Penyakit Langka Pada Anak, Sindrom Kallman

Kesehatan Remaja - Mengenal Gangguan Sindrom Kallman pada Remaja ...

Sindrom Kallmann adalah suatu kondisi yang ditandai oleh pubertas yang tertunda atau tidak ada serta gangguan penciuman.

Gangguan ini adalah bentuk hipogonadisme hipogonadotropik, yang merupakan kondisi akibat kurangnya produksi hormon tertentu yang mengarahkan perkembangan seksual.  Hormon-hormon ini biasanya dibuat di bagian otak Anda yang disebut hipotalamus.

Pada masa pubertas, individu yang paling terkena dampak tidak mengembangkan karakteristik seks sekunder, seperti pertumbuhan rambut wajah dan pendalaman suara pada pria, awal periode bulanan (menstruasi) dan perkembangan payudara pada wanita, dan lonjakan pertumbuhan pada kedua jenis kelamin. 

Pada sindrom Kallmann, indera penciuman Anda berkurang (hyposmia) atau benar-benar tidak ada (anosmia). Gejala inilah yang membedakan sindrom Kallmann dari sebagian besar bentuk hipogonadisme hipogonadotropik lainnya, yang tidak mempengaruhi indera penciuman.  

Sindrom Kallmann adalah kondisi yang diturunkan, artinya diturunkan dari orang tua kepada anak-anak mereka. Para ibu dapat mewariskan gen tersebut kepada anak perempuan dan anak laki-laki mereka, tetapi ayah biasanya hanya dapat mewariskannya kepada anak perempuan mereka. 

Kondisi ini lima kali lebih umum pada anak laki-laki daripada anak perempuan. Perawatan untuk sindrom Kallmann umumnya efektif, dan termasuk penggantian hormon.

Berikut adalah tanda dan gejala sindrom Kallmann:

  • Sejak lahir, anak-anak dengan sindrom Kallman memiliki indra penciuman yang sangat buruk atau tidak ada penciuman. Kondisi ini tidak bisa diobati.
  • Anak laki-laki dapat memiliki penis kecil dan mengalami pubertas yang tertunda.
  • Anak perempuan mengalami keterlambatan perkembangan payudara dan rambut kemaluan dan tidak mengalami menstruasi (periode bulanan).
  • Jika tidak diobati, sebagian besar pria dan wanita yang terkena sindrom Kallmann mengakibatkan tidak dapat memiliki anak kandung (infertil).

Terkadang sindrom Kallmann juga dapat memengaruhi ginjal, telinga, jantung, mata, dan bagian otak. Beberapa anak dengan sindrom Kallmann akan mengalami langit-langit mulut yang sumbing, obesitas, masalah penglihatan atau pendengaran, atau cacat intelektual. Namun, tidak semua orang dengan sindrom Kallmann memiliki semua masalah ekstra ini.

Bentuk standar perawatan medis sindrom Kallman melibatkan terapi penggantian hormon dan ini biasanya disesuaikan dengan kebutuhan klinis pasien. Perawatan lain mungkin juga diperlukan untuk mendorong kesuburan untuk mencapai kehamilan.

Jika Anda merasa perkembangan pubertas anak Anda tidak sesuai atau tidak berkembang, Anda disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter.

Read More

Parafimosis dan Sederet Tanda Lelaki Harus Segera Disunat

Penis merupakan organ reproduksi laki-laki yang harus senantiasa dijaga kebersihan dan kesehatannya. Jika tidak, beberapa masalah kesehatan mungkin muncul dan mengganggu fungsinya. Salah satu masalah yang dimaksud adalah parafimosis. Sementara itu, salah satu cara terbaik untuk menjaga kesehatan dan kebersihan penis adalah dengan sirkumsisi atau orang Indonesia mengenal dengan istilah sunat.

Sunat awalnya merupakan perintah atau anjuran agama yang kemudian dikonfirmasi oleh medis, melalui berbagai penelitian dan kajian, memiliki banyak sekali manfaat untuk kebersihan dan kesehatan organ vital pria tersebut.

Sunat merupakan memotong, lebih tepatnya membuang, kelopak kulit penutup ujung penis. Kulit yang dikenal dengan istilah “kulup” itu cenderung tidak memiliki fungsi apa-apa. Keberadaannya justru bisa menghambat sirkulasi cairan (urine maupun sperma). Sisa cairan itu bisa menumpuk di sana dan memicu pertumbuhan bakteri.

Dari situlah akhirnya muncul berbagai masalah kesehatan yang berhubungan dengan penis. Di bawah ini ada beberapa masalah kesehatan yang mengharuskan seorang laki-laki melakukan sunat untuk menyelesaikan keluhan-keluhan tersebut:

  • Fimosis

Fimosis merupakan suatu kondisi di mana kulup tidak dapat ditarik ke belakang kepala penis. Sebagian besar fimosis terjadi lantaran faktor genetik. Kondisi fimosis yang parah akan membuat saluran kemih tertutup.

Seseorang yang mengalami fimosis dan tak segera disunat akan membuat urine mereka tertahan oleh kulup sampai menggelembung. Saat tekanan di kulup sudah besar, baru urine mereka bisa keluar sedikit-sedikit.

Jika tidak segera disunat, fimosis bisa memunculkan peradangan di lubang penisnya serta infeksi saluran kemih.

  • Parafimosis

Kondisi ini kebalikan dari fimosis di mana kulup penis tidak dapat ditarik kembali ke kepala penis. Jika terjadi, parafimosis bisa mengganggu sirkulasi darah di penis. Ciri-ciri dan gejala seseorang mengalami parafimosis biasanya sakit berhari-hari dan sulit buang air kecil. Kondisi ini mengharuskan seorang lelaki yang terserang harus mendapatkan sirkumsisi segera.

