Obat Kolesterol untuk Cegah Bahaya Laten Kolesterol Tinggi

Obat Kolesterol untuk Cegah Bahaya Laten Kolesterol Tinggi

Jangan meremehkan kadar kolesterol dalam tubuh jika tidak ingin masuk dalam bahaya laten berupa berbagai penyakit kronis yang membahayakan jiwa. Pasalnya, kadar kolesterol yang tinggi cenderung akan menimbulkan plak di dinding arteri sehingga memicu berbagai penyakit yang berhubungan dengan aliran darah di arteri tersebut. 

Karena alasan inilah, orang-orang dengan kadar kolesterol tinggi disarankan mengonsumsi obat kolesterol secara rutin. Orang-orang yang terlebih dahulu sudah memiliki risiko penyakit arteri pun dianjurkan untuk mengonsumsi obat kolesterol guna mencegah penyakitnya semakin parah. 

Memicu Penyakit 

ada dua jenis kolesterol yang ada dalam setiap tubuh manusia. Pertama adalah high density lipoprotein (HDL) yang kerap disebut kolesterol baik sebab membawa kolesterol dari sel kembali ke hati untuk nantinya diolah dan dikeluarkan dari tubuh sebagai produk limbah. Satu lagi adalah adalah low-density lipoprotein (LDL) yang disebut-sebut sebagai kolesterol jahat karena membawa kolesterol dari hati ke sel-sel sehingga rawan menimbulkan plak di dinding arteri. 

World Health Organization (WHO) menganjurkan agar kadar kolesterol tubuh manusia secara total tidak melebihi 200 miligram per desiliter (mg/dl). Secara lebih rinci dari angka tersebut, kadar HDL dianjurkan minimal 60 mg/dl, sedangkan kadar LDL diperingatkan untuk tidak melampaui 100 mg/dl. 

Jika melebihi dari kadar yang dianjurkan, kolesterol bisa berbuah menjadi beragam penyakit kronis. Setidaknya ada lima penyakit yang sangat berhubungan dengan tingkat kolesterol dalam darah. 

  1. Penyakit Jantung Koroner 

Kadar kolesterol yang terlalu tinggi akan membuat plak menumpuk di dinding arteri. Plak-plak tersebut akan membuat jalan arteri menyempit dan memperlambat aliran darah ke otot jantung. Kondisi inilah berpotensi menimbulkan penyakit jantung koroner bahkan kerap datang tiba-tiba berupa serangan jantung. Karena alasan ini pula, dokter spesialis jantung kerap meresepkan pasiennya dengan obat kolesterol untuk mencegah risiko yang lebih parah. 

  1. Stroke 

Plak di arteri akibat kolesterol tinggi juga dapat menghalangi aliran darah menuju otak. Jika pembuluh darah tersebut tersumbat sepenuhnya, Anda bisa mengalami serangan stroke. 

  1. Diabetes

Keseimbangan kadar HDL maupun LDL bisa membuat gula darah meningkat. Alasan inilah yang membuat pasien diabetes kerap memiliki kadar kolesterol tinggi di bagian LDL dan rendah di bagian HDL. 

  1. Hipertensi 

Kolesterol tinggi juga berkaitan erat dengan masalah tekanan darah tinggi atau hipertensi. Keterkaitan ini terjadi karena ketika arteri menyempit akibat plak kolesterol, otot jantung harus bekerja lebih keras memompa darah dan membuat tekanan darah ikut meningkat. 

  1. Penyakit Pembuluh Darah Perifer 

Verifer adalah pembuluh darah yang berada di luar jantung dan otak. Pembuluh darah ini tidak terkecuali dari serangan plak apabila LDL tinggi. Tumpukan plak tersebut akan memengaruhi sirkulasi darah dan membuat otot gerak menjadi lemas, khususnya di bagian kaki. 

Turunkan dengan Obat Kolesterol 

Kolesterol yang tinggi kerap dikaitkan dengan pola makan dan pola aktivitas Anda. Mengubah pola hidup pun selalu dianjurkan untuk bisa mengurangi kadar kolesterol tinggi. Namun umumnya, dokter juga akan meresepkan beberapa jenis obat untuk menangani masalah kolesterol pasiennya. 

  • Statin 

Ini merupakan jenis obat kolesterol paling umum yang kerap diresepkan dokter. Fungsi statin adalah menurunkan kadar kolesterol jahat dan sedikit meningkatkan kolesterol baik. Jenis obat yang satu ini juga dapat mengurangi kadar lemak dalam dalam atau trigliserida. 

  • Penghambat Protein 

Penghambat protein menjadi obat lanjutan yang diberikan apabila kadar kolesterol Anda tidak juga turun dengan obat jenis tatis. Fungsi obat kolesterol yang satu ini adalah memudahkan tubuh mengeluarkan LDL dari darah. 

  • Penghambat ATP Citrate Lyase (ACL) 

Ini merupakan jenis obat yang berfungsi menurunkan kadar kolesterol jahat. Namun, cara yang ditempuh penghambat ACL berbeda, yakni dengan mencegah hati memproduksi kolesterol untuk disalurkan ke sel-sel. 

  • Fibrat 

Fungsi fibrat lebih ke arah meningkatkan kadar kolesterol baik atau HDL dalam darah. Dengan cara ini, secara tidak langsung membuat lemak dalam darah juga bisa dikurangi. 

  • Asam Nikotinat 

Obat kolesterol yang satu ini tergolong sebagai salah satu tipe vitamin B. Asam nikotinat dapat berfungsi menurunkan LDL sekaligus membantu meningkatkan HDL dalam darah. 

*** 

Namun sebelum mengonsumsi berbagai obat kolesterol, Anda sebaiknya melakukan tes darah. Ini karena walaupun memiliki manfaat menurunkan kadar kolesterol, obat-obat kolesterol tergolong obat keras yang bisa menimbulkan efek samping yang tidak ringan.

Read More