Merasa Hidup Sehat Tapi Ternyata Hipertensi? Ketahui Sebabnya!

Apakah jika seseorang rajin berolahraga dan tidak mengonsumsi garam, akan terhindar dari tekanan darah tinggi? Jangan kaget jika Anda merasa hidup sehat dan tidak memiliki gejala apa-apa tapi ternyata Anda didiagnosa dengan darah tinggi!

Beberapa hal yang membuat diagnosa lebih mudah diterima:

  • Pertama, orang-orang lebih mudah menerima diagnosis jika mereka memiliki gejala. Seseorang yang mengalami batuk dan demam akan percaya dengan diagnosis mereka mengidap radang paru. Tetapi, orang lain yang merasa dirinya baik-baik saja mungkin tidak mempercayainya.
  • Selanjutnya, orang-orang lebih bisa menerima diagnosis jika itu itu bukan penyakit serius. Diagnosa yang diikuti dengan prognosa yang lebih buruk cenderung lebih sulit untuk diterima.
  • Akhirnya, orang-orang menerima diagnosa dengan baik ketika mereka mengerti penyebabnya. Beberapa penyakit memiliki penyebab yang jelas; down syndrome dan hamil usia tua, infeksi HIV dan kontaminasi jarum. Perokok yang menyadari dirinya mengidap kanker paru-paru mungkin tidak terlalu kaget ketika menyadarinya. Tetapi bagi yang tidak merokok yang mendapatkan diagnosa yang sama akan bertanya “kenapa saya?”

Orang-orang yang didiagnosa hipertensi akan bingung dan bertanya “kenapa saya?”. Keraguan ini menjadi masuk akal, melihat alasan-alasan seperti diatas. Gejala-gejala membuat diagnosa menjadi nyata. Tetapi, tidak seperti penyakit lainnya, hipertensi atau tekanan darah tinggi jarang menunjukan gejala, sehingga dijuluki sebagai ”silent killer”. Beberapa orang merasakan sakit kepala ketika tekanan darah mereka naik dari kondisi normal, tetapi pada kasus lain, hipertensi bisa tidak terdeteksi sama sekali sampai mengakibatkan serangan jantung yang mematikan. Untungnya, mengukur tekanan darah sangat mudah dan tidak menyakitkan.

Ketika dokter menyampaikan diagnosa hipertensi, biasanya sepaket dengan komplikasi serius lainnya, termasuk serangan jantung, gagal ginjal, dan struk. Apakah hipertensi serius? Ya, jika tidak dilakukan pengobatan.

Namun, ketika tekanan darah dalam keadaan normal atau terkontrol, resiko yang dimiliki pun akan sangat berkurang pula. Pesan pentingnya adalah jika kita dapat mengontrol tekanan darah dan terhindar dari tekanan darah tinggi, maka komplikasi lainnya pun akan ikut hilang, harapan hidup pun semakn meningkat.

Terakhir, mengetahui penyebab suatu penyakit memang sangat membantu. Pada kenyataannya, kita jarang menemukan hanya satu kasus untuk hipertensi, karena kebanyakan terdapat banyak faktor yang terjadi. Beberapa faktor tidak dapat dihindari seperti genetik atau usia. Tekanan darah tinggi sering diturunkan pada genetik suatu keluarga. Resiko genetik memang rumit. Tidak ada yang bisa kita lakukan untuk mengubah genetik kita, begitu pun dengan penuaan. Disisi lain kita bisa menangani faktor resiko lain yang bisa diubah, seperti menurunkan berat badan, lebih banyak olahraga, diet sehat dan lainnya, akan sangat bermanfaat.

Lalu, untuk menjawab pertanyaan “kenapa saya?”, bisa dengan melihat data yang ada. The Framingham Heart Study menemukan bahwa resiko seumur hidup untuk mengidap hipertensi adalah 90%. Jadi, meskipun Anda belum mengidap tekanan darah tinggi di usia menengah Anda, kemungkinannya adalah 9 dari 10 Anda akan mendapatkannya suatu hari nanti.

Jadi, daripada terkejut dengan diagnosa dengan hipertensi, alangkah baiknya jika Anda berkomitmen untuk menjaga kesehatan dan tekanann darah.

Read More

Ini Dia 10 Metode Relaksasi untuk Meredakan Stres

Ada kalanya Anda terlalu sibuk dengan segala hal sehingga melupakan waktu istirahat. Jangan ragu untuk bersantai karena itu bagus untuk kesehatan. Selain itu, tidak butuh banyak waktu untuk melakukannya. Kalaupun Anda tidak punya waktu ke salon atau ke spa, ada 10 opsi relaksasi mudah yang patut Anda coba!

  • Meditasi

Beberapa menit latihan per hari dapat membantu mengurangi kecemasan. “Penelitian menunjukkan bahwa meditasi setiap hari dapat mengubah jalur saraf otak, membuat Anda lebih tahan terhadap stres,” kata psikolog Robbie Maller Hartman, PhD, seorang pelatih kesehatan dan kebugaran Chicago.

  • Latihan Pernapasan

Beristirahat 5 menit dan fokuslah pada pernapasan Anda. Duduk tegak, mata tertutup, dengan tangan di perut Anda. Tarik napas perlahan-lahan melalui hidung Anda, rasakan nafas mulai di perut Anda dan bergerak ke atas kepala Anda. Balikkan proses saat Anda mengeluarkan napas melalui mulut.

  • Nikmati Semua yang Ada di Sekitar

Lakukan semua secara perlahan. Luangkan waktu selama 5 menit dan fokuslah pada satu kegiatan yang sedang Anda lakukan. Rasakan udara menerpa wajah, bagaimana kaki menyentuh tanah dan bagaimana potongan makanan masuk ke mulut. Ketika Anda lebih fokus pada indra, ketegangan secara otomatis akan berkurang.