Di Indonesia, parafimosis dikait-kaitkan dengan fenomena mistis. Karena kepala penis terbuka secara tiba-tiba dan tak bisa kembali ke tempatnya, banyak yang mengira bahwa si penderita telah disunat oleh jin.

  • Balanitis

Kondisi ini memnyebabkan pembengkakan dan rasa nyeri atau iritasi di kulit dan kepala penis. Balanitis bisa dikenali ketika kulup penis ditarik ke atas terdapat smegma atau kotoran putih di “leher” kepala penis.

Karena kulup menghalangi sirkulasi cairan, memungkinkan smegma atau kotoran tersebut menumpuk dan lengket di sana. Kulit penis juga biasanya meradang dan merah-merah. Jika balanitis tidak segera ditangani dengan cara disunat, maka infeksinya bisa meradang sampai ke saluran kemih yang bisa membuat nyeri saat buang air kecil.

  • Hipospadia

Hipospaida merupakan kelainan bawaan sejak lahir yang ditandai dengan posisi uretra penis yang seharusnya berada di ujung justru berada di bagian bawah batang penis. Biasanya kondisi ini diketahui ketika cipratan urine muncrat ke mana-mana dan membuat ereksi melengkung ke bawah.

Jika laki-laki mengalami kondisi ini, penting untuk segara melakukan sunat sambil melakukan operasi untuk membenarkan salurannya. Karena jika tidak, kondisi ini bisa mempengaruhi pria ketika menikah nanti.

Kondisi itu memungkinkan seorang pria kesulitan mendapatkan keturunan lantaran saat melakukan seks sperma yang keluar dari saluran uretra yang berada di bawah penis tidak bisa mencapai rahim.

  • Kondiluma akuminata

Kondisi ini biasa dikenal juga sebagai infeksi saluran kemih yang ditularkan melalui hubungan seksual. Cirinya, terdapat kutil di dalam atau di sekeliling penis. Kondisi ini juga bisa mempengaruhi vagina dan dubur.

Jika tidak segera disunat, penis akan terasa gatal dan bisa berdarah ketika pria melakukan hubungan seksual. Apalagi kondiluma akuminata juga berpotensi menular ke pasangan.

***

Jika anak lelaki atau lelaki dewasa mengalami parafimosis atau sederet masalah kesehatan penis lain seperti yang disebutkan di atas, segeralah mendatangi fasilitas medis atau rumah sunat untuk mendapatkan penanganan. Jangan biarkan kondisi ini berlarut-larut lantaran dapat menimbulkan masalah yang lebih berat pada kemudian hari.

Read More

Pengobatan yang Bisa Dilakukan untuk Atresia Ani

Atresia ani ditandai dengan tidak adanya anus atau lokasi anus yang tidak pada tempat semestinya.

Penyakit dengan nama lain imperforate anus merupakan kondisi dengan kelainan atau cacat bawaan pada saat bayi lahir. Atresia ani juga merupakan kondisi anus bayi yang tidak terbentuk secara sempurna atau tidak normal. Cacat lahir bawaan ini menyebabkan kotoran bayi atau feses tidak bisa keluar dengan normal dari dalam tubuh.

Perlu diketahui bahwa terdapat perbedaan dengan bayi pada umumnya, bayi perempuan dengan kondisi ini memiliki rektum, kandung kemih dan vagina dalam satu lubang bukaan besar yang sama. Lubang bukaan ini disebut dengan kloaka, cacat ini mulai berkembang sejak bayi masih berada di dalam kandungan ibu hamil.

Jenis Pengobatan Atresia Ani

Salah satu pengobatan yang harus dilakukan untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan melakukan operasi, terdapat beberapa jenis operasi yang bisa dilakukan. Tergantung pada kondisi yang dialami si bayi, sementara dokter ahli bedah akan memilih metode yang cocok untuk melakukan operasi yang akan dilakukan, berikut beberapa di antaranya.

  • Operasi Kolostomi

Prosedur operasi ini akan dilakukan dokter dengan cara membuat dua lubang kecil di bagian perut bayi, setelah itu pada usus bagian bawah akan ditempelkan satu lubang dan usus bagian atas ditempelkan pada lubang lain. Lubang ini merupakan kantung yang menempel di bagian luar tubuh bayi, tujuannya untuk menampung feses agar bisa keluar.

  • Operasi Korektif

Prosedur yang dilakukan akan disesuaikan terlebih dahulu dengan tingkat seberapa parah kondisi yang dialami bayi. Sebagai contoh, sejauh mana posisi rektum bayi turun, kemudian seperti apa pengaruh rektum yang turun dengan otot-otot di sekitarnya dan lain sebagainya.

  • Operasi Anoplasti Perineum

Merupakan prosedur yang akan dilakukan dokter dengan melakukan penutupan jika rektum terhubung atau melekat pada uretra maupun vagina. Selain itu, proses operasi ini akan dilanjutkan dengan membuat anus bayi pada posisi yang normal.

  • Operasi Pull-through

Dokter akan menarik rektum ke bawah yang nantinya terhubung dengan anus bayi yang baru, prosedur ini bisa membantu feses bayi keluar dari tubuh. Sementara, dokter biasanya menyarankan para orang tua melakukan peregangan pada anus bayi secara berkala, proses ini bisa dilakukan selama beberapa bulan segera setelah operasi.

