuhan klinis pasien. Perawatan lain mungkin juga diperlukan untuk mendorong kesuburan untuk mencapai kehamilan.

Jika Anda merasa perkembangan pubertas anak Anda tidak sesuai atau tidak berkembang, Anda disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter.

Read More

Gejala dan Perawatan Terinfeksi Escherichia Coli

Mungkin Anda sudah sering mendengar istilah Escherichia coli atau E. coli. Bakteri ini biasanya hidup di usus manusia. Dalam kondisi sehat, bakteri E. coli berguna bagi pencernaan dan tidak menyebabkan gangguan apa pun. Namun, pada kondisi tertentu, bakteri E. coli bisa berbahaya.

Bakteri Escherichia coli yang berbahaya umumnya terdapat dalam makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi. Jika tidak sengaja mengonsumsinya, maka biasanya akan menyebabkan tubuh terinfeksi bakteri.

Beberapa penyakit yang bisa disebabkan oleh bakteri E. coli ini seperti, keracunan makanan, pneumonia, diare, hingga infeksi saluran kemih.

Gejala Terinfeksi Bakteri Escherichia coli

Biasanya orang yang terinfeksi bakteri E. coli ini akan merasakan gejala pada 1-10 hari setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang terinfeksi bakteri. Gangguan ini biasanya terjadi sekitar 5-10 hari lamanya. Namun, bila infeksi disebabkan oleh E.coli jenis O157, gejala akan muncul 3-4 hari setelah terinfeksi.

Apa tanda-tanda atau gejala seseorang terinfeksi bakteri E. coli? Simak berikut ini:

  • Penderita akan merasa sakit perut dan juga kram secara tiba-tiba
  • Mual dan muntah
  • Setelah perut terasa sakit, maka BAB biasanya akan cair
  • BAB berdarah
  • Badan terasa lemas
  • Demam

Gejala di atas adalah gejala normal yang muncul bila terinfeksi Escherichia Coli. Namun, untuk kondisi yang parah, maka gejala yang muncul berupa:

  • Muka pucat
  • Dehidrasi
  • Urine berdarah
  • Jumlah urine yang dikeluarkan saat buang air kecil akan terus berkurang
  • Kulit terlihat memar tanpa sebab

Biasanya infeksi bakteri E.coli dalam kondisi wajar akan sembuh sendiri dengan banyak mengonsumsi air putih dan istirahat yang cukup. Namun, dalam kondisi yang parah, pasien harus segera diberikan penanganan medis dan mendapatkan perawatan medis yang intensif. Sebab, apabila kondisi ini dibiarkan, bakteri akan merusak organ lain yang ada dalam tubuh dan menimbulkan berbagai komplikasi, seperti kerusakan sel darah hingga gagal ginjal.

Perawatan Infeksi Bakteri Escherichia Coli

Ada beberapa hal yang harus Anda ketahui jika mengalami infeksi bakteri E. coli ini. Salah pengobatan dan penanganan akan memperparah kondisi. Saat mengalami BAB cair atau mencret disebabkan bakteri ini, tidak disarankan untuk konsumsi obat diare. Sebab, obat ini akan membuat kerja sistem pencernaan lebih lama, sehingga bakteri akan bertahan lebih lama di usus. Pastikan untuk terus konsumsi air putih agar tidak dehidrasi.

Tidak disarankan juga untuk mengonsumsi antibiotik saat terjadinya infeksi bakteri E. coli ini. Sebab, akan meningkatkan risiko terjadinya komplikasi.

Jika sudah terkena sindrom uremik hemolitik, kondisi infeksi bakteri E. coli yang sudah sangat parah, dokter akan memberikan cairan melalui infus untuk memenuhi kebutuhan cairan dalam tubuh. Dilanjutkan dengan perawatan lain yang mungkin dilakukan seperti transfusi darah, dan cuci darah.

Faktor Risiko Bakteri Escherichia Coli

Risiko terinfeksi bakteri ini dapat meningkat yang disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor yang dimaksud adalah:

  • Faktor Usia

Anak-anak dan orang tua lebih berisiko mengalami sakit akibat infeksi bakteri Escherichia Coli ini

  • Lemahnya Sistem Kekebalan Tubuh

Para penderita HIV/AIDS atau orang yang menjalani kemoterapi lebih berisiko terkena infeksi bakteri E. coli ini. Hal ini dikarenakan sistem kekebalan tubuhnay rendah.

  • Adanya Penurunan Kadar Asam dalam Perut

Penurunan kadar asam di dalam perut dengan mengonsumsi obat-obatan yang berfungsi  menurunkan kadar asam lambung dapat meningkatkan risiko terinfeksi bakteri Escherichia Coli.

