Obat Pelancar Kencing

Obat pelancar kencing membantu penderita hipertensi membuang garam lewat urin.

Anda sudah mengurangi konsumsi kopi dan soda, tetapi kontrol kandung kemih Anda tetap menjadi masalah sehingga Anda kesulitan untuk kencing. Lalu apa yang bisa Anda lakukan?

Pelajari mengenai obat pelancar kencing yang digunakan untuk mengobati masalah kontrol kandung kemih Anda, termasuk cara kerjanya untuk mengobati inkontinensia urin.

Berikut adalah obat-obatan pelancar kenjng yang biasanya diresepkan untuk mengobati inkontinensia urin:

  • Antikolinergik

Obat antikolinergik mengalihkan aksi pembawa pesan kimia, yaitu asetilkolin yang mengirimkan sinyal ke otak Anda yang dilepaskan kontraksi kandung kemih yang abnormal terkait dengan kandung kemih yang terlalu aktif.  

Efek samping antikolinergik yang paling umum terjadi adalah mulut kering dan sembelit. 

  • Mirabegron (Myrbetriq)

Mirabegron adalah obat yang disetujui untuk mengobati beberapa jenis inkontinensia urin.  Obat ini melemaskan otot kandung kemih dan dapat meningkatkan jumlah kencing yang dapat ditampung oleh kandung kemih Anda. Sehingga meningkatkan jumlah Anda buang air kecil pada satu waktu, membantu mengosongkan kandung kemih Anda lebih lengkap.

Beberapa efek samping umum dari mirabegron termasuk mual, diare, sembelit, pusing dan sakit kepala. Hal ini dapat meningkatkan tekanan darah, sehingga tekanan darah Anda harus dipantau ketika menggunakan obat ini.

  • Imipramine

Imipramine (Tofranil) adalah antidepresan trisiklik. Obat satu ini membuat otot kandung kemih Anda rileks, sementara menyebabkan otot-otot halus di leher kandung kemih berkontraksi. Obat jnj dapat digunakan untuk mengobati inkontinensia campuran, yaitu kombinasi desakan dan inkontinensia stres.

Efek samping serius dari imipramine jarang terjadi tetapi dapat mencakup masalah kardiovaskular, seperti detak jantung yang tidak teratur dan pusing atau pingsan karena berkurangnya tekanan darah ketika Anda berdiri dengan cepat.

  • Duloxetine

Duloxetine (Cymbalta) adalah inhibitor reuptake serotonin dan norepinefrin yang disetujui untuk mengobati depresi dan kecemasan. Obat ini dapat membantu sfingter uretra rileks, sehingga dapat meningkatkan inkontinensia kencing pada beberapa wanita. Obat ini sangat membantu, khususnya wanita yang mengalami inkontinensia dan depresi kemih.

Efek samping duloxetine termasuk mual, mulut kering, pusing, sembelit, insomnia dan kelelahan. Wanita yang memiliki penyakit hati kronis sebaiknya tidak mengonsumsi duloxetine. Pastikan dokter mengetahui riwayat medis lengkap Anda sebelum mulai menggunakan obat ini.

Saat berkonsultasi dengan dokter Anda, tinjau dengan cermat semua obat pelancar kencing yang Anda pakai, termasuk obat bebas atau obat herbal. Beberapa obat dapat memperburuk masalah kontrol kandung kemih Anda. 

Dokter Anda dapat membantu Anda memutuskan apakah Anda memerlukan obat pelancar kencing untuk mengobati masalah kontrol kandung kemih Anda dan, jika demikian, mana yang terbaik untuk Anda.