Pengobatan di Rumah

Selain operasi, terdapat cara lain sebagai pengobatan yang bisa dilakukan di rumah secara mandiri dengan mengikuti petunjuk dokter. Petunjuk yang diberikan dokter ini dilakukan setelah bayi menjalani operasi. Berikut ini beberapa langkah yang harus dilakukan pada anak dengan kondisi tidak memiliki lubang anus dalam waktu jangka panjang.

  • Langkah pertama yang harus dilakukan adalah pemeriksaan rutin ke dokter terkait kondisi si bayi pasca melakukan operasi.
  • Melakukan perubahan pola makan, level aktivitas anak dan ajari kebiasaan buang ari kecil serta air besar pada anak untuk mengurangi konstipasi.
  • Membantu anak belajar bagaimana menggunakan anus yang sudah dibuat sebelumnya dan dimiliki si bayi.
  • Lakukan pelatihan untuk menstimulasi saraf pada usus, kemudian jika diperlukan dokter akan menyarankan melakukan operasi untuk meningkatkan kendali usus.

Diagnosa penyakit ini dilakukan dengan pemeriksaan fisik, ketika dokter melihat lubang anus pada bayi yang hilang atau berada dalam posisi yang salah. Hubungan yang abnormal antara usus dan kandung kemih yang disertai berubahnya tinja menjadi urine merupakan tanda-tanda dari penyakit atresia ani, maka dari itu beberapa tanda ini perlu diperhatikan secara cermat.

Read More

Tuna Wicara, Jenis dan Penyebabnya

Berbicara adalah salah satu cara manusia untuk mengkomunikasikan pikiran, perasaan, dan ide-ide dengan orang lain. Untuk dapat berbicara, kita membutuhkan koordinasi yang akurat pada fungsi bagian-bagian tubuh, seperti kepala, leher, dada, dan perut. Gangguan bicara, atau sering disebut dengan istilah tuna wicara, dapat memengaruhi seseorang dalam membuat suara untuk memproduksi atau membentuk kata dan kalimat. Beberapa jenis gangguan suara juga dapat disebut dengan gangguan bicara. Salah satu gangguan tuna wicara yang paling umum dijumpai adalah gagap. Selain itu, ada juga kasus apraxia dan dysarthria. Apraxia adalah jenis kasus gangguan wicara motorik yang disebabkan oleh kerusakan pada otak yang berhubungan dengan kemampuan berbicara. Sementara itu, dysarthria adalah gangguan bicara motorik yang disebabkan karena otot mulut, wajah, dan sistem pernapasan melemah dan sulit bergerak.

Orang-orang dengan kasus tuna wicara sadar dan tahu apa yang ingin mereka katakan, namun tidak mampu mengucapkan apa yang ada di pikiran mereka. Selain dapat menganggun kemampuan berkomunikasi, tidak jarang para tuna wicara kehilangan rasa kepercayaan diri yang dapat berimbas ke perkembangan depresi. Tuna wicara dapat terjadi pada orang dewasa dan anak-anak. Perawatan dini dapat memperbaiki kondisi ini.

Penyebab dan gejala tuna wicara

Saat seseorang menderita tuna wicara, terjadi kondisi tertentu yang menyerang pita suara, otot, saraf, dan struktur di dalam tenggorokan. Penyebabnya bermacam-macam, mulai dari kerusakan pita suara, kerusakan otak, otot dan saluran pernapasan yang lemah, stroke, polyp, dan kelumpuhan pita suara. Orang-orang dengan kondisi perkembangan atau medis tertentu yang dapat memiliki gangguan tuna wicara. Beberapa kondisi tersebut di antaranya adalah autisme, ADHD, stroke, kanker mulut, kanker laring, penyakit Huntington, dementia, dan penyakit Lou Gehrig. Tuna wicara merupakan sebuah kondisi turunan dan dapat berkembang seiring berjalannya waktu.

Tergantung pada penyebab tuna wicara, gejala-gejala kondisi ini bermacam-macam, seperti suara yang diulang (gagap), menambah suara atau kata ekstra, kata-kata yang panjang, bergerak tersentak saat berbicara, berkedip beberapa kali saat berbicara, frustasi yang mencoba berkomunikasi, terlalu banyak mengambil jeda saat berbicara, dan berbicara dengan suara yang dalam dan serak.

Jenis-jenis tuna wicara

Gangguan tuna wicara dapat menyerang siapa saja tidak peduli usia ataupun jenis kelamin. Beberapa jenis tuna wicara tersebut adalah:

  • Gagap

Gagap adalah salah satu jenis tuna wicara yang ditandai dengan adanya gangguan aliran bicara. Mereka yang gagap dapat mengalami beberapa gangguan bicara seperti pengulangan, terjadi ketika orang gagap tanpa sengaja mengulangi suara, vokal, dan kata-kata; blok, terjadi ketika mereka tahu apa yang ingin mereka katakan tetapi mengalami kesulitan dalam membuat suara (membuat seolah-olah kata tersebut macet di tenggorokan); dan perpanjangan, yaitu sebuah bentuk peregangan atau penarikan suara atau kata-kata tertentu.

  • Apraxia

Dalam istilah umum berarti kerusakan otak yang mengganggun ketrampilan motorik seseorang dan dapat memengaruhi bagian tubuh manapun. Apraxia bicara merupakan kerusakan ketramiplan motorik yang memengaruhi kemampuan seseorang dalam memproduksi suara dengan benar, meskipun mereka tahu apa yang ingin dikatakan.

  • Dysarthria

Kerusakan pada otak menyebabkan otot lemah pada wajah, bibir, lidah, tenggorokan, dan dada seseorang. Kelemahan otot ini menyebabkan sulit berbicara. Kondisi ini disebut dengan nama dysarthria.

