Pengobatan yang Bisa Dilakukan untuk Atresia Ani

Atresia ani ditandai dengan tidak adanya anus atau lokasi anus yang tidak pada tempat semestinya.

Penyakit dengan nama lain imperforate anus merupakan kondisi dengan kelainan atau cacat bawaan pada saat bayi lahir. Atresia ani juga merupakan kondisi anus bayi yang tidak terbentuk secara sempurna atau tidak normal. Cacat lahir bawaan ini menyebabkan kotoran bayi atau feses tidak bisa keluar dengan normal dari dalam tubuh.

Perlu diketahui bahwa terdapat perbedaan dengan bayi pada umumnya, bayi perempuan dengan kondisi ini memiliki rektum, kandung kemih dan vagina dalam satu lubang bukaan besar yang sama. Lubang bukaan ini disebut dengan kloaka, cacat ini mulai berkembang sejak bayi masih berada di dalam kandungan ibu hamil.

Jenis Pengobatan Atresia Ani

Salah satu pengobatan yang harus dilakukan untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan melakukan operasi, terdapat beberapa jenis operasi yang bisa dilakukan. Tergantung pada kondisi yang dialami si bayi, sementara dokter ahli bedah akan memilih metode yang cocok untuk melakukan operasi yang akan dilakukan, berikut beberapa di antaranya.

  • Operasi Kolostomi

Prosedur operasi ini akan dilakukan dokter dengan cara membuat dua lubang kecil di bagian perut bayi, setelah itu pada usus bagian bawah akan ditempelkan satu lubang dan usus bagian atas ditempelkan pada lubang lain. Lubang ini merupakan kantung yang menempel di bagian luar tubuh bayi, tujuannya untuk menampung feses agar bisa keluar.

  • Operasi Korektif

Prosedur yang dilakukan akan disesuaikan terlebih dahulu dengan tingkat seberapa parah kondisi yang dialami bayi. Sebagai contoh, sejauh mana posisi rektum bayi turun, kemudian seperti apa pengaruh rektum yang turun dengan otot-otot di sekitarnya dan lain sebagainya.

  • Operasi Anoplasti Perineum

Merupakan prosedur yang akan dilakukan dokter dengan melakukan penutupan jika rektum terhubung atau melekat pada uretra maupun vagina. Selain itu, proses operasi ini akan dilanjutkan dengan membuat anus bayi pada posisi yang normal.

  • Operasi Pull-through

Dokter akan menarik rektum ke bawah yang nantinya terhubung dengan anus bayi yang baru, prosedur ini bisa membantu feses bayi keluar dari tubuh. Sementara, dokter biasanya menyarankan para orang tua melakukan peregangan pada anus bayi secara berkala, proses ini bisa dilakukan selama beberapa bulan segera setelah operasi.

Pengobatan di Rumah

Selain operasi, terdapat cara lain sebagai pengobatan yang bisa dilakukan di rumah secara mandiri dengan mengikuti petunjuk dokter. Petunjuk yang diberikan dokter ini dilakukan setelah bayi menjalani operasi. Berikut ini beberapa langkah yang harus dilakukan pada anak dengan kondisi tidak memiliki lubang anus dalam waktu jangka panjang.

  • Langkah pertama yang harus dilakukan adalah pemeriksaan rutin ke dokter terkait kondisi si bayi pasca melakukan operasi.
  • Melakukan perubahan pola makan, level aktivitas anak dan ajari kebiasaan buang ari kecil serta air besar pada anak untuk mengurangi konstipasi.
  • Membantu anak belajar bagaimana menggunakan anus yang sudah dibuat sebelumnya dan dimiliki si bayi.
  • Lakukan pelatihan untuk menstimulasi saraf pada usus, kemudian jika diperlukan dokter akan menyarankan melakukan operasi untuk meningkatkan kendali usus.

Diagnosa penyakit ini dilakukan dengan pemeriksaan fisik, ketika dokter melihat lubang anus pada bayi yang hilang atau berada dalam posisi yang salah. Hubungan yang abnormal antara usus dan kandung kemih yang disertai berubahnya tinja menjadi urine merupakan tanda-tanda dari penyakit atresia ani, maka dari itu beberapa tanda ini perlu diperhatikan secara cermat.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*