  • Bergaullah

Kehidupan sosial adalah salah satu cara yang bisa Anda gunakan untuk mengatasi stres. Bicaralah dengan orang lain secara langsung atau setidaknya lewat telepon. Anda bisa mendapatkan perspektif baru dengan bicara pada orang lain.

  • Perhatikan Kondisi Tubuh

Stres juga bisa berpengaruh pada kondisi tubuh. Perhatikan bagaimana tekanan yang Anda terima bisa berefek pada tubuh. Berbaring atau duduklah bersila di lantai. Ini akan membantu Anda merasakan apa yang sedang terjadi di dalam tubuh.

  • Dekompresi

Letakkan kain hangat di leher dan bahu Anda, biarkan selama 10 menit. Tutup mata dan rilekskan otot-otot wajah, leher, dada bagian atas, dan punggung. Lepaskan bungkus, dan gunakan bola tenis atau roller busa untuk memijat bagian-bagian yang tegang.

  • Tertawalah

Tertawa tidak hanya membantu untuk meredakan stres tapi juga bisa menurunkan hormon kortisol yang membuat tubuh jadi tegang serta meningkatkan produksi endorfin yang akan membuat suasana hati menjadi lebih baik.

  • Mendengarkan Musik

Riset menunjukkan bahwa mendengarkan musik dengan irama menenangkan bisa membantu menurunkan tekanan darah dan depresi. Buat daftar putar dengan suara-suara alami seperti laut, burung berkicau dan lain sebagainya.

  • Bergeraklah

Tidak perlu berlari, jalan ringan atau beryoga bisa membantu Anda meredakan depresi dan masalah kecemasan. Bergerak akan membuat tubuh mengeluarkan zat kimia yang akan memberikan kesempatan pada tubuh mengatasi ketegangan yang ada.

  • Bersyukur

Buatlah catatan tentang hal-hal baik yang terjadi dalam hidup Anda. Selain bisa membantu Anda meredakan stres, membaca catatan ini akan membuat Anda lebih fokus dan menghilangkan pikiran negatif dari dalam diri.

Meredakan stres memang terdengar seperti sesuatu yang sulit. Namun dengan melakukan beberapa langkah relaksasi di atas, tubuh Anda akan kembali siap menyambut aktivitas harian selanjutnya.

Read More

Bukan Hanya Bencana Alam, Sampah Plastik Juga Mengancam Kelangsungan Hidup Manusia

Sejak beberapa tahun belakangan, plastik sudah mulai banyak digunakan di berbagai kehidupan manusia – mulai dari untuk menyimpan dan mengemas makanan hingga menyimpan barang supaya tidak rusak. Plastik untuk penyimpanan ini tergolong plastik yang aman dan sudah lolos beberapa tahap penelitian untuk penggunaan standar yang sesuai dengan kode identifikasi resin.

Meskipun demikian, di tahun 2012, diketahui manusia memproduksi 280 juta ton plastik di dunia, dan lebih dari setengah sampah ini yang akhirnya berakhir mengambang di lautan. Sekretariat Konvensi Keanekaragaman Hayati di Montreal, Kanada, melaporkan bahwa plastik-plastik tidak terpakai di lautan ini dapat mengancam kelangsungan hidup semua spesies penyu dan kura-kura laut, 45% spesies mamalia laut, dan 21% spesies burung laut.

Penyebaran Plastik di Lingkungan

Saat produksi plastik dimulai di tahun 1940-an, penggunaan plastik dengan cepat muncul di semua bidang kehidupan. Faktanya, lima puluh persen produksi plastik tahunan mengarah kepada kemasan sekali pakai. Inilah alasannya mengapa banyak sampah plastik yang berakhir di tempat pembuangan sampah, aliran air, hingga laut lepas.

Peneliti di Amerika Serikat memperhitungkan bahwa total plastik yang pernah dibuat dan digunakan berada di angka 8,3 miliar ton. Angka ini dicapai hanya dalam waktu 65 tahun.

Sekitar 10 juta ton plastik memasuki laut lepas setiap tahunnya. Di tahun 2010, peneliti dari Pusat Analisis dan Sintesis Ekologi Nasional dan Universitas Georgia di Atena mengestimasikan terdapat 8 juta ton sampah plastik dan angkanya meningkat menjadi 9,1 juta ton sampah plastik di tahun 2015.

Penelitian yang sama juga menemukan bahwa negara Asia merupakan 13 dari 20 penghasil sampah terbanyak di dunia. Cina berada di daftar atas sebagai negara penghasil sampah plastik. Sementara, Amerika juga masuk ke dalam jajaran 20 besar dan memiliki angka penghasil sampah plastik per orang yang cukup tinggi.

Ancaman Sampah Plastik Terhadap Kehidupan

Seperti yang sudah kita ketahui, sampah plastik merupakan sampah yang sangat sulit terdegradasi. Diperkirakan akan dibutuhkan waktu 50 tahun untuk gelas stryrofoam agar dapat terdegradasi, 200 tahun untuk kaleng aluminium, 450 untuk popok dan botol plastik, dan 600 tahun untuk senar pancing.

“Kita dengan cepat membuat bumi berubah menjadi ‘Planet Plastik’ dan jika kita tidak ingin tinggal di dalamnya, kita harus mulai memikirkan bagaimana cara menggunakan plastik ini,” tutur Dr Roland Geyer, Asisten Profesor Ilmu Pengetahuan Lingkungan.