Tuna wicara dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam memproduksi suara untuk membuat kata-kata. Ada banyak penyebab tuna wicara, mulai dari gagap, apraxia, hingga dysarthria. Tuna wicara dapat memengaruhi kepercayaan diri seseorang dan kualitas hidup mereka.

Read More

Inilah Gangguan Bicara Yang Bisa Terjadi Pada Anak

Setiap orang tua berharap anaknya dapat berbicara dengan lancar dan jelas. Namun, semua anak belum tentu dapat berbicara dengan lancar. Anak bisa saja mengalami gangguan bicara. Oleh karena itu, orang tua perlu waspada jika anak mengalami gangguan seperti ini.

Kemampuan berbicara anak adalah salah satu perkembangan yang membutuhkan waktu. Ada anak yang dapat mengembangkan kemampuannya untuk berbicara lebih cepat, namun ada juga anak yang berkembang dengan lambat. Anak yang lambat dalam berbicara mungkin bisa saja disebabkan oleh adanya gangguan bicara.

Jenis Gangguan Bicara

Ada beberapa jenis gangguan bicara yang bisa terjadi pada anak, antara lain:

  • Apraksia verbal

Apraksia verbal adalah gangguan saraf pada otak dimana masalah tersebut membuat anak sulit melakukan koordinasi otot yang digunakan untuk berbicara. Agar anak dapat berbicara, pesan yang diberikan harus berpindah dari otak ke mulut. Pesan-pesan akan memberitahu bagaimana dan kapan untuk menentukan anak untuk berbicara melalui mulut.

Jika anak mengalami apraksia verbal, pesan-pesan tidak dapat diterima dengan benar. Hal tersebut juga membuat anak tidak mampu menggerakan bibir atau lidah dengan benar walaupun ototnya tidak bermasalah.

Selain itu, tanda-tanda yang muncul pada anak, jika mengalami apraksia verbal, adalah tidak selalu mengucapkan kata-kata dengan cara yang sama setiap waktu, cenderung memberi penekanan pada suku kata, suara yang berubah, dan cenderung mengatakan kata-kata yang lebih pendek dengan jelas.

  • Disartria

Disartria terjadi ketika kerusakan otot menyebabkan otot pada wajah, bibir, lidah, tenggorokan, atau dada lemah. Jika anak mengalami pelemahan otot, mereka akan mengalami kesulitan dalam berbicara.

Gangguan bicara seperti ini dapat terjadi dalam keadaan ringan atau berat. Selain itu, tanda-tanda yang menunjukkan bahwa anak mengalami gangguan berbicara disartria adalah bicara cadel atau bergumam sehingga sulit dimengerti oleh orang lain, berbicara dengan terlalu cepat atau lambat, ucapan yang terdengar pelan, tidak bisa menggerakkan bagian mulut (lidah, bibir, dan rahang) dengan baik, dan suara yang terdengar serak.

  • Gagap

Gagap atau stuttering adalah jenis gangguan yang terjadi dimana masalah tersebut dapat mempengaruhi aliran bicara anak. Gagap dibagi menjadi 3 jenis, antara lain:

  • Blocks

Blocks adalah masalah yang terjadi dimana anak-anak merasa sulit untuk mengeluarkan kata-kata. Contohnya: “Aku mau………susu.”

  • Prolongations

Prolongations adalah masalah yang terjadi ketika anak meregangkan suara atau kata-kata untuk waktu yang lama. Contohnya: “Suuuuuusu.”

  • Repetitions

Repetitions adalah masalah yang terjadi ketika anak tidak sengaja mengeluarkan kata yang terulang. Contohnya: “Be-be-be-belajar.”

  • Gangguan suara bicara

Sebagian besar anak dapat mengucapkan kata dengan benar ketika mereka berusia 4 tahun. Jika anak tak mampu mengeluarkan suara pada usia tersebut, mereka mungkin mengalami gangguan bicara yang merujuk pada gangguan artikulasi dan gangguan fonologis.

Anak yang mengalami gangguan seperti ini menunjukkan tanda-tanda dimana mereka menggantikan suara dengan yang lain, menghilangkan suara, menambahkan suara, atau mengubah suara.

Jika anak Anda menunjukkan tanda-tanda gangguan bicara, Anda sebaiknya bawa anak Anda ke dokter. Jenis pengobatan yang akan dilakukan pada anak bergantung pada tingkat keparahan dan penyebab terjadinya gangguan bicara.

Pada umumnya, anak yang mengalami gangguan bicara dapat diatasi dengan terapi wicara untuk membangun keakraban dengan kata atau suara tertentu, serta latihan fisik untuk menguatkan otot yang menghasilkan suara bicara. Oleh karena itu, Anda dapat meminta dokter agar dapat melatih kemampuan berbicara anak.

Read More

Obat Pelancar Kencing

Obat pelancar kencing membantu penderita hipertensi membuang garam lewat urin.

Anda sudah mengurangi konsumsi kopi dan soda, tetapi kontrol kandung kemih Anda tetap menjadi masalah sehingga Anda kesulitan untuk kencing. Lalu apa yang bisa Anda lakukan?

Pelajari mengenai obat pelancar kencing yang digunakan untuk mengobati masalah kontrol kandung kemih Anda, termasuk cara kerjanya untuk mengobati inkontinensia urin.

Berikut adalah obat-obatan pelancar kenjng yang biasanya diresepkan untuk mengobati inkontinensia urin:

  • Antikolinergik

Obat antikolinergik mengalihkan aksi pembawa pesan kimia, yaitu asetilkolin yang mengirimkan sinyal ke otak Anda yang dilepaskan kontraksi kandung kemih yang abnormal terkait dengan kandung kemih yang terlalu aktif.  

