Hormon Tiroid: Mengenal Fungsi, Jenis, dan Cara Kerjanya

Tubuh manusia terbentuk dari sel, kumpulan sel membentuk jaringan, lalu kumpulan jaringan membentuk organ, hingga akhirnya menjadi satu kesatuan yang disebut sistem organ. Salah satu sistem organ tubuh yang penting adalah sistem endokrin, yaitu kelenjar dan hormon yang dihasilkannya. Satu diantara banyaknya kelenjar adalah kelenjar tiroid yang menyekresikan hormon tiroid. Hormon ini sangat penting fungsinya di dalam tubuh, bahkan hampir terlibat dalam setiap proses metabolisme di tubuh.

Kelenjar tiroid, penghasil hormon tiroid

Kelenjar tiroid merupakan suatu organ yang berbentuk kupu-kupu dan terletak di pangkal leher. Kelenjar ini menghasilkan hormon tiroid yang berfungsi untuk mengontrol metabolisme atau proses tubuh menghasilkan energi. Fungsinya pada organ vital tubuh lainnya, termasuk pernapasan, denyut jantung, sistem saraf pusat dan perifer, berat badan, kekuatan otot, siklus menstruasi, suhu tubuh, serta kadar kolesterol.

Kelenjar tiroid yang menghasilkan hormon tiroid ini memiliki panjang sekitar 2 inci dan terletak di depan tenggorokan di bawah tonjolan tulang rawan tiroid (yang sering disebut jakun). Kelenjar tiroid memiliki dua sisi yang disebut lobus yang terletak di kedua sisi tenggorokan. Biasanya, antar lobus dihubungkan oleh jaringan tiroid yang disebut juga dengan isthmus.

Jenis-jenis hormon tiroid

Tiroid merupakan bagian dari sistem endokrin tubuh. Organ ini terdiri dari kelenjar yang memproduksi, menyimpan, dan melepaskan hormon tiroid ke dalam aliran darah, sehingga hormon tersebut dapat mencapai sel-sel tubuh. Kelenjar tiroid dapat berfungsi karena adanya yodium dari makanan yang dikonsumsi, sehingga menghasilkan 2 jenis hormon tiroid, yaitu triiodothyronine (T3) dan tiroksin (T4).

Triiodothyronine (T3) merupakan hormon tiroid yang jumlahnya sedikit di dalam darah, bekerja singkat, tapi memiliki efek yang lebih kuat dibandingkan tiroksin (T4). Adapun tiroksin (T4) adalah hormon tiroid yang keberadaannya di dalam darah dalam bentuk free T4 dan yang terikat dengan protein TBG (thyroxine-binding globulin).

Cara kerja kelenjar tiroid menyekresikan hormon tiroid

Tubuh penting untuk menjaga agar kadar hormon T3 dan T4 ini tetap seimbang, artinya tidak terlalu tinggi dan tidak pula terlalu rendah. Kelenjar hipotalamus dan hipofisisi di otak akan saling ‘berkomunikasi’ untuk menjaga keseimbangan kedua hormon ini di tubuh.

Kelenjar hipotalamus di bagian otak menghasilkan TRH (thyrotropin releasing hormone) yang memberikan sinyal kepada kelenjar hipofisis anterior untuk menyekresikan TSH (thyroid stimulating hormone). Hormon ini akan memberi tahu kelenjar tiroid untuk memproduksi lebih banyak atau lebih sedikit hormon tiroid, yaitu T3 dan T4 melalui reseptor di permukaan sel tiroid.

Apabila kadar T3 dan T4 rendah di dalam darah, maka kelenjar hipofisis anterior akan melepaskan TSH lebih banyak untuk memberi tahu kelenjar tiroid, agar memproduksi hormon tiroid lebih banyak. Sebaliknya, jika kadar T3 dan T4 tinggi di dalam darah, maka kelenjar hipofisis anterior menyekresikan TSH lebih sedikit ke kelenjar tiroid untuk memperlambat produksi hormon tiroid tersebut.

Dampak bila hormon tiroid kelebihan dan kekurangan

Baik itu kelebihan maupun kekurangan hormon tiroid, sama-sama berdampak buruk pada kesehatan tubuh. Mengingat, perannya yang penting dalam fungsi metabolisme tubuh, termasuk pertumbuhan, perkembangan, dan perbaikan sel-sel tubuh.

Bila tubuh kekurangan hormon tiroid (hipotiroidisme), maka tubuh akan menunjukkan gejala-gejala, seperti:

  • Kesulitan tidur.
  • Kelelahan berkepanjangan.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Kulit dan rambut kering.
  • Depresi.
  • Sensitif terhadap suhu dingin.
  • Gangguan siklus menstruasi.
  • Nyeri sendi dan otot.

Adapun tubuh yang mengalami kelebihan hormon tiroid (hipertiroidisme), gejala yang muncul meliputi:

  • Kegelisahan.
  • Cepat marah atau murung.
  • Gugup dan jadi hiperaktif.
  • Berkeringat atau sensitif terhadap suhu tinggi.
  • Tangan gemetar.
  • Rambut rontok.
  • Siklus menstruasi tidak teratur.

Jadi, penting sekali menjaga keseimbangan hormon di dalam tubuh, termasuk hormon tiroid ini. Mulai dari sekarang, jagalah pola makan dan gaya hidup Anda agar lebih sehat, istirahat yang cukup, dan hindari stres. Jika Anda mengalami gejala-gejala seperti di atas, maka segeralah konsultasikan dengan dokter terkait kondisi yang sebenarnya dialami saat ini.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*