Read More

Mengenal Penyakit Campak Jerman (Rubella)

Penyakit campak Jerman, atau biasa disebut dengan istilah rubella, merupakan sebuah infeksi yang disebabkan oleh virus rubella. Gejala yang ditimbulkan biasanya ringan, namun apabila infeksi terjadi saat kehamilan berlangsung, penyakit ini dapat menyebabkan masalah serius pada pada janin yang masih dalam kandungan, seperti kehilangan pendengaran. Rubella merupakan jenis penyakit yang bisa dicegah. Sejak tahun 1969, program vaksinasi dilakukan untuk mengurangi kasus penyakit ini. Dan pada tahun 2004, rubella dinyatakan musnah di Amerika Serikat. Namun, terus melanjutkan vaksinasi rubella sangat penting dilakukan karena virus dapat masuk ke negara bebas rubella dari negara lain. Sekitar 25-50% orang-orang yang memiliki virus rubella tidak menyadari mereka membawa virus ini. Hal ini berarti orang-orang dapat melakukan kontak langsung dengan rubella tanpa menyadarinya. Artikel ini akan membahas gejala, diagnosis, dan perawatan penyakit rubella.

Penyebab penyakit rubella

Virus rubella dapat menyebar dari satu orang ke orang lain lewat bersin ataupun batuk. Virus tersebut akan berlipat ganda di dalam kelenjar getah bening dan nasofaring, tabung yang menghubungkan rongga hidung dengan langit-langit lunak. Dalam 5 hingga 7 hari setelah infeksi terjadi, virus akan menyebar ke seluruh tubuh di dalam darah. Seseorang yang memiliki rubella menular seminggu sebelum ruam muncul dan seminggu setelahnya.

Gejala penyakit rubella

Kata “rubella” berarti “merah kecil” dan penyakit ini akan memberikan ruam merah kecil pada kulit. Pada umumnya, gejala atau tanda-tanda rubella akan muncul 14 hingga 21 hari setelah infeksi terjadi. Ruam biasanya akan muncul di wajah, yang kemudian akan menyebar ke tubuh dan lengan. Setelah 3 hingga 5 hari, ruam akan memudar dan hilang. Ruam yang timbul terkadang akan terasa gatal. Selain ruam berwarna merah dan berukuran kecil di seluruh tubuh, gejala lain rubella seperti hidung mampet atau meler, sakit kepala, demam ringan, mata iritasi dan berwarna merah, peradangan saraf, kelenjar getah bening yang membesar, dan persendian yang terasa sakit. Infeksi penyakit rubella dapat terjadi pada siapa saja tidak peduli umur ataupun jenis kelamin. Meskipun demikian, rubella jarang menyerang anak-anak atau orang tua berusia di atas 40 tahun. Mereka yang terinfeksi rubella dalam usia yang lebih tua biasanya akan memiliki gejala-gejala yang lebih parah.

Pencegahan penyakit rubella

Vaksin rubella biasanya diberikan bersamaan dengan vaksin gondok dan vaksin campak. Vaksin ini berfungsi untuk mencegah penularan penyakit ini. Vaksin ini hadir dalam bentuk virus aktif yang telah dilemahkan. Vaksin diberikan pada umur 12 hingga 15 bulan, dengan dosis kedua di berikan pada usia 4 hingga 6 tahun. Orang-orang dewasa yang belum mendapatkan vaksin campak, gondok, dan rubella (MMR) harus segera mendapatkannya, dengan pengecualian pada mereka dengan kondisi:

  • Siapapun yang memiliki tes darah dengan hasil kebal terhadap campak, gondok, dan rubella
  • Mereka yang lahir sebelum tahun 1957
  • Mereka yang sudah mendapatkan 2 dosis vaksin MMR atau 1 dosis vaksin MMR ditambah vaksin campak pada dosis kedua
  • Mereka yang sudah mendapatkan 1 dosis vaksin MMR dan tidak memiliki risiko tinggi terkena paparan campak dan gondok
  • Ibu hamil atau mereka yang berencana untuk hamil dalam waktu 4 minggu
  • Mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang sangat terganggu

Mereka yang sakit juga perlu menunggu sampai benar-benar sembuh sebelum mendapatkan vaksinasi rubella.

Read More

Merasa Hidup Sehat Tapi Ternyata Hipertensi? Ketahui Sebabnya!