Efek samping antikolinergik yang paling umum terjadi adalah mulut kering dan sembelit. 

  • Mirabegron (Myrbetriq)

Mirabegron adalah obat yang disetujui untuk mengobati beberapa jenis inkontinensia urin.  Obat ini melemaskan otot kandung kemih dan dapat meningkatkan jumlah kencing yang dapat ditampung oleh kandung kemih Anda. Sehingga meningkatkan jumlah Anda buang air kecil pada satu waktu, membantu mengosongkan kandung kemih Anda lebih lengkap.

Beberapa efek samping umum dari mirabegron termasuk mual, diare, sembelit, pusing dan sakit kepala. Hal ini dapat meningkatkan tekanan darah, sehingga tekanan darah Anda harus dipantau ketika menggunakan obat ini.

  • Imipramine

Imipramine (Tofranil) adalah antidepresan trisiklik. Obat satu ini membuat otot kandung kemih Anda rileks, sementara menyebabkan otot-otot halus di leher kandung kemih berkontraksi. Obat jnj dapat digunakan untuk mengobati inkontinensia campuran, yaitu kombinasi desakan dan inkontinensia stres.

Efek samping serius dari imipramine jarang terjadi tetapi dapat mencakup masalah kardiovaskular, seperti detak jantung yang tidak teratur dan pusing atau pingsan karena berkurangnya tekanan darah ketika Anda berdiri dengan cepat.

  • Duloxetine

Duloxetine (Cymbalta) adalah inhibitor reuptake serotonin dan norepinefrin yang disetujui untuk mengobati depresi dan kecemasan. Obat ini dapat membantu sfingter uretra rileks, sehingga dapat meningkatkan inkontinensia kencing pada beberapa wanita. Obat ini sangat membantu, khususnya wanita yang mengalami inkontinensia dan depresi kemih.

Efek samping duloxetine termasuk mual, mulut kering, pusing, sembelit, insomnia dan kelelahan. Wanita yang memiliki penyakit hati kronis sebaiknya tidak mengonsumsi duloxetine. Pastikan dokter mengetahui riwayat medis lengkap Anda sebelum mulai menggunakan obat ini.

Saat berkonsultasi dengan dokter Anda, tinjau dengan cermat semua obat pelancar kencing yang Anda pakai, termasuk obat bebas atau obat herbal. Beberapa obat dapat memperburuk masalah kontrol kandung kemih Anda. 

Dokter Anda dapat membantu Anda memutuskan apakah Anda memerlukan obat pelancar kencing untuk mengobati masalah kontrol kandung kemih Anda dan, jika demikian, mana yang terbaik untuk Anda.

Read More

Mengenal Penyakit Campak Jerman (Rubella)

Penyakit campak Jerman, atau biasa disebut dengan istilah rubella, merupakan sebuah infeksi yang disebabkan oleh virus rubella. Gejala yang ditimbulkan biasanya ringan, namun apabila infeksi terjadi saat kehamilan berlangsung, penyakit ini dapat menyebabkan masalah serius pada pada janin yang masih dalam kandungan, seperti kehilangan pendengaran. Rubella merupakan jenis penyakit yang bisa dicegah. Sejak tahun 1969, program vaksinasi dilakukan untuk mengurangi kasus penyakit ini. Dan pada tahun 2004, rubella dinyatakan musnah di Amerika Serikat. Namun, terus melanjutkan vaksinasi rubella sangat penting dilakukan karena virus dapat masuk ke negara bebas rubella dari negara lain. Sekitar 25-50% orang-orang yang memiliki virus rubella tidak menyadari mereka membawa virus ini. Hal ini berarti orang-orang dapat melakukan kontak langsung dengan rubella tanpa menyadarinya. Artikel ini akan membahas gejala, diagnosis, dan perawatan penyakit rubella.

Penyebab penyakit rubella

Virus rubella dapat menyebar dari satu orang ke orang lain lewat bersin ataupun batuk. Virus tersebut akan berlipat ganda di dalam kelenjar getah bening dan nasofaring, tabung yang menghubungkan rongga hidung dengan langit-langit lunak. Dalam 5 hingga 7 hari setelah infeksi terjadi, virus akan menyebar ke seluruh tubuh di dalam darah. Seseorang yang memiliki rubella menular seminggu sebelum ruam muncul dan seminggu setelahnya.

Gejala penyakit rubella

Kata “rubella” berarti “merah kecil” dan penyakit ini akan memberikan ruam merah kecil pada kulit. Pada umumnya, gejala atau tanda-tanda rubella akan muncul 14 hingga 21 hari setelah infeksi terjadi. Ruam biasanya akan muncul di wajah, yang kemudian akan menyebar ke tubuh dan lengan. Setelah 3 hingga 5 hari, ruam akan memudar dan hilang. Ruam yang timbul terkadang akan terasa gatal. Selain ruam berwarna merah dan berukuran kecil di seluruh tubuh, gejala lain rubella seperti hidung mampet atau meler, sakit kepala, demam ringan, mata iritasi dan berwarna merah, peradangan saraf, kelenjar getah bening yang membesar, dan persendian yang terasa sakit. Infeksi penyakit rubella dapat terjadi pada siapa saja tidak peduli umur ataupun jenis kelamin. Meskipun demikian, rubella jarang menyerang anak-anak atau orang tua berusia di atas 40 tahun. Mereka yang terinfeksi rubella dalam usia yang lebih tua biasanya akan memiliki gejala-gejala yang lebih parah.