Burung laut dan hewan laut lain, seperti kura-kura, lumba-lumba dan anjing lain, berisiko terikat dalam kantung plastik dan sampah plastik lainnya, atau dapat juga memakan sampah plastik tersebut karena mengira itu adalah makanan.

Kura-kura tidak dapat membedakan antara kantung plastik dan ubur-ubur yang notabene merupakan makanan kesukaan mereka. Setelah dikonsumsi, kantung plastik dapat menciptakan penghambatan dalam sistem di tubuhnya dan akhirnya mengakibatkan kematian.

Seiring berjalannya waktu, sampah plastik akan terdegradasi dan pecah menjadi fragmen berukuran mikro yang juga menciptakan kekhawatiran bagi pada peneliti.

Peneliti di Universitas Plymouth berhasil menemukan plastik dalam satu per tiga ikan yang ditangkap dari perairan Inggris, meliputi ikan kod, haddock, makarel, dan kerang.

Kondisi ini sangat berbahaya karena kontaminasi plastik juga mungkin memengaruhi saluran pencernaan manusia juga. Bahkan di tahun 2016, Badan Keamanan Makanan Eropa memeringati adanya peningkatan risiko gangguan kesehatan manusia karena “tingginya polusi plastik-mikro dalam ikan yang umum dikonsumsi”.

Bahkan, penelitian yang dilakukan tahun 2018 silam tersebut, memperkirakan bahwa lebih dari 50% populasi manusia di dunia memiliki mikroplastik dalam tinjanya.

Read More

Tips Memiliki Payudara Sehat Sampai Tua

Memiliki payudara sehat merupakan dambaan setiap wanita. Untuk menjaga agar payudara Anda tetap sehat, ada baiknya Anda mempelajari terlebih dahulu apa yang normal dan apa yang tidak. Dengan begitu, Anda akan menyadari jika ada perubahan pada payudara Anda yang bisa menjadi tanda sebuah masalah.

Seperti halnya bagian tubuh Anda lainnya, cari tahu perkembangan payudara yang perlu Anda harapkan pada berbagai tahap kehidupan Anda. Dengan begitu, Anda dapat mengenali jika ada sesuatu yang tiba-tiba berbeda.

Jika Anda berkunjung ke dokter, mungkin dokter akan melakukan pemeriksaan pada payudara Anda, dan mungkin akan mengajari Anda cara melakukan pemeriksaan mandiri di rumah. Memang pemeriksaan payudara tidak serta merta dapat membantu Anda mendeteksi kanker lebih awal, tetapi banyak dokter tetap merekomendasikannya. Dengan begitu, Anda akan selalu waspada jika melihat ada perubahan yang Anda rasakan.

Ketahui Apa yang Normal dan Tidak

Beberapa hal ini sering dikhawatirkan oleh wanita karena menganggap payudaranya tidak terlihat “benar” padahal sebenarnya sebagian besar hal ini masih dianggap normal, seperti:

  • Ukuran payudara Anda sedikit berbeda.
  • Satu payudara menggantung sedikit lebih rendah dari yang lain.
  • Anda memiliki rambut di sekitar puting Anda.
  • Payudara Anda terasa sakit atau terasa lunak sebelum dan selama menstruasi.

Beri tahu dokter Anda jika Anda melihat perubahan yang tidak biasa. Misalnya, buat janji jika Anda menemukan:

  • Benjolan keras yang belum pernah Anda rasakan sebelumnya
  • Pembengkakan di sekitar payudara, tulang selangka, atau ketiak Anda
  • Kulit kering, pecah-pecah, merah, atau menebal (seperti kulit jeruk) di sekitar puting susu Anda
  • Darah atau cairan (selain susu) bocor dari puting susu Anda
  • Rasa gatal di payudara Anda

Gejala-gejala ini tidak selalu berarti ada sesuatu yang salah, tetapi penting untuk diperiksa oleh dokter. Mungkin perubahan tersebut tidak berbahaya, atau mereka mungkin disebabkan oleh iritasi atau infeksi yang dapat dengan mudah diobati. Kadang, mereka bisa menjadi tanda-tanda kanker.

Ketahui Risiko Anda untuk Kanker Payudara

Bicaralah dengan dokter Anda tentang hal-hal yang dapat menempatkan Anda pada risiko lebih tinggi mengidap penyakit ini. Misalnya, peluang Anda untuk mendapatkannya bisa naik jika Anda merokok, minum alkohol, atau memiliki riwayat keluarga dengan kanker payudara.

Wanita yang tidak memiliki anak, atau yang memiliki anak setelah usia 30, juga memiliki risiko lebih tinggi. Begitu juga wanita yang mengalami menstruasi pertama sebelum usia 12, mengalami menopause lebih lambat dari biasanya, atau minum obat hormon tertentu selama menopause selama lebih dari 5 tahun.

Kebiasaan untuk Menjaga Payudara Tetap Sehat

Tidak peduli berapa pun usia Anda, Anda dapat menurunkan risiko kanker payudara jika Anda membatasi konsumsi alkohol, berhenti merokok jika Anda punya kebiasaan, dan tetap pada berat badan yang sehat. Penting juga untuk berolahraga setidaknya 150 menit dalam seminggu dan makan banyak buah dan sayuran.

Tidak ada kata terlalu dini untuk mulai berpikir tentang cara memiliki payudara yang sehat seumur hidup – atau terlambat untuk membuat perubahan menjadi lebih baik.