Read More

Lakukan Tes Buta Warna Apabila Punya Gejala Ini

Buta warna terjadi ketika gangguan pada pigmen penginderaan warna di mata menyebabkan kesulitan atau ketidakmampuan dalam membedakan warna. Mayoritas orang yang buta warna tidak dapat membedakan antara merah dan hijau. Membedakan warna kuning dengan biru juga dapat menjadi suatu hal yang problematis, meskipun buta warna jenis ini lebih jarang dijumpai. Kondisi buta warna beragam, mulai dari ringan hingga parah. Untuk memastikannya, tes buta warna perlu dilakukan. Apabila Anda benar-benar buta warna, dalam artianya hanya dapat melihat warna hitam atau abu-abu dan putih, Anda memiliki sebuah kondisi yang disebut dengan achromatopsia. Namun, kondisi ini sangat jarang ditemnui.

Buta warna lebih umum dijumpai pada laki-laki. Wanita berperan dalam membawa kromosom yang rusak yang bertanggung jawab dalam menurunkan buta warna, dengan laki-laki memiliki risiko lebih dalam mewarisi kondisi ini. Menurut Lembaga Optometris Amerika, sekitar 8 persen laki-laki kulit putih lahir dengan defisiensi buta warna dibandingkan dengan 0.5 persen wanita dari semua etnisitas. Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2014 pada kasus buta warna pada anak-anak pra-sekolah di Kalifornia Selatan menemukan bahwa defisiensi buta warna lebih sering dijumpai pada anak-anak kulit putih dan jarang ditemui pada anak-anak kulit hitam. Sementara itu, achromatopsia memengaruhi sekitar 1 dari 30 ribu orang di seluruh dunia, dengan 10 persen di antaranya tidak dapat melihat warna sama sekali.

Gejala buta warna

Gejala paling umum dari buta warna adalah perubahan pada pandangan Anda. Misalnya, Anda akan sulit membedakan antara warna hijau dan merah di lampu lalu lintas. Warna juga kurang cerah dibandingkan dengan sebelumnya, dan corak warna yang berbeda akan terlihat sama. Untuk memastikannya, seseorang perlu melakukan tes buta warna agar mendapatkan diagnosa yang tepat.

Kasus buta warna akan lebih jelas terlihat pada anak-anak yang mulai belajar mengenal warna. Dalam beberapa kasus, masalah buta warna tersebut tidak terdeteksi karena penderita sudah belajar untuk mengasosiasikan warna tertentu dengan obyek khusus. Contohnya, mereka tahu bahwa warna rumput adalah hijau, sehingga mereka menyebut warna yang mereka lihat hijau. Apabila gejala buta warna tersebut sangat ringan, seseorang tidak akan menyadari mereka tidak dapat melihat warna tertentu. Anda perlu berkonsultasi dengan dokter apabila Anda mencurigai Anda atau anak Anda menderita buta warna. Mereka akan dapat mengkonfirmasi diagnosa dengan melakukan tes buta warna serta dapat memastikan Anda tidak memiliki gangguan kesehatan mata yang lebih serius.

Bisakah buta warna diobati?

Apabila buta warna terjadi akibat penyakit atau cidra, merawat penyebab utama buta warna dapat membantu meningkatkan deteksi warna. Akan tetapi, sayangnya, tidak ada obat untuk buta warna yang disebabkan karena faktor genetik atau turunan. Dokter mata Anda dapat meresepkan kacamata khusus yang dapat membantu membedakan warna.

Orang-orang dengan masalah buta warna bisanya melakukan teknik tertentu atau menggunakan alat khusus untuk membuat hidup mereka menjadi lebih mudah. Misalnya, dengan mengingat urutan lampu lalu lintas dari atas ke bawah membuat mereka tidak perlu membedakan warna saat mengemudi. Memberi label pada pakaian juga dapat membantu mereka dalam memadupadankan pakaian. Saat ini juga ada software atau aplikasi yang dapat mengubah warna yang muncul di komputer menjadi warna yang penderita buta warna dapat lihat. Buta warna turunan merupakan tantangan seumur hidup. Deteksi dini buta warna lewat tes buta warna dapat mempersiapkan penderita lebih dini agar mereka dapat menjalani hidup sehari-hari dengan lebih baik di kemudian hari.

Read More

Parafimosis dan Sederet Tanda Lelaki Harus Segera Disunat

Penis merupakan organ reproduksi laki-laki yang harus senantiasa dijaga kebersihan dan kesehatannya. Jika tidak, beberapa masalah kesehatan mungkin muncul dan mengganggu fungsinya. Salah satu masalah yang dimaksud adalah parafimosis. Sementara itu, salah satu cara terbaik untuk menjaga kesehatan dan kebersihan penis adalah dengan sirkumsisi atau orang Indonesia mengenal dengan istilah sunat.

