Prediksi Tren Diet 2019 yang Mungkin Cocok untuk Anda

Menurunkan berat badan hampir selalu menjadi salah satu dari daftar resolusi hidup sehat di setiap tahun baru, termasuk di tahun baru 2019 kali ini. Bahkan, target menurunkan berat badan kerap menjadi resolusi tahun baru teratas yang ingin dicapai orang-orang. Jika Anda juga memilikinya dalam daftar resolusi 2019 dan berharap untuk mengubah pola makan Anda, pastikan untuk segera mencari metode diet yang tepat dan sesuai. Berikut ini adalah daftar tren diet yang akan populer di tahun ini.

Tren diet 2019 akan dipenuhi dengan beragam metode pengaturan pola makan yang menggunakan pendekatan berbeda. Mulai dari diet ketogenik yang khas dengan asupan tinggi lemak, rendah karbohidrat, hingga gaya makan memperhatikan isyarat lapar tubuh. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut ini.

Diet Ketogenik
Ketogenik atau diet keto menjadi salah satu metode penurunan berat badan yang cukup populer di tahun 2018. Namun, para ahli memperkirakan tren diet satu ini akan berlanjut hingga tahun 2019.

Dalam diet ini, pola makan akan diubah secara drastis dengan mengurangi asupan karbohidrat dan menggantinya dengan lemak. Cara ini dilakukan untuk membuat tubuh berada dalam kondisi ketosis, akibatnya tubuh akan beralih dari membakar karbohidrat menjadi membakar lemak untuk energi.

Namun, perlu diingat bahwa diet yang sangat ketat ini mengharuskan Anda untuk tidak hanya mengurangi asupan karbohidrat tidak sehat seperti gula, tetapi juga asupan lain yang biasanya dianggap sehat, seperti buah-buahan dan sayuran tertentu.

Selain memberikan manfaat untuk menurunkan berat badan secara drastis, diet ini juga terbukti dapat membantu mengendalikan kejang pada anak-anak dengan epilepsi dan bermanfaat bagi penderita diabetes tipe 2.

Diet “Pegan” (Paleo + Vegan)
Mark Hyman, M.D., Direktur Cleveland Clinic Center untuk Pengobatan Fungsional dan penulis dari buku, “FOOD: What the Heck Should I Eat?” memperkenalkan dunia pada metode “diet pegan” beberapa tahun yang lalu dan sudah semakin populer hingga sekarang.

Diet ini menggabungkan aspek-aspek dari pola makan vegan, yang menghindari semua produk hewani, dan diet Paleo, yang berfokus pada konsumsi jenis makanan yang menurut dugaan dikonsumsi oleh nenek moyang kita selama era Paleolitikum.

Menurutnya, pola diet ini sangatlah mudah, di mana seseorang hanya mengonsumsi makanan rendah gula dan pati dan memperbanyak makanan nabati. Untuk beberapa asupan makanan hewani, Anda dapat memakan makanan yang tumbuh atau dipanen secara berkelanjutan. Selain itu, Anda juga lebih direkomendasikan untuk mengonsumsi asupan lemak dari berbagai makanan yang memiliki kandungan lemak baik, seperti kacang-kacangan dan biji-bijian, minyak zaitun, serta alpukat.

Intermittent Fasting
Intermittent Fasting (IF) adalah tren diet lain yang juga semakin menarik untuk dicoba pada beberapa tahun terakhir. Metode yang diterapkan pada diet ini tidak terlalu fokus pada pengaturan apa yang Anda makan, tetapi pada waktu untuk makan. Anda dapat merancang sendiri kapan waktu Anda makan dan membiarkan tubuh Anda berpuasa pada periode waktu tertentu. Biasanya, saat waktu makan, Anda dianjurkan untuk tidak berlebihan dan tetap makan dalam porsi normal.

Dalam penelitian yang sudah dilakukan, metode IF ini terbukti dapat menurunkan berat badan berlebih. Bahkan, jika dilakukan bersama dengan olahraga teratur, diet yang dikenal sebagai diet puasa ini juga dapat bermanfaat untuk menurunkan kadar LDL atau kolesterol “buruk” dan tekanan darah.

Banyak orang beralih pada diet ini karena tidak ada pantangan khusus saat waktu makan tiba. Namun, Anda harus konsisten dan berkomitmen tinggi untuk berpuasa pada waktu-waktu tertentu. Secara umum ada dua jenis IF yang dapat Anda lakukan, yaitu 16 jam IF dan Warrior Diet. Untuk 16 jam IF, Anda akan berpuasa selama 16 jam dan memiliki durasi makan selama 8 jam. Sedangkan Warrior Diet dilakukan dengan memberikan selang waktu 1 hari penuh untuk makan nomal dan 1 hari penuh untuk berpuasa.

Penambahan Asupan Sayuran
Tren diet selanjutnya yang juga akan populer di tahun 2019 adalah asupan makan yang didominasi dengan sayur-sayuran. Orang yang menjalani diet ini tidak harus menjadi seorang vegetarian atau vegan. Namun, asupan yang diutamakan adalah sayur dan buah-buahan. Dalam praktiknya, orang dewasa perlu mendapatkan asupan 3 hingga 5 porsi sayuran dan 2 hingga 4 porsi buah per hari. Di sisi lain, asupan produk hewani akan berkurang tanpa harus dihilangkan sama sekali.

Makan dengan Penuh Kesadaran
Makan dengan penuh kesadaran adalah tren diet yang sedang berkembang dalam beberapa waktu ke belakang. Metode pola makan yang satu ini pun akan semakin populer di tahun 2019 sebagai langkah mencapai resolusi sehat di tahun baru. Konsep dari pola makan ini cukup sederhana, Anda hanya perlu memahami kapan tubuh Anda lapar dan kapan makan terasa cukup dan harus segera dihentikan.

Pola makan ini dianggap dapat lebih mengoptimalkan apa yang Anda makan sebagai kebutuhan dari tubuh Anda sendiri. Bahkan, gaya makan ini dapat menumbuhkan hubungan yang lebih positif antara tubuh Anda dengan makanan, yang berdampak pada meningkatnya kualitas hidup.

Selain itu, pada metode ini, seseorang juga diharapkan untuk meluangkan waktu dalam menikmati makanan yang mereka makan. Makan dengan perlahan dan menikmati tiap suapannya akan meningkatkan kesadaran tubuh tentang asupan yang diterima.

Tags: ,

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*