Read More

Prediksi Tren Diet 2019 yang Mungkin Cocok untuk Anda

Menurunkan berat badan hampir selalu menjadi salah satu dari daftar resolusi hidup sehat di setiap tahun baru, termasuk di tahun baru 2019 kali ini. Bahkan, target menurunkan berat badan kerap menjadi resolusi tahun baru teratas yang ingin dicapai orang-orang. Jika Anda juga memilikinya dalam daftar resolusi 2019 dan berharap untuk mengubah pola makan Anda, pastikan untuk segera mencari metode diet yang tepat dan sesuai. Berikut ini adalah daftar tren diet yang akan populer di tahun ini.

Tren diet 2019 akan dipenuhi dengan beragam metode pengaturan pola makan yang menggunakan pendekatan berbeda. Mulai dari diet ketogenik yang khas dengan asupan tinggi lemak, rendah karbohidrat, hingga gaya makan memperhatikan isyarat lapar tubuh. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut ini.

Diet Ketogenik
Ketogenik atau diet keto menjadi salah satu metode penurunan berat badan yang cukup populer di tahun 2018. Namun, para ahli memperkirakan tren diet satu ini akan berlanjut hingga tahun 2019.

Dalam diet ini, pola makan akan diubah secara drastis dengan mengurangi asupan karbohidrat dan menggantinya dengan lemak. Cara ini dilakukan untuk membuat tubuh berada dalam kondisi ketosis, akibatnya tubuh akan beralih dari membakar karbohidrat menjadi membakar lemak untuk energi.

Namun, perlu diingat bahwa diet yang sangat ketat ini mengharuskan Anda untuk tidak hanya mengurangi asupan karbohidrat tidak sehat seperti gula, tetapi juga asupan lain yang biasanya dianggap sehat, seperti buah-buahan dan sayuran tertentu.

Selain memberikan manfaat untuk menurunkan berat badan secara drastis, diet ini juga terbukti dapat membantu mengendalikan kejang pada anak-anak dengan epilepsi dan bermanfaat bagi penderita diabetes tipe 2.

Diet “Pegan” (Paleo + Vegan)
Mark Hyman, M.D., Direktur Cleveland Clinic Center untuk Pengobatan Fungsional dan penulis dari buku, “FOOD: What the Heck Should I Eat?” memperkenalkan dunia pada metode “diet pegan” beberapa tahun yang lalu dan sudah semakin populer hingga sekarang.

Diet ini menggabungkan aspek-aspek dari pola makan vegan, yang menghindari semua produk hewani, dan diet Paleo, yang berfokus pada konsumsi jenis makanan yang menurut dugaan dikonsumsi oleh nenek moyang kita selama era Paleolitikum.

Menurutnya, pola diet ini sangatlah mudah, di mana seseorang hanya mengonsumsi makanan rendah gula dan pati dan memperbanyak makanan nabati. Untuk beberapa asupan makanan hewani, Anda dapat memakan makanan yang tumbuh atau dipanen secara berkelanjutan. Selain itu, Anda juga lebih direkomendasikan untuk mengonsumsi asupan lemak dari berbagai makanan yang memiliki kandungan lemak baik, seperti kacang-kacangan dan biji-bijian, minyak zaitun, serta alpukat.

Intermittent Fasting
Intermittent Fasting (IF) adalah tren diet lain yang juga semakin menarik untuk dicoba pada beberapa tahun terakhir. Metode yang diterapkan pada diet ini tidak terlalu fokus pada pengaturan apa yang Anda makan, tetapi pada waktu untuk makan. Anda dapat merancang sendiri kapan waktu Anda makan dan membiarkan tubuh Anda berpuasa pada periode waktu tertentu. Biasanya, saat waktu makan, Anda dianjurkan untuk tidak berlebihan dan tetap makan dalam porsi normal.

Dalam penelitian yang sudah dilakukan, metode IF ini terbukti dapat menurunkan berat badan berlebih. Bahkan, jika dilakukan bersama dengan olahraga teratur, diet yang dikenal sebagai diet puasa ini juga dapat bermanfaat untuk menurunkan kadar LDL atau kolesterol “buruk” dan tekanan darah.

Banyak orang beralih pada diet ini karena tidak ada pantangan khusus saat waktu makan tiba. Namun, Anda harus konsisten dan berkomitmen tinggi untuk berpuasa pada waktu-waktu tertentu. Secara umum ada dua jenis IF yang dapat Anda lakukan, yaitu 16 jam IF dan Warrior Diet. Untuk 16 jam IF, Anda akan berpuasa selama 16 jam dan memiliki durasi makan selama 8 jam. Sedangkan Warrior Diet dilakukan dengan memberikan selang waktu 1 hari penuh untuk makan nomal dan 1 hari penuh untuk berpuasa.

Penambahan Asupan Sayuran
Tren diet selanjutnya yang juga akan populer di tahun 2019 adalah asupan makan yang didominasi dengan sayur-sayuran. Orang yang menjalani diet ini tidak harus menjadi seorang vegetarian atau vegan. Namun, asupan yang diutamakan adalah sayur dan buah-buahan. Dalam praktiknya, orang dewasa perlu mendapatkan asupan 3 hingga 5 porsi sayuran dan 2 hingga 4 porsi buah per hari. Di sisi lain, asupan produk hewani akan berkurang tanpa harus dihilangkan sama sekali.

Makan dengan Penuh Kesadaran
Makan dengan penuh kesadaran adalah tren diet yang sedang berkembang dalam beberapa waktu ke belakang. Metode pola makan yang satu ini pun akan semakin populer di tahun 2019 sebagai langkah mencapai resolusi sehat di tahun baru. Konsep dari pola makan ini cukup sederhana, Anda hanya perlu memahami kapan tubuh Anda lapar dan kapan makan terasa cukup dan harus segera dihentikan.