Pencegahan penyakit rubella

Vaksin rubella biasanya diberikan bersamaan dengan vaksin gondok dan vaksin campak. Vaksin ini berfungsi untuk mencegah penularan penyakit ini. Vaksin ini hadir dalam bentuk virus aktif yang telah dilemahkan. Vaksin diberikan pada umur 12 hingga 15 bulan, dengan dosis kedua di berikan pada usia 4 hingga 6 tahun. Orang-orang dewasa yang belum mendapatkan vaksin campak, gondok, dan rubella (MMR) harus segera mendapatkannya, dengan pengecualian pada mereka dengan kondisi:

  • Siapapun yang memiliki tes darah dengan hasil kebal terhadap campak, gondok, dan rubella
  • Mereka yang lahir sebelum tahun 1957
  • Mereka yang sudah mendapatkan 2 dosis vaksin MMR atau 1 dosis vaksin MMR ditambah vaksin campak pada dosis kedua
  • Mereka yang sudah mendapatkan 1 dosis vaksin MMR dan tidak memiliki risiko tinggi terkena paparan campak dan gondok
  • Ibu hamil atau mereka yang berencana untuk hamil dalam waktu 4 minggu
  • Mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang sangat terganggu

Mereka yang sakit juga perlu menunggu sampai benar-benar sembuh sebelum mendapatkan vaksinasi rubella.

Read More

Merasa Hidup Sehat Tapi Ternyata Hipertensi? Ketahui Sebabnya!

Apakah jika seseorang rajin berolahraga dan tidak mengonsumsi garam, akan terhindar dari tekanan darah tinggi? Jangan kaget jika Anda merasa hidup sehat dan tidak memiliki gejala apa-apa tapi ternyata Anda didiagnosa dengan darah tinggi!

Beberapa hal yang membuat diagnosa lebih mudah diterima:

  • Pertama, orang-orang lebih mudah menerima diagnosis jika mereka memiliki gejala. Seseorang yang mengalami batuk dan demam akan percaya dengan diagnosis mereka mengidap radang paru. Tetapi, orang lain yang merasa dirinya baik-baik saja mungkin tidak mempercayainya.
  • Selanjutnya, orang-orang lebih bisa menerima diagnosis jika itu itu bukan penyakit serius. Diagnosa yang diikuti dengan prognosa yang lebih buruk cenderung lebih sulit untuk diterima.
  • Akhirnya, orang-orang menerima diagnosa dengan baik ketika mereka mengerti penyebabnya. Beberapa penyakit memiliki penyebab yang jelas; down syndrome dan hamil usia tua, infeksi HIV dan kontaminasi jarum. Perokok yang menyadari dirinya mengidap kanker paru-paru mungkin tidak terlalu kaget ketika menyadarinya. Tetapi bagi yang tidak merokok yang mendapatkan diagnosa yang sama akan bertanya “kenapa saya?”

Orang-orang yang didiagnosa hipertensi akan bingung dan bertanya “kenapa saya?”. Keraguan ini menjadi masuk akal, melihat alasan-alasan seperti diatas. Gejala-gejala membuat diagnosa menjadi nyata. Tetapi, tidak seperti penyakit lainnya, hipertensi atau tekanan darah tinggi jarang menunjukan gejala, sehingga dijuluki sebagai ”silent killer”. Beberapa orang merasakan sakit kepala ketika tekanan darah mereka naik dari kondisi normal, tetapi pada kasus lain, hipertensi bisa tidak terdeteksi sama sekali sampai mengakibatkan serangan jantung yang mematikan. Untungnya, mengukur tekanan darah sangat mudah dan tidak menyakitkan.

Ketika dokter menyampaikan diagnosa hipertensi, biasanya sepaket dengan komplikasi serius lainnya, termasuk serangan jantung, gagal ginjal, dan struk. Apakah hipertensi serius? Ya, jika tidak dilakukan pengobatan.

Namun, ketika tekanan darah dalam keadaan normal atau terkontrol, resiko yang dimiliki pun akan sangat berkurang pula. Pesan pentingnya adalah jika kita dapat mengontrol tekanan darah dan terhindar dari tekanan darah tinggi, maka komplikasi lainnya pun akan ikut hilang, harapan hidup pun semakn meningkat.

Terakhir, mengetahui penyebab suatu penyakit memang sangat membantu. Pada kenyataannya, kita jarang menemukan hanya satu kasus untuk hipertensi, karena kebanyakan terdapat banyak faktor yang terjadi. Beberapa faktor tidak dapat dihindari seperti genetik atau usia. Tekanan darah tinggi sering diturunkan pada genetik suatu keluarga. Resiko genetik memang rumit. Tidak ada yang bisa kita lakukan untuk mengubah genetik kita, begitu pun dengan penuaan. Disisi lain kita bisa menangani faktor resiko lain yang bisa diubah, seperti menurunkan berat badan, lebih banyak olahraga, diet sehat dan lainnya, akan sangat bermanfaat.

Lalu, untuk menjawab pertanyaan “kenapa saya?”, bisa dengan melihat data yang ada. The Framingham Heart Study menemukan bahwa resiko seumur hidup untuk mengidap hipertensi adalah 90%. Jadi, meskipun Anda belum mengidap tekanan darah tinggi di usia menengah Anda, kemungkinannya adalah 9 dari 10 Anda akan mendapatkannya suatu hari nanti.

Jadi, daripada terkejut dengan diagnosa dengan hipertensi, alangkah baiknya jika Anda berkomitmen untuk menjaga kesehatan dan tekanann darah.