Apakah jika seseorang rajin berolahraga dan tidak mengonsumsi garam, akan terhindar dari tekanan darah tinggi? Jangan kaget jika Anda merasa hidup sehat dan tidak memiliki gejala apa-apa tapi ternyata Anda didiagnosa dengan darah tinggi!

Beberapa hal yang membuat diagnosa lebih mudah diterima:

  • Pertama, orang-orang lebih mudah menerima diagnosis jika mereka memiliki gejala. Seseorang yang mengalami batuk dan demam akan percaya dengan diagnosis mereka mengidap radang paru. Tetapi, orang lain yang merasa dirinya baik-baik saja mungkin tidak mempercayainya.
  • Selanjutnya, orang-orang lebih bisa menerima diagnosis jika itu itu bukan penyakit serius. Diagnosa yang diikuti dengan prognosa yang lebih buruk cenderung lebih sulit untuk diterima.
  • Akhirnya, orang-orang menerima diagnosa dengan baik ketika mereka mengerti penyebabnya. Beberapa penyakit memiliki penyebab yang jelas; down syndrome dan hamil usia tua, infeksi HIV dan kontaminasi jarum. Perokok yang menyadari dirinya mengidap kanker paru-paru mungkin tidak terlalu kaget ketika menyadarinya. Tetapi bagi yang tidak merokok yang mendapatkan diagnosa yang sama akan bertanya “kenapa saya?”

Orang-orang yang didiagnosa hipertensi akan bingung dan bertanya “kenapa saya?”. Keraguan ini menjadi masuk akal, melihat alasan-alasan seperti diatas. Gejala-gejala membuat diagnosa menjadi nyata. Tetapi, tidak seperti penyakit lainnya, hipertensi atau tekanan darah tinggi jarang menunjukan gejala, sehingga dijuluki sebagai ”silent killer”. Beberapa orang merasakan sakit kepala ketika tekanan darah mereka naik dari kondisi normal, tetapi pada kasus lain, hipertensi bisa tidak terdeteksi sama sekali sampai mengakibatkan serangan jantung yang mematikan. Untungnya, mengukur tekanan darah sangat mudah dan tidak menyakitkan.

Ketika dokter menyampaikan diagnosa hipertensi, biasanya sepaket dengan komplikasi serius lainnya, termasuk serangan jantung, gagal ginjal, dan struk. Apakah hipertensi serius? Ya, jika tidak dilakukan pengobatan.

Namun, ketika tekanan darah dalam keadaan normal atau terkontrol, resiko yang dimiliki pun akan sangat berkurang pula. Pesan pentingnya adalah jika kita dapat mengontrol tekanan darah dan terhindar dari tekanan darah tinggi, maka komplikasi lainnya pun akan ikut hilang, harapan hidup pun semakn meningkat.

Terakhir, mengetahui penyebab suatu penyakit memang sangat membantu. Pada kenyataannya, kita jarang menemukan hanya satu kasus untuk hipertensi, karena kebanyakan terdapat banyak faktor yang terjadi. Beberapa faktor tidak dapat dihindari seperti genetik atau usia. Tekanan darah tinggi sering diturunkan pada genetik suatu keluarga. Resiko genetik memang rumit. Tidak ada yang bisa kita lakukan untuk mengubah genetik kita, begitu pun dengan penuaan. Disisi lain kita bisa menangani faktor resiko lain yang bisa diubah, seperti menurunkan berat badan, lebih banyak olahraga, diet sehat dan lainnya, akan sangat bermanfaat.

Lalu, untuk menjawab pertanyaan “kenapa saya?”, bisa dengan melihat data yang ada. The Framingham Heart Study menemukan bahwa resiko seumur hidup untuk mengidap hipertensi adalah 90%. Jadi, meskipun Anda belum mengidap tekanan darah tinggi di usia menengah Anda, kemungkinannya adalah 9 dari 10 Anda akan mendapatkannya suatu hari nanti.