Pola makan ini dianggap dapat lebih mengoptimalkan apa yang Anda makan sebagai kebutuhan dari tubuh Anda sendiri. Bahkan, gaya makan ini dapat menumbuhkan hubungan yang lebih positif antara tubuh Anda dengan makanan, yang berdampak pada meningkatnya kualitas hidup.

Selain itu, pada metode ini, seseorang juga diharapkan untuk meluangkan waktu dalam menikmati makanan yang mereka makan. Makan dengan perlahan dan menikmati tiap suapannya akan meningkatkan kesadaran tubuh tentang asupan yang diterima.

Read More

Waspada, Fakta dan Mitos Seputar Konstipasi Kronis Ini Harus Anda Pahami

Perlu dipahami, definisi konstipasi kronis cukup bervariasi antara satu orang dengan yang lainnya. Bagi sebagian orang, sembelit kronis menjelaskan kondisi pergerakan usus yang terhambat selama berminggu-minggu. Sebagian yang lain menghadapi sembelit kronis dengan keluhan sulit mengejan atau susah buang air besar. Akan tetapi, secara umum, definisi konstipasi kronis adalah frekuensi buang air besar yang kurang dari tiga kali per minggu dan berlangsung selama beberapa bulan.

Jika Anda mengalami konstipasi kronis, rasa cemas dan khawatir akan timbul karena kurangnya informasi dan pengetahuan mengenai penyakit tersebut. Bukan hanya ketakutan karena memikirkan penyebabnya, tetapi juga karena rasa tidak nyaman dari sembelit kronis itu sendiri. Sembelit dapat memperlambat kinerja Anda di tempat kerja atau bahkan menyebabkan Anda kehilangan momen untuk berekreasi. Itulah sebabnya penting untuk mengetahui fakta tentang sembelit kronis dan melakukan konsultasi dengan dokter tentang situasi yang Anda alami.

Mitos Konstipasi Kronis
Perlu dipahami, ada beberapa mitos yang kerap menimbulkan kekhawatiran berlebih bagi para penderita konstipasi kronis, di antaranya:

  1. Frekuensi buang air besar normal adalah satu kali dalam satu hari. Hal ini jelas salah karena metabolisme dan sistem kerja tubuh orang berbeda satu sama lain.
  2. Terjadi akumulasi racun di usus ketika seseorang jarang buang air besar. Tidak ada penumpukan racun yang disebabkan konstipasi atau sembelit. Susah buang air besar bukanlah sebuah penyakit.
  3. Jumlah buang air besar akan meningkat seiring bertambahnya usia. Ini bukan pernyataan yang tepat sebab jumlah buang air besar akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia.
  4. Konstipasi atau sembelit kronis hanya disebabkan pola makan, kurang olahraga dan kurang asupan cairan. Padahal, konstipasi juga mungkin terjadi akibat stres.

Penyebab Konstipasi Kronis
Setelah makan, makanan yang masuk ke tubuh akan bergerak melalui saluran pencernaan untuk diambil sari-sari nutrisinya. Usus berperan dalam mengambil air dan nutrisi dari makanan, kemudian berlanjut sampai sisa-sisa makanan yang tidak terserap terbentuk menjadi satu. Kemudian sisa makanan ini akan melewati usus besar sebelum akhirnya dikeluarkan dari tubuh.

Sembelit atau konstipasi terjadi ketika kotoran ini sulit untuk dikeluarkan karena terlalu banyak air yang diserap sehingga teksturnya menjadi kering dan keras. Selain itu, ada pula fakta bahwa hubungan erat antara otak, hormon dan organ pencernaan juga kerap menyebabkan sembelit terjadi.

Cara Meredakan Konstipasi Kronis

Pada dasarnya, konstipasi bukanlah penyakit yang akan membahayakan tubuh seseorang. Pengobatannya dapat dilakukan dengan mengubah gaya hidup dan pola makan, seperti:

  1. Pahami penyebab konstipasi kronis. Setiap orang memiliki penyebab yang berbeda untuk urusan sembelit. Jika itu berulang, berarti ada beberapa hal yang benar-benar harus Anda ubah. Misalnya menambah asupan cairan tubuh, berolahraga, atau menghindari makanan-makanan tertentu.
  2. Jangan sepelekan keinginan buang air besar. Saat timbul keinginan untuk buang air besar, pastikan untuk tidak menyepelekannya. Terlalu lama menyimpan kotoran di usus besar akan membuat feses menjadi keras karena air akan terus diserap oleh tubuh.
  3. Hindari stres. Tekanan psikologis karena pekerjaan yang menumpuk kerap memberikan dampak pada kerja organ pencernaan. Cobalah untuk lebih rileks dan perbanyak meditasi dan relaksasi untuk melancarkan metabolisme tubuh.
  4. Perbanyak asupan air. Pastikan untuk selalu memenuhi cairan tubuh sesuai dengan kebutuhannya. Air ini sangat penting untuk melunakkan feses yang keras sehingga lebih lancar dan mudah untuk dikeluarkan.
  5. Perbaiki asupan makanan. Hindari terlalu banyak mengonsumsi makanan cepat saji yang berlemak dan berminyak. Upayakan untuk mengutamakan buah dan sayuran serta beberapa roti gandum dan kacang-kacangan yang memiliki kandungan serat tinggi agar pencernaan lancar.
  6. Konsultasikan asupan obat Anda. Jika Anda sedang mengonsumsi obat pereda rasa sakit atau diabetes dan suplemen lainnya, cobalah untuk mengonsultasikannya dengan dokter. Hal ini penting sebab beberapa obat dapat memberikan efek samping berupa konstipasi atau sembelit.


