Psikotes Kepribadian

Jika Anda ingin mencari pekerjaan, tentunya Anda mencoba melamar ke beberapa perusahaan dan pilih lowongan sesuai minat Anda. Jika beruntung, Anda bisa saja dipanggil oleh perusahaan yang Anda lamar untuk melakukan psikotes kepribadian dan wawancara.

Walaupun tidak semua perusahaan menerapkan psikotes kepribadian, hal tersebut merupakan salah satu cara yang efektif untuk memilih calon karyawan. Psikotes kepribadian merupakan tes untuk menunjukkan karakter seseorang. Jika perusahaan menemukan karakter yang lebih cocok, maka mereka akan menerimanya sebagai karyawan baik kontrak maupun permanen.

Psikotes kepribadian tidak hanya berlaku pada perusahaan, namun juga pada sekolah. Contohnya, sebelum siswa ditentukan apakah mereka masuk jurusan IPA atau IPS ketika berada di bangku SMA, mereka perlu menjalani psikotes kepribadian, untuk mengetahui karakter mereka seperti apa dan tipe pekerjaan apa yang lebih cocok untuk mereka.

Karakter atau sifat seseorang dapat menentukan cara kerja seperti apa di masa depan. Selain itu, psikotes kepribadian tidak hanya dilakukan di tempat (perusahaan atau sekolah), namun Anda juga dapat melakukan psikotes kepribadian secara online. Sebagian perusahaan menerapkan psikotes kepribadian secara online setelah mereka menerima lamaran dari kandidat.

Jenis Tes Yang Dapat Dilakukan

Karena banyaknya minat di perusahaan-perusahaan ternama seperti HSBC, Auto 2000, dan Sinar Mas, perusahaan-perusahaan perlu memperketat seleksi karyawan dengan mengadakan psikotes kepribadian. Anda tentunya juga diharapkan untuk jawab dengan jujur. Secara umum, psikotes kepribadian dibagi menjadi dua jenis, antara lain:

  • Tes proyektif

Tes proyektif melibatkan kandidat untuk menginterpretasikan suatu objek yang tertulis. Contoh tes proyektif yang dapat dilakukan adalah tes Rorschach.

  • Self-report inventories

Self-report inventories adalah jenis tes yang melibatkan serangkaian pertanyaan mengenai diri sendiri. Contoh tes yang dapat dilakukan adalah tes MMPI.

Cara Kerja Psikotes

Sebagian perusahaan juga menerapkan kedua jenis tes di atas, dan tentunya setiap tes diberikan batas waktu. Karena waktunya terbatas, Anda diharapkan untuk jawab pertanyaan yang diberikan secepatnya. Jika tidak bisa menjawab, Anda coba untuk tidak mengosongkan pertanyaan dan isi jawaban sesuai yang ada di pikiran Anda.

Contoh pertanyaan yang diberikan adalah tentang kepribadian Anda dimana terdapat dua pilihan sebagai berikut: “Saya suka tantangan” atau “Saya suka bersosialisasi.” Jika pilihan tersebut membingungkan Anda atau Anda merasa kedua pernyataan atau pilihan tersebut cocok dengan kepribadian Anda, Anda tetap perlu pilih salah satu pilihan yang ada.

Hasil dari psikotes kepribadian juga bisa mempengaruhi keputusan terhadap kandidat apakah mereka layak untuk dilanjutkan ke tahap berikutnya (wawancara) atau tidak. Kandidat juga perlu ikuti instruksi yang diberikan oleh staf perusahaan supaya proses seleksi dapat berjalan dengan lancar.

Psikotes kepribadian juga hanya dilakukan sekali setelah Anda melamar ke posisi yang diminati dan dapat panggilan dari perusahaan. Setelah menjalani psikotes dan lolos, Anda bisa dipanggil untuk melakukan wawancara (setidaknya sekali).

Psikotes kepribadian juga ditangani oleh psikolog yang sudah menjalani program S1 atau S2 di bidang psikologi. Mereka dapat menentukan hasil tes yang diberikan dan dapat mengartikan hasil tes yang dilakukan oleh kandidat.

Perusahaan membutuhkan waktu antara 1 hingga 3 minggu untuk memproses seleksi yang telah dilakukan. Jika Anda tidak lolos dalam seleksi karyawan melalui psikotes kepribadian, Anda dapat mencoba lagi atau mencari pekerjaan yang lebih cocok untuk Anda.

Setiap perusahaan memiliki kebijakan yang berbeda dalam menyeleksi kandidat. Sebagian perusahaan langsung wawancara kandidat untuk mengetahui informasi yang berkaitan dengan diri mereka, namun sebagian perusahaan tidak hanya mengandalkan hasil wawancara dengan kandidat, namun juga berdasarkan hasil psikotes kepribadian.

Tags: 

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*