Gejala dan Perawatan Terinfeksi Escherichia Coli

Mungkin Anda sudah sering mendengar istilah Escherichia coli atau E. coli. Bakteri ini biasanya hidup di usus manusia. Dalam kondisi sehat, bakteri E. coli berguna bagi pencernaan dan tidak menyebabkan gangguan apa pun. Namun, pada kondisi tertentu, bakteri E. coli bisa berbahaya.

Bakteri Escherichia coli yang berbahaya umumnya terdapat dalam makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi. Jika tidak sengaja mengonsumsinya, maka biasanya akan menyebabkan tubuh terinfeksi bakteri.

Beberapa penyakit yang bisa disebabkan oleh bakteri E. coli ini seperti, keracunan makanan, pneumonia, diare, hingga infeksi saluran kemih.

Gejala Terinfeksi Bakteri Escherichia coli

Biasanya orang yang terinfeksi bakteri E. coli ini akan merasakan gejala pada 1-10 hari setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang terinfeksi bakteri. Gangguan ini biasanya terjadi sekitar 5-10 hari lamanya. Namun, bila infeksi disebabkan oleh E.coli jenis O157, gejala akan muncul 3-4 hari setelah terinfeksi.

Apa tanda-tanda atau gejala seseorang terinfeksi bakteri E. coli? Simak berikut ini:

  • Penderita akan merasa sakit perut dan juga kram secara tiba-tiba
  • Mual dan muntah
  • Setelah perut terasa sakit, maka BAB biasanya akan cair
  • BAB berdarah
  • Badan terasa lemas
  • Demam

Gejala di atas adalah gejala normal yang muncul bila terinfeksi Escherichia Coli. Namun, untuk kondisi yang parah, maka gejala yang muncul berupa:

  • Muka pucat
  • Dehidrasi
  • Urine berdarah
  • Jumlah urine yang dikeluarkan saat buang air kecil akan terus berkurang
  • Kulit terlihat memar tanpa sebab

Biasanya infeksi bakteri E.coli dalam kondisi wajar akan sembuh sendiri dengan banyak mengonsumsi air putih dan istirahat yang cukup. Namun, dalam kondisi yang parah, pasien harus segera diberikan penanganan medis dan mendapatkan perawatan medis yang intensif. Sebab, apabila kondisi ini dibiarkan, bakteri akan merusak organ lain yang ada dalam tubuh dan menimbulkan berbagai komplikasi, seperti kerusakan sel darah hingga gagal ginjal.

Perawatan Infeksi Bakteri Escherichia Coli

Ada beberapa hal yang harus Anda ketahui jika mengalami infeksi bakteri E. coli ini. Salah pengobatan dan penanganan akan memperparah kondisi. Saat mengalami BAB cair atau mencret disebabkan bakteri ini, tidak disarankan untuk konsumsi obat diare. Sebab, obat ini akan membuat kerja sistem pencernaan lebih lama, sehingga bakteri akan bertahan lebih lama di usus. Pastikan untuk terus konsumsi air putih agar tidak dehidrasi.

Tidak disarankan juga untuk mengonsumsi antibiotik saat terjadinya infeksi bakteri E. coli ini. Sebab, akan meningkatkan risiko terjadinya komplikasi.

Jika sudah terkena sindrom uremik hemolitik, kondisi infeksi bakteri E. coli yang sudah sangat parah, dokter akan memberikan cairan melalui infus untuk memenuhi kebutuhan cairan dalam tubuh. Dilanjutkan dengan perawatan lain yang mungkin dilakukan seperti transfusi darah, dan cuci darah.

Faktor Risiko Bakteri Escherichia Coli

Risiko terinfeksi bakteri ini dapat meningkat yang disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor yang dimaksud adalah:

  • Faktor Usia

Anak-anak dan orang tua lebih berisiko mengalami sakit akibat infeksi bakteri Escherichia Coli ini

  • Lemahnya Sistem Kekebalan Tubuh

Para penderita HIV/AIDS atau orang yang menjalani kemoterapi lebih berisiko terkena infeksi bakteri E. coli ini. Hal ini dikarenakan sistem kekebalan tubuhnay rendah.

  • Adanya Penurunan Kadar Asam dalam Perut

Penurunan kadar asam di dalam perut dengan mengonsumsi obat-obatan yang berfungsi  menurunkan kadar asam lambung dapat meningkatkan risiko terinfeksi bakteri Escherichia Coli.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*