Kapan Sembelit Kronis Harus Diwaspadai?
Sulir buang air besar Anda mungkin merupakan tanda adanya infeksi virus atau bakteri, obstruksi, penyakit radang usus (IBD), atau kanker usus besar. Cermati beberapa tanda berikut ini untuk mengantisipasi hal tersebut:

  • Sembelit berlangsung selama lebih dari dua minggu
  • Diare parah berlangsung lebih dari dua hari
  • Diare ringan berlangsung seminggu
  • Rasa mulas dan nyeri perut yang tidak dapat diredakan dengan buang air besar
  • Diare berdarah
  • Feses berwarna hitam

Read More

10 Tips Menghindari Diare yang Menganggu Aktivitas Sehari-hari Anda

Permasalah pencernaan yang terjadi pada seseorang dengan diare biasanya disebabkan oleh bakteri yang menginfeksi dari makanan, tekanan atau stres, efek samping dari obat-obatan tertentu, atau kondisi medis kronis seperti kolitis, penyakit Crohn, dan IBS. Tetapi apa pun penyebabnya, siapa pun yang memiliki masalah pencernaan sering menghadapi keluhan dan ketidaknyamanan. Namun jangan khawatir, berikut ini adalah ulasan mengenai tips menghindari diare dan mengatasi keluhanya dalam kehidupan sehari-hari.

1. Pahami Tahapan Perawatan Pencernaan Anda
Saat memeriksakan kondisi diri Anda, dokter akan menentukan penyebab dari masalah pencernaan dan meresepkan obat serta anjuran perawatan yang tepat. Hal ini termasuk dengan minum obat, menghindari makanan tertentu, dan mengadopsi beberapa kebiasaan hidup sehat. Pastikan untuk memahami dengan jelas alasan dari tiap anjuran dan aturan yang diberikan dokter. Upayakan untuk meneruskan pola hidup dan asupan makanan yang sehat dan bersih meskipun Anda sudah pulih dari diare.

2. Kenali Pemicu Masalah Pencernaan Anda
Selanjutnya, kenali juga apa yang menjadi Anda terus mengalami diare berulang. Ada banyak hal yang dapat memicu gangguan pencernaan, mulai dari kesalahan dalam mengonsumsi makanan, minuman, asupan obat, hingga kondisi kesehatan tertentu. Dengan begitu, Anda dapat mengetahui dengan pasti penanganan tepat untuk menghadapinya.

3. Diet Seimbang Agar Pencernaan Tetap Sehat
Menjaga asupan makan yang sehat dan benar dapat membantu mencegah masalah dan menenangkan sistem pencernaan Anda ketika diare muncul. Ikuti instruksi dokter Anda tentang apa yang harus dimakan dan apa yang harus dihindari. Perhatikan ukuran porsi, serta seberapa sering dan seberapa cepat Anda makan.

4. Tetap Terhidrasi, Tapi Minumlah dengan Hati-hati
Air sangat penting untuk kondisi kesehatan yang baik dan fungsi usus yang normal. Tidak hanya itu, air juga membantu tekstur kotoran berada dalam kondisi yang normal. Namun, beberapa minuman seperti kopi, soda, dan alkohol malah dapat memperparah keadaan. Asupan air putih, larutan elektrolit, dan makanan dengan kandungan air tinggi lebih dianjurkan.


5. Praktekkan Hidup Bersih dan Sehat untuk Pencernaan Lebih Baik
Pastikan untuk selalu mencuci tangan Anda dengan sabun dan air hangat setelah Anda menggunakan kamar mandi dan sebelum makan atau saat akan menyiapkan makanan. Kebiasaan baik ini dapat membantu mencegah penularan bakteri yang berpotensi menyebabkan diare pada makanan Anda.

6. Bersiap untuk Kondisi Darurat
Tidak peduli seberapa baik Anda melakukan pencegahan diare, masalah pencernaan ini dapat menyerang kapan pun. Jadi, bersiaplah dengan selalu menyimpan persediaan darurat di rumah, kantor atau sekolah, dan di kendaraan. Persediaan untuk kondisi darurat ini, antara lain:

  • Obat-obatan yang bekerja cepat untuk atasi gas, kembung, atau diare
  • Tisu basah dan kering 
  • Cadangan celana dalam dan bawahan
  • Kantong plastik untuk membuang tisu dan pakaian yang kotor

Pastikan untuk menyimpan barang-barang ini di dompet, mobil, koper, dan meja kerja Anda. Jika diare kembali menyerang, Anda sudah siap dengan perlengkapan tersebut.

7. Kelola Stres untuk Menenangkan Pencernaan
Tahukah Anda jika stres dapat menyebabkan dan memperburuk masalah pencernaan Anda. Jika stres adalah penyebab diare yang Anda alami, cobalah untuk melakukan beberapa kegiatan relaksasi seperti olahraga, yoga, meditasi, atau hobi kesukaan Anda.

8. Mencari Bantuan untuk Masalah Pencernaan
Jangan mencoba untuk menyembunyikan masalah pencernaan Anda dari keluarga, teman, dan pengasuh Anda. Bantu mereka memahami bagaimana, kapan, dan mengapa masalah pencernaan dapat terjadi pada Anda. Dengan begitu, mereka dapat membantu Anda untuk mengatasi dan mengobati diare yang mengganggu Anda. Misalnya dengan menjaga makanan yang diberikan pada Anda dan ikut menjaga kebersihan diri.


9. Kendalikan Masalah Pencernaan Anda
Jika Anda kerap kali mengalami masalah diare, pastikan untuk segera mengonsultasikan diri dengan dokter. Selain dengan memahami akar permasalahannya, Anda juga dapat menganalisis pengaruh obat-obatan yang diberikan dokter. Pastikan juga untuk selalu menanyakan efek samping dari tiap obat yang diberikan dokter.