Jadi, daripada terkejut dengan diagnosa dengan hipertensi, alangkah baiknya jika Anda berkomitmen untuk menjaga kesehatan dan tekanann darah.

Read More

Waspada, Fakta dan Mitos Seputar Konstipasi Kronis Ini Harus Anda Pahami

Perlu dipahami, definisi konstipasi kronis cukup bervariasi antara satu orang dengan yang lainnya. Bagi sebagian orang, sembelit kronis menjelaskan kondisi pergerakan usus yang terhambat selama berminggu-minggu. Sebagian yang lain menghadapi sembelit kronis dengan keluhan sulit mengejan atau susah buang air besar. Akan tetapi, secara umum, definisi konstipasi kronis adalah frekuensi buang air besar yang kurang dari tiga kali per minggu dan berlangsung selama beberapa bulan.

Jika Anda mengalami konstipasi kronis, rasa cemas dan khawatir akan timbul karena kurangnya informasi dan pengetahuan mengenai penyakit tersebut. Bukan hanya ketakutan karena memikirkan penyebabnya, tetapi juga karena rasa tidak nyaman dari sembelit kronis itu sendiri. Sembelit dapat memperlambat kinerja Anda di tempat kerja atau bahkan menyebabkan Anda kehilangan momen untuk berekreasi. Itulah sebabnya penting untuk mengetahui fakta tentang sembelit kronis dan melakukan konsultasi dengan dokter tentang situasi yang Anda alami.

Mitos Konstipasi Kronis
Perlu dipahami, ada beberapa mitos yang kerap menimbulkan kekhawatiran berlebih bagi para penderita konstipasi kronis, di antaranya:

  1. Frekuensi buang air besar normal adalah satu kali dalam satu hari. Hal ini jelas salah karena metabolisme dan sistem kerja tubuh orang berbeda satu sama lain.
  2. Terjadi akumulasi racun di usus ketika seseorang jarang buang air besar. Tidak ada penumpukan racun yang disebabkan konstipasi atau sembelit. Susah buang air besar bukanlah sebuah penyakit.
  3. Jumlah buang air besar akan meningkat seiring bertambahnya usia. Ini bukan pernyataan yang tepat sebab jumlah buang air besar akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia.
  4. Konstipasi atau sembelit kronis hanya disebabkan pola makan, kurang olahraga dan kurang asupan cairan. Padahal, konstipasi juga mungkin terjadi akibat stres.

Penyebab Konstipasi Kronis
Setelah makan, makanan yang masuk ke tubuh akan bergerak melalui saluran pencernaan untuk diambil sari-sari nutrisinya. Usus berperan dalam mengambil air dan nutrisi dari makanan, kemudian berlanjut sampai sisa-sisa makanan yang tidak terserap terbentuk menjadi satu. Kemudian sisa makanan ini akan melewati usus besar sebelum akhirnya dikeluarkan dari tubuh.

Sembelit atau konstipasi terjadi ketika kotoran ini sulit untuk dikeluarkan karena terlalu banyak air yang diserap sehingga teksturnya menjadi kering dan keras. Selain itu, ada pula fakta bahwa hubungan erat antara otak, hormon dan organ pencernaan juga kerap menyebabkan sembelit terjadi.

Cara Meredakan Konstipasi Kronis

Pada dasarnya, konstipasi bukanlah penyakit yang akan membahayakan tubuh seseorang. Pengobatannya dapat dilakukan dengan mengubah gaya hidup dan pola makan, seperti:

  1. Pahami penyebab konstipasi kronis. Setiap orang memiliki penyebab yang berbeda untuk urusan sembelit. Jika itu berulang, berarti ada beberapa hal yang benar-benar harus Anda ubah. Misalnya menambah asupan cairan tubuh, berolahraga, atau menghindari makanan-makanan tertentu.
  2. Jangan sepelekan keinginan buang air besar. Saat timbul keinginan untuk buang air besar, pastikan untuk tidak menyepelekannya. Terlalu lama menyimpan kotoran di usus besar akan membuat feses menjadi keras karena air akan terus diserap oleh tubuh.
  3. Hindari stres. Tekanan psikologis karena pekerjaan yang menumpuk kerap memberikan dampak pada kerja organ pencernaan. Cobalah untuk lebih rileks dan perbanyak meditasi dan relaksasi untuk melancarkan metabolisme tubuh.
  4. Perbanyak asupan air. Pastikan untuk selalu memenuhi cairan tubuh sesuai dengan kebutuhannya. Air ini sangat penting untuk melunakkan feses yang keras sehingga lebih lancar dan mudah untuk dikeluarkan.
  5. Perbaiki asupan makanan. Hindari terlalu banyak mengonsumsi makanan cepat saji yang berlemak dan berminyak. Upayakan untuk mengutamakan buah dan sayuran serta beberapa roti gandum dan kacang-kacangan yang memiliki kandungan serat tinggi agar pencernaan lancar.
  6. Konsultasikan asupan obat Anda. Jika Anda sedang mengonsumsi obat pereda rasa sakit atau diabetes dan suplemen lainnya, cobalah untuk mengonsultasikannya dengan dokter. Hal ini penting sebab beberapa obat dapat memberikan efek samping berupa konstipasi atau sembelit.


Kapan Sembelit Kronis Harus Diwaspadai?
Sulir buang air besar Anda mungkin merupakan tanda adanya infeksi virus atau bakteri, obstruksi, penyakit radang usus (IBD), atau kanker usus besar. Cermati beberapa tanda berikut ini untuk mengantisipasi hal tersebut:

  • Sembelit berlangsung selama lebih dari dua minggu
  • Diare parah berlangsung lebih dari dua hari
  • Diare ringan berlangsung seminggu
  • Rasa mulas dan nyeri perut yang tidak dapat diredakan dengan buang air besar
  • Diare berdarah
  • Feses berwarna hitam

Read More

10 Tips Menghindari Diare yang Menganggu Aktivitas Sehari-hari Anda

Permasalah pencernaan yang terjadi pada seseorang dengan diare biasanya disebabkan oleh bakteri yang menginfeksi dari makanan, tekanan atau stres, efek samping dari obat-obatan tertentu, atau kondisi medis kronis seperti kolitis, penyakit Crohn, dan IBS. Tetapi apa pun penyebabnya, siapa pun yang memiliki masalah pencernaan sering menghadapi keluhan dan ketidaknyamanan. Namun jangan khawatir, berikut ini adalah ulasan mengenai tips menghindari diare dan mengatasi keluhanya dalam kehidupan sehari-hari.

1. Pahami Tahapan Perawatan Pencernaan Anda
Saat memeriksakan kondisi diri Anda, dokter akan menentukan penyebab dari masalah pencernaan dan meresepkan obat serta anjuran perawatan yang tepat. Hal ini termasuk dengan minum obat, menghindari makanan tertentu, dan mengadopsi beberapa kebiasaan hidup sehat. Pastikan untuk memahami dengan jelas alasan dari tiap anjuran dan aturan yang diberikan dokter. Upayakan untuk meneruskan pola hidup dan asupan makanan yang sehat dan bersih meskipun Anda sudah pulih dari diare.

2. Kenali Pemicu Masalah Pencernaan Anda
Selanjutnya, kenali juga apa yang menjadi Anda terus mengalami diare berulang. Ada banyak hal yang dapat memicu gangguan pencernaan, mulai dari kesalahan dalam mengonsumsi makanan, minuman, asupan obat, hingga kondisi kesehatan tertentu. Dengan begitu, Anda dapat mengetahui dengan pasti penanganan tepat untuk menghadapinya.

3. Diet Seimbang Agar Pencernaan Tetap Sehat
Menjaga asupan makan yang sehat dan benar dapat membantu mencegah masalah dan menenangkan sistem pencernaan Anda ketika diare muncul. Ikuti instruksi dokter Anda tentang apa yang harus dimakan dan apa yang harus dihindari. Perhatikan ukuran porsi, serta seberapa sering dan seberapa cepat Anda makan.