Sunat awalnya merupakan perintah atau anjuran agama yang kemudian dikonfirmasi oleh medis, melalui berbagai penelitian dan kajian, memiliki banyak sekali manfaat untuk kebersihan dan kesehatan organ vital pria tersebut.

Sunat merupakan memotong, lebih tepatnya membuang, kelopak kulit penutup ujung penis. Kulit yang dikenal dengan istilah “kulup” itu cenderung tidak memiliki fungsi apa-apa. Keberadaannya justru bisa menghambat sirkulasi cairan (urine maupun sperma). Sisa cairan itu bisa menumpuk di sana dan memicu pertumbuhan bakteri.

Dari situlah akhirnya muncul berbagai masalah kesehatan yang berhubungan dengan penis. Di bawah ini ada beberapa masalah kesehatan yang mengharuskan seorang laki-laki melakukan sunat untuk menyelesaikan keluhan-keluhan tersebut:

  • Fimosis

Fimosis merupakan suatu kondisi di mana kulup tidak dapat ditarik ke belakang kepala penis. Sebagian besar fimosis terjadi lantaran faktor genetik. Kondisi fimosis yang parah akan membuat saluran kemih tertutup.

Seseorang yang mengalami fimosis dan tak segera disunat akan membuat urine mereka tertahan oleh kulup sampai menggelembung. Saat tekanan di kulup sudah besar, baru urine mereka bisa keluar sedikit-sedikit.

Jika tidak segera disunat, fimosis bisa memunculkan peradangan di lubang penisnya serta infeksi saluran kemih.

  • Parafimosis

Kondisi ini kebalikan dari fimosis di mana kulup penis tidak dapat ditarik kembali ke kepala penis. Jika terjadi, parafimosis bisa mengganggu sirkulasi darah di penis. Ciri-ciri dan gejala seseorang mengalami parafimosis biasanya sakit berhari-hari dan sulit buang air kecil. Kondisi ini mengharuskan seorang lelaki yang terserang harus mendapatkan sirkumsisi segera.

Di Indonesia, parafimosis dikait-kaitkan dengan fenomena mistis. Karena kepala penis terbuka secara tiba-tiba dan tak bisa kembali ke tempatnya, banyak yang mengira bahwa si penderita telah disunat oleh jin.

  • Balanitis

Kondisi ini memnyebabkan pembengkakan dan rasa nyeri atau iritasi di kulit dan kepala penis. Balanitis bisa dikenali ketika kulup penis ditarik ke atas terdapat smegma atau kotoran putih di “leher” kepala penis.

Karena kulup menghalangi sirkulasi cairan, memungkinkan smegma atau kotoran tersebut menumpuk dan lengket di sana. Kulit penis juga biasanya meradang dan merah-merah. Jika balanitis tidak segera ditangani dengan cara disunat, maka infeksinya bisa meradang sampai ke saluran kemih yang bisa membuat nyeri saat buang air kecil.

  • Hipospadia

Hipospaida merupakan kelainan bawaan sejak lahir yang ditandai dengan posisi uretra penis yang seharusnya berada di ujung justru berada di bagian bawah batang penis. Biasanya kondisi ini diketahui ketika cipratan urine muncrat ke mana-mana dan membuat ereksi melengkung ke bawah.

Jika laki-laki mengalami kondisi ini, penting untuk segara melakukan sunat sambil melakukan operasi untuk membenarkan salurannya. Karena jika tidak, kondisi ini bisa mempengaruhi pria ketika menikah nanti.

Kondisi itu memungkinkan seorang pria kesulitan mendapatkan keturunan lantaran saat melakukan seks sperma yang keluar dari saluran uretra yang berada di bawah penis tidak bisa mencapai rahim.

  • Kondiluma akuminata

Kondisi ini biasa dikenal juga sebagai infeksi saluran kemih yang ditularkan melalui hubungan seksual. Cirinya, terdapat kutil di dalam atau di sekeliling penis. Kondisi ini juga bisa mempengaruhi vagina dan dubur.

Jika tidak segera disunat, penis akan terasa gatal dan bisa berdarah ketika pria melakukan hubungan seksual. Apalagi kondiluma akuminata juga berpotensi menular ke pasangan.

***

Jika anak lelaki atau lelaki dewasa mengalami parafimosis atau sederet masalah kesehatan penis lain seperti yang disebutkan di atas, segeralah mendatangi fasilitas medis atau rumah sunat untuk mendapatkan penanganan. Jangan biarkan kondisi ini berlarut-larut lantaran dapat menimbulkan masalah yang lebih berat pada kemudian hari.

Read More