Read More

Waspada, Fakta dan Mitos Seputar Konstipasi Kronis Ini Harus Anda Pahami

Perlu dipahami, definisi konstipasi kronis cukup bervariasi antara satu orang dengan yang lainnya. Bagi sebagian orang, sembelit kronis menjelaskan kondisi pergerakan usus yang terhambat selama berminggu-minggu. Sebagian yang lain menghadapi sembelit kronis dengan keluhan sulit mengejan atau susah buang air besar. Akan tetapi, secara umum, definisi konstipasi kronis adalah frekuensi buang air besar yang kurang dari tiga kali per minggu dan berlangsung selama beberapa bulan.

Jika Anda mengalami konstipasi kronis, rasa cemas dan khawatir akan timbul karena kurangnya informasi dan pengetahuan mengenai penyakit tersebut. Bukan hanya ketakutan karena memikirkan penyebabnya, tetapi juga karena rasa tidak nyaman dari sembelit kronis itu sendiri. Sembelit dapat memperlambat kinerja Anda di tempat kerja atau bahkan menyebabkan Anda kehilangan momen untuk berekreasi. Itulah sebabnya penting untuk mengetahui fakta tentang sembelit kronis dan melakukan konsultasi dengan dokter tentang situasi yang Anda alami.

Mitos Konstipasi Kronis
Perlu dipahami, ada beberapa mitos yang kerap menimbulkan kekhawatiran berlebih bagi para penderita konstipasi kronis, di antaranya:

  1. Frekuensi buang air besar normal adalah satu kali dalam satu hari. Hal ini jelas salah karena metabolisme dan sistem kerja tubuh orang berbeda satu sama lain.
  2. Terjadi akumulasi racun di usus ketika seseorang jarang buang air besar. Tidak ada penumpukan racun yang disebabkan konstipasi atau sembelit. Susah buang air besar bukanlah sebuah penyakit.
  3. Jumlah buang air besar akan meningkat seiring bertambahnya usia. Ini bukan pernyataan yang tepat sebab jumlah buang air besar akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia.
  4. Konstipasi atau sembelit kronis hanya disebabkan pola makan, kurang olahraga dan kurang asupan cairan. Padahal, konstipasi juga mungkin terjadi akibat stres.

Penyebab Konstipasi Kronis
Setelah makan, makanan yang masuk ke tubuh akan bergerak melalui saluran pencernaan untuk diambil sari-sari nutrisinya. Usus berperan dalam mengambil air dan nutrisi dari makanan, kemudian berlanjut sampai sisa-sisa makanan yang tidak terserap terbentuk menjadi satu. Kemudian sisa makanan ini akan melewati usus besar sebelum akhirnya dikeluarkan dari tubuh.

Sembelit atau konstipasi terjadi ketika kotoran ini sulit untuk dikeluarkan karena terlalu banyak air yang diserap sehingga teksturnya menjadi kering dan keras. Selain itu, ada pula fakta bahwa hubungan erat antara otak, hormon dan organ pencernaan juga kerap menyebabkan sembelit terjadi.

Cara Meredakan Konstipasi Kronis

Pada dasarnya, konstipasi bukanlah penyakit yang akan membahayakan tubuh seseorang. Pengobatannya dapat dilakukan dengan mengubah gaya hidup dan pola makan, seperti:

  1. Pahami penyebab konstipasi kronis. Setiap orang memiliki penyebab yang berbeda untuk urusan sembelit. Jika itu berulang, berarti ada beberapa hal yang benar-benar harus Anda ubah. Misalnya menambah asupan cairan tubuh, berolahraga, atau menghindari makanan-makanan tertentu.
  2. Jangan sepelekan keinginan buang air besar. Saat timbul keinginan untuk buang air besar, pastikan untuk tidak menyepelekannya. Terlalu lama menyimpan kotoran di usus besar akan membuat feses menjadi keras karena air akan terus diserap oleh tubuh.
  3. Hindari stres. Tekanan psikologis karena pekerjaan yang menumpuk kerap memberikan dampak pada kerja organ pencernaan. Cobalah untuk lebih rileks dan perbanyak meditasi dan relaksasi untuk melancarkan metabolisme tubuh.
  4. Perbanyak asupan air. Pastikan untuk selalu memenuhi cairan tubuh sesuai dengan kebutuhannya. Air ini sangat penting untuk melunakkan feses yang keras sehingga lebih lancar dan mudah untuk dikeluarkan.
  5. Perbaiki asupan makanan. Hindari terlalu banyak mengonsumsi makanan cepat saji yang berlemak dan berminyak. Upayakan untuk mengutamakan buah dan sayuran serta beberapa roti gandum dan kacang-kacangan yang memiliki kandungan serat tinggi agar pencernaan lancar.
  6. Konsultasikan asupan obat Anda. Jika Anda sedang mengonsumsi obat pereda rasa sakit atau diabetes dan suplemen lainnya, cobalah untuk mengonsultasikannya dengan dokter. Hal ini penting sebab beberapa obat dapat memberikan efek samping berupa konstipasi atau sembelit.


Kapan Sembelit Kronis Harus Diwaspadai?
Sulir buang air besar Anda mungkin merupakan tanda adanya infeksi virus atau bakteri, obstruksi, penyakit radang usus (IBD), atau kanker usus besar. Cermati beberapa tanda berikut ini untuk mengantisipasi hal tersebut:

  • Sembelit berlangsung selama lebih dari dua minggu
  • Diare parah berlangsung lebih dari dua hari
  • Diare ringan berlangsung seminggu
  • Rasa mulas dan nyeri perut yang tidak dapat diredakan dengan buang air besar
  • Diare berdarah
  • Feses berwarna hitam

Read More

10 Tips Menghindari Diare yang Menganggu Aktivitas Sehari-hari Anda

Permasalah pencernaan yang terjadi pada seseorang dengan diare biasanya disebabkan oleh bakteri yang menginfeksi dari makanan, tekanan atau stres, efek samping dari obat-obatan tertentu, atau kondisi medis kronis seperti kolitis, penyakit Crohn, dan IBS. Tetapi apa pun penyebabnya, siapa pun yang memiliki masalah pencernaan sering menghadapi keluhan dan ketidaknyamanan. Namun jangan khawatir, berikut ini adalah ulasan mengenai tips menghindari diare dan mengatasi keluhanya dalam kehidupan sehari-hari.

