Serba-Serbi Seputar Tindakan Dermal Filler

Kulit, lemak, otot, dan tulang merupakan empat komponen utama yang membentuk struktur wajah kita. Seiring bertambahnya usia, akan terjadi penurunan volume dari komponen-komponen tersebut. Dampak yang paling dirasakan, munculnya tanda-tanda penuaan. Kondisi ini mungkin diperbaiki dengan dermal filler.

Seiring berjalannya waktu, keropos tulang menyebabkan tulang rahang, hidung, dan pipi tertarik, sehingga tidak terlalu menonjol seperti sebelumnya. Otot wajah mengalami penurunan volume dan elastisitasnya, pergerakan lemak wajah pun semakin menunjukkan tanda penuaan.

Pada akhirnya, kulit meregang dan kehilangan elastisitasnya. Sehingga akan muncul keriput, kulit tampak kendur, dan berbagai tanda penuaan lainnya. Nah, dermal filler dapat membantu menghaluskan garis-garis halus pada wajah dan mengisi kembali volume yang hilang. Sehingga penampilan Anda pun akan tampak kembali muda.

Jadi, apa sebenarnya tindakan dermal filler ini?

Dermal filler, apakah itu?

Banyak sekali nama lain dari dermal filler, kadang disebut injectable implants, soft tissue fillers, atau wrinkle fillers. Tindakan ini merupakan prosedur implantasi yang dilakukan untuk menambah struktur wajah. Tujuannya untuk rekonstruksi atau keperluan kosmetik.

Tak hanya melawan tanda-tanda penuaan, dermal filler juga dapat merekonstruksi kulit yang memiliki jaringan parut atau berubah akibat trauma tertentu.

Jadi, secara umum metode ini dapat memperbaiki penampilan Anda dengan adanya zat serupa gel yang disuntikan ke bawah kulit. Cara ini dapat mengurangi jaringan parut, mengurangi kerutan di wajah, meratakan lingkaran bawah mata, mengangkat tulang pipi, meratakan garis bibir, hingga membuat bibir lebih berisi. Untuk mencapai hal tersebut, dokter akan memasukkan zat tertentu dalam proses dermal filler.

Zat yang disuntikan dapat berasal dari bahan alami maupun sintetis. Adapun zat-zat yang biasa digunakan adalah asam hialuronat, kalsium hidroksiapatit, asam poli-L-laktat, polimetil metakrilat, sampai lemak autologous, yaitu lemak yang ditransplantasikan dari bagian lain tubuh.

Persiapan sebelum menjalani dermal filler

Sebelum menjalani prosedur ini, tenaga medis profesional akan memeriksa riwayat medis Anda. Tergantung kondisi Anda, mungkin akan diperlukan instruksi khusus atau obat-obat tertentu.

Sebagai contoh, bagi Anda yang memiliki riwayat kelainan darah yang harus mengonsumsi obat pengencer darah atau obat antikoagulan, maka tenaga medis yang melakukan tindakan dermal filler dengan perhatian khusus.

Pada kasus lain, bila pasien riwayat infeksi herpes, akan dilakukan pencegahan sebelum menjalani prosedur dermal filler. Biasanya, pencegahan dilakukan dengan pemberian acyclovir.

Karena pada prosedur dermal filler ada zat yang dimasukkan ke bawah kulit, maka bagi pasien yang memiliki alergi akan dilakukan tes terlebih dahulu. Tes alergi dilakukan dengan menggunakan bahan dasar injeksi .

Apabila semua persiapan telah dilakukan, maka prosedur dermal filler pun dapat dijalani. Prosedur ini tentunya dilakukan oleh tenaga medis profesional yang sudah terlatih. Bahan pengisi akan disuntikan ke bawah kulit dengan sangat hati-hati dan menghindari area pembuluh darah.

Risiko tindakan dermal filler

Banyak orang yang sangat tergiur untuk menjalani prosedur perawatan yang satu ini. Siapa yang tak ingin memiliki wajah yang terbebas dari jaringan parut dan berbagai tanda penuaan?

Akan tetapi, perlu diperhatikan juga risiko yang dapat timbul akibat prosedur dermal filler ini. Sebab meskipun aman, masih ada risiko atau komplikasi yang mungkin muncul, seperti ada benjolan karena injeksi terlalu superfisial, bahan filler berpindah dari lokasi injeksi, muncul rasa nyeri atau gatal, hingga adanya perdarahan.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*