4. Tetap Terhidrasi, Tapi Minumlah dengan Hati-hati
Air sangat penting untuk kondisi kesehatan yang baik dan fungsi usus yang normal. Tidak hanya itu, air juga membantu tekstur kotoran berada dalam kondisi yang normal. Namun, beberapa minuman seperti kopi, soda, dan alkohol malah dapat memperparah keadaan. Asupan air putih, larutan elektrolit, dan makanan dengan kandungan air tinggi lebih dianjurkan.


5. Praktekkan Hidup Bersih dan Sehat untuk Pencernaan Lebih Baik
Pastikan untuk selalu mencuci tangan Anda dengan sabun dan air hangat setelah Anda menggunakan kamar mandi dan sebelum makan atau saat akan menyiapkan makanan. Kebiasaan baik ini dapat membantu mencegah penularan bakteri yang berpotensi menyebabkan diare pada makanan Anda.

6. Bersiap untuk Kondisi Darurat
Tidak peduli seberapa baik Anda melakukan pencegahan diare, masalah pencernaan ini dapat menyerang kapan pun. Jadi, bersiaplah dengan selalu menyimpan persediaan darurat di rumah, kantor atau sekolah, dan di kendaraan. Persediaan untuk kondisi darurat ini, antara lain:

  • Obat-obatan yang bekerja cepat untuk atasi gas, kembung, atau diare
  • Tisu basah dan kering 
  • Cadangan celana dalam dan bawahan
  • Kantong plastik untuk membuang tisu dan pakaian yang kotor

Pastikan untuk menyimpan barang-barang ini di dompet, mobil, koper, dan meja kerja Anda. Jika diare kembali menyerang, Anda sudah siap dengan perlengkapan tersebut.

7. Kelola Stres untuk Menenangkan Pencernaan
Tahukah Anda jika stres dapat menyebabkan dan memperburuk masalah pencernaan Anda. Jika stres adalah penyebab diare yang Anda alami, cobalah untuk melakukan beberapa kegiatan relaksasi seperti olahraga, yoga, meditasi, atau hobi kesukaan Anda.

8. Mencari Bantuan untuk Masalah Pencernaan
Jangan mencoba untuk menyembunyikan masalah pencernaan Anda dari keluarga, teman, dan pengasuh Anda. Bantu mereka memahami bagaimana, kapan, dan mengapa masalah pencernaan dapat terjadi pada Anda. Dengan begitu, mereka dapat membantu Anda untuk mengatasi dan mengobati diare yang mengganggu Anda. Misalnya dengan menjaga makanan yang diberikan pada Anda dan ikut menjaga kebersihan diri.


9. Kendalikan Masalah Pencernaan Anda
Jika Anda kerap kali mengalami masalah diare, pastikan untuk segera mengonsultasikan diri dengan dokter. Selain dengan memahami akar permasalahannya, Anda juga dapat menganalisis pengaruh obat-obatan yang diberikan dokter. Pastikan juga untuk selalu menanyakan efek samping dari tiap obat yang diberikan dokter.


10. Waspadai Obat Alternatif untuk Masalah Pencernaan
Perawatan pencernaan alternatif yang bekerja membersihkan usus besar banyak diiklankan. Meskipun beberapa pengobatan alternatif terbukti cukup menjanjikan, banyak pula dari mereka yang tidak hanya mahal, tetapi juga tidak efektif dan berisiko menimbulkan efek bahaya pada tubuh. Jadi, pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum mencoba terapi atau suplemen alternatif apa pun.

Read More

Penyakit Gigi yang Umum Terjadi

Sakit gigi bisa terasa sangat menyiksa. Baik itu yang datangnya perlahan, maupun tiba-tiba. Orang yang mengalaminya kemungkinan menjadi enggan beraktivitas seharian. Untuk menyembuhkannya, kenali dulu berbagai penyebab sakit gigi.

