Mengenal Penyakit Campak Jerman (Rubella)

Penyakit campak Jerman, atau biasa disebut dengan istilah rubella, merupakan sebuah infeksi yang disebabkan oleh virus rubella. Gejala yang ditimbulkan biasanya ringan, namun apabila infeksi terjadi saat kehamilan berlangsung, penyakit ini dapat menyebabkan masalah serius pada pada janin yang masih dalam kandungan, seperti kehilangan pendengaran. Rubella merupakan jenis penyakit yang bisa dicegah. Sejak tahun 1969, program vaksinasi dilakukan untuk mengurangi kasus penyakit ini. Dan pada tahun 2004, rubella dinyatakan musnah di Amerika Serikat. Namun, terus melanjutkan vaksinasi rubella sangat penting dilakukan karena virus dapat masuk ke negara bebas rubella dari negara lain. Sekitar 25-50% orang-orang yang memiliki virus rubella tidak menyadari mereka membawa virus ini. Hal ini berarti orang-orang dapat melakukan kontak langsung dengan rubella tanpa menyadarinya. Artikel ini akan membahas gejala, diagnosis, dan perawatan penyakit rubella.

Penyebab penyakit rubella

Virus rubella dapat menyebar dari satu orang ke orang lain lewat bersin ataupun batuk. Virus tersebut akan berlipat ganda di dalam kelenjar getah bening dan nasofaring, tabung yang menghubungkan rongga hidung dengan langit-langit lunak. Dalam 5 hingga 7 hari setelah infeksi terjadi, virus akan menyebar ke seluruh tubuh di dalam darah. Seseorang yang memiliki rubella menular seminggu sebelum ruam muncul dan seminggu setelahnya.

Gejala penyakit rubella

Kata “rubella” berarti “merah kecil” dan penyakit ini akan memberikan ruam merah kecil pada kulit. Pada umumnya, gejala atau tanda-tanda rubella akan muncul 14 hingga 21 hari setelah infeksi terjadi. Ruam biasanya akan muncul di wajah, yang kemudian akan menyebar ke tubuh dan lengan. Setelah 3 hingga 5 hari, ruam akan memudar dan hilang. Ruam yang timbul terkadang akan terasa gatal. Selain ruam berwarna merah dan berukuran kecil di seluruh tubuh, gejala lain rubella seperti hidung mampet atau meler, sakit kepala, demam ringan, mata iritasi dan berwarna merah, peradangan saraf, kelenjar getah bening yang membesar, dan persendian yang terasa sakit. Infeksi penyakit rubella dapat terjadi pada siapa saja tidak peduli umur ataupun jenis kelamin. Meskipun demikian, rubella jarang menyerang anak-anak atau orang tua berusia di atas 40 tahun. Mereka yang terinfeksi rubella dalam usia yang lebih tua biasanya akan memiliki gejala-gejala yang lebih parah.

Pencegahan penyakit rubella

Vaksin rubella biasanya diberikan bersamaan dengan vaksin gondok dan vaksin campak. Vaksin ini berfungsi untuk mencegah penularan penyakit ini. Vaksin ini hadir dalam bentuk virus aktif yang telah dilemahkan. Vaksin diberikan pada umur 12 hingga 15 bulan, dengan dosis kedua di berikan pada usia 4 hingga 6 tahun. Orang-orang dewasa yang belum mendapatkan vaksin campak, gondok, dan rubella (MMR) harus segera mendapatkannya, dengan pengecualian pada mereka dengan kondisi:

  • Siapapun yang memiliki tes darah dengan hasil kebal terhadap campak, gondok, dan rubella
  • Mereka yang lahir sebelum tahun 1957
  • Mereka yang sudah mendapatkan 2 dosis vaksin MMR atau 1 dosis vaksin MMR ditambah vaksin campak pada dosis kedua
  • Mereka yang sudah mendapatkan 1 dosis vaksin MMR dan tidak memiliki risiko tinggi terkena paparan campak dan gondok
  • Ibu hamil atau mereka yang berencana untuk hamil dalam waktu 4 minggu
  • Mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang sangat terganggu

Mereka yang sakit juga perlu menunggu sampai benar-benar sembuh sebelum mendapatkan vaksinasi rubella.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*