Mengenal Humektan dalam Produk Skin and Hair Care

Masalah kulit kering atau rambut kering merupakan masalah yang cukup lazim dihadapi oleh banyak orang. Sehingga dalam memilih produk perawatan kulit dan rambut atau skin and hair care, komponen pelembap perlu menjadi salah satu pertimbangan.

Salah satu kelompok zat pelembap yang umum ditambahkan dalam produk perawatan kulit dan rambut adalah humektan. Berbagai jenis produk skin and hair care, seperti losion, krim pelembap, sampo, dapat mengandung humektan. Zat ini digunakan secara luas karena kemampuannya dalam melembapkan, sekaligus menjaga khasiat dari produk tersebut.

Mekanisme kerja humektan

Cara kerja humektan berbeda satu dan yang lainnya. Secara sederhana, sebagian mekanisme kerja humektan dapat digambarkan seperti magnet. Zat ini akan menarik kelembapan dari air yang ada di udara, lalu membawanya ke lapisan teratas kulit.

Hal serupa juga berlaku pada rambut. Dengan demikian, kelembapan rambut dan kulit akan terjaga.

Beberapa jenis humektan lain bekerja dengan langsung memberikan kelembapan pada kulit dan rambut. Sementara, ada juga jenis humektan yang bekerja dengan menyingkirkan kulit mati terlebih dahulu, barulah mengendalikan kelembapan kulit.

Berbagai jenis humektan dalam produk skin and hair care

Banyak sekali jenis humektan yang biasa ditambahkan dalam produk skin and hair care. Berikut ini beberapa diantaranya:

1. Gliserin

Gliserin atau gliserol merupakan salah satu jenis humektan yang cukup umum digunakan dalam produk skin and hair care. Zat ini dapat dibuat dari tumbuhan, hewan, juga fermentasi alkohol atau roti.

Jenis humektan yang satu ini banyak digunakan di dalam sabun, sampo, kondisioner, krim pembersih wajah, sampai produk pelembap kulit.

2. Asam salisilat

Anda yang memiliki masalah kulit berjerawat mungkin familier dengan zat yang satu ini. Ya, asam salisilat memang dikenal luas dapat mengatasi jerawat, termasuk blackhead atau whitehead. Namun, tahukah Anda bahwa asam salisilat juga memiliki daya untuk melembapkan?

Tak hanya mampu melembapkan kulit, asam salisilat juga membantu zat pelembap lain untuk menembus kulit, sehingga produk bekerja lebih efektif.

3. Asam alfa hidroksi

Jenis-jenis asam yang termasuk ke dalam asam alfa hidroksi atau alpha hydroxy acids (AHA) sangat populer sebagai zat yang mempercepat pengelupasan kulit atau eksfoliasi.

Nah, AHA juga ternyata dapat berperan sebagai humektan yang membantu komponen pelembap lain berpenetrasi ke dalam kulit. 

4. Asam hyaluronat

Penggunaan asam hyaluronat lebih banyak pada produk skin care dan ditujukan untuk mengatasi kerutan. Namun, saat dikombinasikan dengan vitamin C, asam hyaluronat dapat berlaku sebagai humektan, melapisi kulit yang kering.

5. Urea

Pada masalah kekeringan yang parah, urea memang dianggap cukup efektif. Akan tetapi, zat yang satu ini dapat menimbulkan rasa perih, terutama bila dioleskan pada bagian kulit yang pecah-pecah. Itulah sebabnya urea jarang ditemukan dalam produk skin and hair care yang dijual bebas. Sebab zat ini memang hanya dapat digunakan atas rekomendasi dari dokter. Dalam memilih humektan atau zat pelembap yang tepat, ada baiknya Anda melakukan riset terlebih dahulu, sebelum memutuskan untuk membeli produk skin and hair care tertentu. Tujuannya, agar hasil optimal dapat dicapai bila Anda benar-benar memilih produk sesuai dengan kebutuhan kulit dan rambut Anda. Jadi, dibutuhkan ketelitian dalam membeli produk perawatan kulit dan rambut. Biasakanlah untuk membaca informasi produk secara seksama.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*