Gigi Sensitif

Pada gigi sehat, lapisan email kokoh melindungi saraf-saraf gigi. Email, disebut juga dengan enamel itu, bisa terkikis seiring berjalannya waktu. Ketika lapisan tengah gigi Anda terekspos, segala sesuatu yang mengenai gigi, baik makanan maupun minuman, menyinggung ujung saraf. Akibatnya, Anda akan merasa sakit setiap gigi tersentuh sesuatu yang panas atau dingin. Makanan manis dan asam juga akan menimbulkan gangguan serupa.

Penyakit gusi juga dapat membuat gigi menjadi sensitif. Ini terjadi saat gusi menyusut menjauhi gigi dan membuat akar gigi terekspos. Salah satu penyebabnya adalah menyikat gigi terlalu kuat.

Gigi juga bisa menjadi sensitif selama beberapa waktu, usai pembersihan di dokter gigi. Ada juga yang merasakannya setelah melakukan pemutihan (whitening) gigi. Begitu juga saat ada tambalan gigi yang terlepas atau rusak.

Gigi Berlubang

Gigi mendapat serangan setiap kali kita makan dan minum. Bakteri yang menempel, memakan sisa makanan, dan berkembang biak di sekitar gigi, sampai kita menyikat gigi. Kumpulan bakteri tersebut memproduksi zat asam yang mengikis dan melubangi gigi. Gigi juga bisa berlubang oleh faktor lain. Misalnya patah akibat kontak fisik ketika bermain sepak bola, atau berlatih mixed martial arts (MMA). Lubang yang sampai membuat lapisan dalam gigi terekspos, bisa mengakibatkan gigi sensitif.

Gigi berlubang menyebabkan rasa ngilu yang ditambah rasa sakit akibat gigi sensitif. Semakin lama rasa sakit itu muncul, semakin besar kerusakan yang timbul.

Lubang yang dalam dapat membuat bakteri masuk ke lapisan dalam gigi, yang disebut pulp. Munculnya infeksi pada pulp, bisa menyebabkan abses, yaitu terbentuknya kantung atau benjolan berisi nanah. Abses memicu rasa sakit yang tinggi secara terus menerus. Gejala infeksi pada gigi berlubang di antaranya adalah pembengkakan wajah atau gusi, napas tak sedap, demam, serta timbul rasa tak enak di mulut.

Gigi Bergesek

Kondisi gigi gemeretak atau bergesekan saat tidur, merupakan masalah yang timbul pada banyak orang. Biasanya hal ini akibat kesalahan pola tidur, stres, dan pola gigitan yang kurang pas. Menggeretakkan gigi, apalagi kalau terjadi setiap kali tidur, dapat merusak email dan membuat lubang pada gigi.

Gigi Bungsu

Gigi bungsu–geraham yang muncul paling akhir–biasanya baru tumbuh saat seseorang berusia 20 tahun. Saat gigi tumbuh dan menembus gusi, timbul rasa ngilu yang luar biasa. Setelah berhenti tumbuh pun, gigi bungsu bisa terus memberikan masalah. Misalnya, ketika posisinya miring dan membuat makanan kerap tersangkut, sehingga menjadi sarang bakteri.

Bagian Lain Tubuh

Gigi bisa merasa sakit akibat permasalahan di bagian lain tubuh. Kondisi ini dikenal sebagai sakit yang menjalar atau referred pain. Bisa saja penyebabnya adalah sakit kepala, sinusitis, masalah persendian di rahang, bahkan, meski jarang terjadi, sakit jantung.

Penanganan

Jangan menunda pergi ke dokter gigi setiap timbul rasa sakit di gigi Anda. Lubang gigi bisa memburuk di kemudian hari. Jika masalahnya adalah gigi yang gemeretak, dokter gigi dapat memberikan pelindung yang digunakan saat tidur. Anda juga bisa mengatasi rasa sensitif ringan dengan menggunakan pasta gigi khusus untuk mengurangi sensitivitas gigi, dan menyikat serta melakukan flossing secara tepat.

Read More