7 Tanda Ketosis, Kenali Gejalanya

Pernahkah Anda mengenal ketosis? Istilah ini mungkin sudah sangat terkenal bagi seseorang yang melakukan diet. Diet keto pernah menjadi sangat populer beberapa tahun lalu. Ketosis sendiri merupakan kondisi metabolisme alami di mana tubuh akan menghasilkan lemak untuk diolah menjadi energi.

ketosis

Prosese metabolisme tersebut adalah hal yang normal dan tidak berbahaya bagi tubuh. Kondisi ini terjadi saat tubuh  Anda kekurangan karbohidrat yang akan dibakar menjadi energi. Seseorang yang melakukan diet keto adalah diet rendah karbohidrat dan tinggi lemak.

Selain penurunan berat badan yang sangat cepat, ketosis mungkin memiliki beberapa manfaat pada kesehatan, misalnya saja seperti mengurangi kejang pada anak-anak yang epilepsi. Jadi bila diikuti dengan benar, diet rendah karbohidrat ini akan meningkatkan kadar keton darah, termasuk mengurangi kadar insulin dan meningkatkan pemecahan lemak pada tubuh. Berikut beberapa tanda atau gejala ketosis yang umum terjadi, baik positif maupun negatif.

  1. Napas bau

Salah satu efek samping yang paling umum pada seseorang yang melakukan diet keto dan diet serupa lainnya adalah, bau mulut yang khas, seperti bau buah. Kondisi ini dikarenakan adanya pengaruh meningkatnya kadar keton di dalam darah. Bahkan, bagi beberapa orang yang melakukan diet ketogenik ini sampai menggosok giginya beberapa kali dalam sehari guna menghilangkan bau mulut yang terjadi.

  • Penurunan berat badan

Diet ketogenik yang dilakukan beberapa orang merupakan jenis diet yang sangat efektif dalam menurunkan berat badan dalam waktu yang lumayan singkat. Penurunan berat badan yang cepat akan terjadi pada minggu pertama Anda diet.

  • Peningkatan keton dalam darah

Salah satu keunggulan dari diet ketogenik adalah penurunan kadar gula darah dan peningkatan keton. Jadi semakin lama Anda melakukan diet, tubuh akan mulai membakar lemak dan keton sebagai sumber bahan bakat utama dalam proses diet.

Nah, untuk mengetahuinya lebih jelas ada baiknya untuk melakukan tes darah. Jika kadar keton dalam darah tinggi, maka jumlah yang ada di dalam darah pun bisa berkisar 0,5-3mmol/L dalam darah.

  • Tidak nafsu makan

Saat Anda melakukan diet ketogenik, gejala ketosis yang muncul salah satunya adalah hilangnya nafsu makan. Meskipun alasan hilangnya nafsu makan masih diteliti, tetapi kemungkinan disebabkan oleh peningkatan asupan protein dan sayur-sayuran. Selainitu, keton dapat mempengaruhi otak Anda untuk mengurangi nafsu makan.

  • Peningkatan fokus dan energi

Beberapa orang yang baru pertama kali melakukan diet ini, umumnya masih beradaptasi dan mengeluhkan bahwa diet tersebut melelahkan dan membuat badan lemas. Akan tetapi, setelah menjalani diet ketogenik selama beberapa minggu atau beberapa bulan, maka tubuh mulai beradaptasi dan dapat meningkatkan energi dan fokus.

Tak hanya itu, kehilangan karbohidrat dalam diet keto ini dapat membantu mengendalikan dan menstabilkan kadar gula darah dalam tubuh, dan lebih lanjut dapat meningktakan fokus dan fungsi otak.

  • Masalah pencernaan

Hal lain yang menjadi gejala ketosis adalah munculnya masalah pencernaan saat Anda melakukan diet ketogenik ini. Pasalnya, selama diet tentu Anda akan mengalami perubahan yang cukup besar dalam hal asupan makanan. Hak tersebut tentu akan pula mempengaruhi pencernaan Anda.

Beberapa masalah yang muncul, biasanya akan mereda setelah melewati masa transisi. Pastikan juga Anda untuk tetap mengonsumsi banyak sayuran rendah karbohidrat yang sehat namun mengandung banyak serat.

Hal yang paling penting adalah jangan membuat kesalahan dengan mengonsumsi berbagai makanan yang aneh-aneh. Beberapa makanan yang bisa Anda pilih untuk diet ketogenik, seperti makanan laut (salmon, kerang, cumi, tiram, gurita), sayuran rendah karbohidrat, keju, alpukat, daging dan unggas, biji-bijian, telur, yogurt, kopi dan teh tanpa pemanis serta beberapa makanan lainnya.

  • Sulit tidur

Gejala lain yang menandakan Anda ketosis adalah insomnia atau sulit tidur. Hal ini biasanya terjadi saat Anda mengurangi karbohidrat secara drastis, sehingga tubuh akan butuh waktu untuk beradaptasi. Akan tetapi hal ini akan terjadi di awal-awal diet saja, dam akan membaik seiring berjalannya waktu.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*