10. Waspadai Obat Alternatif untuk Masalah Pencernaan
Perawatan pencernaan alternatif yang bekerja membersihkan usus besar banyak diiklankan. Meskipun beberapa pengobatan alternatif terbukti cukup menjanjikan, banyak pula dari mereka yang tidak hanya mahal, tetapi juga tidak efektif dan berisiko menimbulkan efek bahaya pada tubuh. Jadi, pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum mencoba terapi atau suplemen alternatif apa pun.

Read More

Penyakit Gigi yang Umum Terjadi

Sakit gigi bisa terasa sangat menyiksa. Baik itu yang datangnya perlahan, maupun tiba-tiba. Orang yang mengalaminya kemungkinan menjadi enggan beraktivitas seharian. Untuk menyembuhkannya, kenali dulu berbagai penyebab sakit gigi.

Gigi Sensitif

Pada gigi sehat, lapisan email kokoh melindungi saraf-saraf gigi. Email, disebut juga dengan enamel itu, bisa terkikis seiring berjalannya waktu. Ketika lapisan tengah gigi Anda terekspos, segala sesuatu yang mengenai gigi, baik makanan maupun minuman, menyinggung ujung saraf. Akibatnya, Anda akan merasa sakit setiap gigi tersentuh sesuatu yang panas atau dingin. Makanan manis dan asam juga akan menimbulkan gangguan serupa.

Penyakit gusi juga dapat membuat gigi menjadi sensitif. Ini terjadi saat gusi menyusut menjauhi gigi dan membuat akar gigi terekspos. Salah satu penyebabnya adalah menyikat gigi terlalu kuat.

Gigi juga bisa menjadi sensitif selama beberapa waktu, usai pembersihan di dokter gigi. Ada juga yang merasakannya setelah melakukan pemutihan (whitening) gigi. Begitu juga saat ada tambalan gigi yang terlepas atau rusak.

Gigi Berlubang

Gigi mendapat serangan setiap kali kita makan dan minum. Bakteri yang menempel, memakan sisa makanan, dan berkembang biak di sekitar gigi, sampai kita menyikat gigi. Kumpulan bakteri tersebut memproduksi zat asam yang mengikis dan melubangi gigi. Gigi juga bisa berlubang oleh faktor lain. Misalnya patah akibat kontak fisik ketika bermain sepak bola, atau berlatih mixed martial arts (MMA). Lubang yang sampai membuat lapisan dalam gigi terekspos, bisa mengakibatkan gigi sensitif.

Gigi berlubang menyebabkan rasa ngilu yang ditambah rasa sakit akibat gigi sensitif. Semakin lama rasa sakit itu muncul, semakin besar kerusakan yang timbul.

Lubang yang dalam dapat membuat bakteri masuk ke lapisan dalam gigi, yang disebut pulp. Munculnya infeksi pada pulp, bisa menyebabkan abses, yaitu terbentuknya kantung atau benjolan berisi nanah. Abses memicu rasa sakit yang tinggi secara terus menerus. Gejala infeksi pada gigi berlubang di antaranya adalah pembengkakan wajah atau gusi, napas tak sedap, demam, serta timbul rasa tak enak di mulut.

Gigi Bergesek

Kondisi gigi gemeretak atau bergesekan saat tidur, merupakan masalah yang timbul pada banyak orang. Biasanya hal ini akibat kesalahan pola tidur, stres, dan pola gigitan yang kurang pas. Menggeretakkan gigi, apalagi kalau terjadi setiap kali tidur, dapat merusak email dan membuat lubang pada gigi.

Gigi Bungsu

Gigi bungsu–geraham yang muncul paling akhir–biasanya baru tumbuh saat seseorang berusia 20 tahun. Saat gigi tumbuh dan menembus gusi, timbul rasa ngilu yang luar biasa. Setelah berhenti tumbuh pun, gigi bungsu bisa terus memberikan masalah. Misalnya, ketika posisinya miring dan membuat makanan kerap tersangkut, sehingga menjadi sarang bakteri.

Bagian Lain Tubuh

Gigi bisa merasa sakit akibat permasalahan di bagian lain tubuh. Kondisi ini dikenal sebagai sakit yang menjalar atau referred pain. Bisa saja penyebabnya adalah sakit kepala, sinusitis, masalah persendian di rahang, bahkan, meski jarang terjadi, sakit jantung.

Penanganan

Jangan menunda pergi ke dokter gigi setiap timbul rasa sakit di gigi Anda. Lubang gigi bisa memburuk di kemudian hari. Jika masalahnya adalah gigi yang gemeretak, dokter gigi dapat memberikan pelindung yang digunakan saat tidur. Anda juga bisa mengatasi rasa sensitif ringan dengan menggunakan pasta gigi khusus untuk mengurangi sensitivitas gigi, dan menyikat serta melakukan flossing secara tepat.

Read More

Tips Memilih Sepatu yang Sesuai dengan Olahraga Anda

Saat kecil, Anda pasti terbiasa dengan sepatu kets yang dapat digunakan untuk berbagai aktivitas fisik seperti bermain, berlari, hingga bermain bulu tangkis dengan teman-teman. Namun, seiring bertambahnya usia, Anda yang mulai memilih satu atau dua jenis olahraga sebagai latihan rutin dan hobi akan membutuhkan perlengkapan berupa sepatu khusus. Hal ini sangatlah penting karena tidak hanya berguna sebagai pelengkap tampilan saat berlatih, tetapi juga untuk membantu memudahkan aktivitas hingga menghindari risiko cedera terjadi. Untuk itu, simak beberapa tips memilih sepatu yang sesuai dengan olahraga berikut ini.