1. Pahami Tahapan Perawatan Pencernaan Anda
Saat memeriksakan kondisi diri Anda, dokter akan menentukan penyebab dari masalah pencernaan dan meresepkan obat serta anjuran perawatan yang tepat. Hal ini termasuk dengan minum obat, menghindari makanan tertentu, dan mengadopsi beberapa kebiasaan hidup sehat. Pastikan untuk memahami dengan jelas alasan dari tiap anjuran dan aturan yang diberikan dokter. Upayakan untuk meneruskan pola hidup dan asupan makanan yang sehat dan bersih meskipun Anda sudah pulih dari diare.

2. Kenali Pemicu Masalah Pencernaan Anda
Selanjutnya, kenali juga apa yang menjadi Anda terus mengalami diare berulang. Ada banyak hal yang dapat memicu gangguan pencernaan, mulai dari kesalahan dalam mengonsumsi makanan, minuman, asupan obat, hingga kondisi kesehatan tertentu. Dengan begitu, Anda dapat mengetahui dengan pasti penanganan tepat untuk menghadapinya.

3. Diet Seimbang Agar Pencernaan Tetap Sehat
Menjaga asupan makan yang sehat dan benar dapat membantu mencegah masalah dan menenangkan sistem pencernaan Anda ketika diare muncul. Ikuti instruksi dokter Anda tentang apa yang harus dimakan dan apa yang harus dihindari. Perhatikan ukuran porsi, serta seberapa sering dan seberapa cepat Anda makan.

4. Tetap Terhidrasi, Tapi Minumlah dengan Hati-hati
Air sangat penting untuk kondisi kesehatan yang baik dan fungsi usus yang normal. Tidak hanya itu, air juga membantu tekstur kotoran berada dalam kondisi yang normal. Namun, beberapa minuman seperti kopi, soda, dan alkohol malah dapat memperparah keadaan. Asupan air putih, larutan elektrolit, dan makanan dengan kandungan air tinggi lebih dianjurkan.


5. Praktekkan Hidup Bersih dan Sehat untuk Pencernaan Lebih Baik
Pastikan untuk selalu mencuci tangan Anda dengan sabun dan air hangat setelah Anda menggunakan kamar mandi dan sebelum makan atau saat akan menyiapkan makanan. Kebiasaan baik ini dapat membantu mencegah penularan bakteri yang berpotensi menyebabkan diare pada makanan Anda.

6. Bersiap untuk Kondisi Darurat
Tidak peduli seberapa baik Anda melakukan pencegahan diare, masalah pencernaan ini dapat menyerang kapan pun. Jadi, bersiaplah dengan selalu menyimpan persediaan darurat di rumah, kantor atau sekolah, dan di kendaraan. Persediaan untuk kondisi darurat ini, antara lain:

  • Obat-obatan yang bekerja cepat untuk atasi gas, kembung, atau diare
  • Tisu basah dan kering 
  • Cadangan celana dalam dan bawahan
  • Kantong plastik untuk membuang tisu dan pakaian yang kotor

Pastikan untuk menyimpan barang-barang ini di dompet, mobil, koper, dan meja kerja Anda. Jika diare kembali menyerang, Anda sudah siap dengan perlengkapan tersebut.

7. Kelola Stres untuk Menenangkan Pencernaan
Tahukah Anda jika stres dapat menyebabkan dan memperburuk masalah pencernaan Anda. Jika stres adalah penyebab diare yang Anda alami, cobalah untuk melakukan beberapa kegiatan relaksasi seperti olahraga, yoga, meditasi, atau hobi kesukaan Anda.

8. Mencari Bantuan untuk Masalah Pencernaan
Jangan mencoba untuk menyembunyikan masalah pencernaan Anda dari keluarga, teman, dan pengasuh Anda. Bantu mereka memahami bagaimana, kapan, dan mengapa masalah pencernaan dapat terjadi pada Anda. Dengan begitu, mereka dapat membantu Anda untuk mengatasi dan mengobati diare yang mengganggu Anda. Misalnya dengan menjaga makanan yang diberikan pada Anda dan ikut menjaga kebersihan diri.


9. Kendalikan Masalah Pencernaan Anda
Jika Anda kerap kali mengalami masalah diare, pastikan untuk segera mengonsultasikan diri dengan dokter. Selain dengan memahami akar permasalahannya, Anda juga dapat menganalisis pengaruh obat-obatan yang diberikan dokter. Pastikan juga untuk selalu menanyakan efek samping dari tiap obat yang diberikan dokter.


10. Waspadai Obat Alternatif untuk Masalah Pencernaan
Perawatan pencernaan alternatif yang bekerja membersihkan usus besar banyak diiklankan. Meskipun beberapa pengobatan alternatif terbukti cukup menjanjikan, banyak pula dari mereka yang tidak hanya mahal, tetapi juga tidak efektif dan berisiko menimbulkan efek bahaya pada tubuh. Jadi, pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum mencoba terapi atau suplemen alternatif apa pun.

Read More