Sepatu Lari
Bersiap untuk rutinitas hidup sehat dengan berlari? Pastikan Anda sudah memiliki sepatu lari yang tepat untuk memudahkan kaki saat melangkah dalam satu ritme yang konsisten. Sepatu yang ringan dengan bantalan akan sangat membantu Anda untuk tetap nyaman berlari dalam segala rute jalan. Sepatu lari dirancang untuk langkah maju berulang dengan pelindung di bagian depan kaki dan tumit Anda. Dengan menggunakan sepatu lari yang tepat, Anda akan dapat menghindari shin splints, fraktur, tendinitis, dan masalah cedera kaki akibat berlari lainnya.

Sepatu Tenis
Saat Anda bermain tenis, Anda akan banyak melakukan gerakan dari sisi ke sisi. Itulah sebabnya Anda membutuhkan sepatu yang dapat menjadi penyangga dari dalam dan luar kaki. Selain itu, Anda juga perlu sepatu yang dapat membantu fleksibilitas pada telapak kaki di untuk gerakan maju yang cepat. Pilih sepatu dengan sol yang lebih lembut jika Anda bermain di lapangan yang lembut. Akan tetapi, Anda lebih dianjurkan untuk memilih sepatu dengan sol yang lebih tepat jika bermain di lapangan keras.

Sepatu Basket
Berbeda dengan sepatu lari, para pemain basket cenderung menggunakan sepatu dengan sol yang lebih tebal dan kaku agar dapat memberikan stabilitas ekstra saat Anda berlari serta melompat ke atas dan ke bawah. Sepatu basket juga identik dengan high-top ankle yang akan melindungi dan mendukung pergelangan kaki Anda saat melakukan perubahan arah dengan cepat dan ketika Anda melompat dan mendarat dari sebuah lompatan.

Sepatu Sepak Bola
Ketika Anda berada di lapangan sepak bola, Anda akan ingin memakai sepatu dengan pul (juga biasa disebut sebagai gerigi, paku, atau kancing) pada bagian sol bawahnya. Bagian ini sangat penting karena dapat memberi gaya gesek tambahan pada tanah dan rumput sehingga tidak mudah terjatuh. Meskipun begitu, Anda tidak perlu khawatir karena pul ini tidak akan mengganggu pemakainya. Para pesepak bola masih bisa bermain dengan nyaman dengan menggunakan sepatu ini.

Sepatu Futsal
Berbeda dengan sepatu bola yang memiliki pul di solnya, para pemain futsal tidak membutuhkan sepatu seperti itu. Sebab, jenis lapangan futsal menggunakan rumput sintetis di mana tidak ada tanah yang membutuhkan pul untuk berpijak. Pada sepatu futsal, bagian bawahnya terbuat dari karet yang menggunakan bahan yang tidak keras. Hal ini penting sebab lapangan futsal cenderung memiliki tekstur yang empuk.


Sepatu Baseball dan Softball
Untuk Anda para pemain baseball dan softball, Anda dapat memilih sepatu khusus untuk kedua olahraga ini. Sepatu untuk baseball dan softball biasanya lebih panjang dan sempit daripada beberapa sepatu olahraga lainnya. Selain itu, sepatu olahraga ini juga dilengkapi dengan cleat toe dapat terbuat dari logam, bukan dari plastik yang dibentuk. Bagian ini sangat penting untuk menghindari benturan pada tongkat baseball dan softball yang berisiko terjatuh mengenai kaki.

Sepatu Golf
Bagi Anda penikmat olahraga golf, pemilihan sepatu juga tidak bisa dilakukan sembarangan. Pasalnya, ada sepatu yang memang dikhususkan untuk memudahkan aktivitas permainan golf. Sepatu golf dapat meningkatkan kenyamanan permainan Anda dan membuat Anda lebih aman saat berjalan di lapangan. Cleat pendek pada sol membantu membuat kaki Anda lebih kuat dan kokoh saat mengayunkan tongkat golf. Itu membuat Anda tidak mudah untuk tergelincir. Sepatu golf juga memberi Anda lebih banyak stabilitas saat Anda berjalan dari pada berbagai tekstur permukaan lapangan.

Sepatu Hiking
Anda menyukai aktivitas berjalan di perbukitan? Sepatu yang didesain dan dibuat khusus untuk mendaki akan memberikan kaki Anda perlindungan yang lebih baik di jalan. Selain menghindari jatuh, sepatu hiking juga akan melindungi kaki dari kerikil dan mengurangi risiko pergelangan kaki terkilir. Anda dapat memilih sepatu yang ringan untuk jalur yang cenderung mudah. Sepatu midweight untuk hiking di medan berbatu atau permukaan yang tidak rata. Ataupun sepatu boots kelas berat untuk menanjak gunung dengan permukaan tanah berbatu, lumpur, es, atau bahkan salju.

Sepatu Bersepeda
Terakhir, bagi Anda para pesepeda, jangan sepelekan pemilihan sepatu yang tepat untuk memastikan kaki Anda terlindungi dari risiko cedera. Sepatu bersepeda gunung dan rekreasi biasanya memiliki cleat cekung dan sol yang fleksibel. Bentuk sepatu ini akan berguna untuk mempermudah Anda dalam berjalan atau mengayunkan sepeda dengan nyaman.

Itulah beberapa tips memilih sepatu berdasarkan olahraga yang dilakukan. Jadi, pastikan untuk menggunakan sepatu yang tepat untuk memudahkan aktivitas dan mengurangi risiko cedera terjadi.

Read More