Tuna Wicara, Jenis dan Penyebabnya

Berbicara adalah salah satu cara manusia untuk mengkomunikasikan pikiran, perasaan, dan ide-ide dengan orang lain. Untuk dapat berbicara, kita membutuhkan koordinasi yang akurat pada fungsi bagian-bagian tubuh, seperti kepala, leher, dada, dan perut. Gangguan bicara, atau sering disebut dengan istilah tuna wicara, dapat memengaruhi seseorang dalam membuat suara untuk memproduksi atau membentuk kata dan kalimat. Beberapa jenis gangguan suara juga dapat disebut dengan gangguan bicara. Salah satu gangguan tuna wicara yang paling umum dijumpai adalah gagap. Selain itu, ada juga kasus apraxia dan dysarthria. Apraxia adalah jenis kasus gangguan wicara motorik yang disebabkan oleh kerusakan pada otak yang berhubungan dengan kemampuan berbicara. Sementara itu, dysarthria adalah gangguan bicara motorik yang disebabkan karena otot mulut, wajah, dan sistem pernapasan melemah dan sulit bergerak.

Orang-orang dengan kasus tuna wicara sadar dan tahu apa yang ingin mereka katakan, namun tidak mampu mengucapkan apa yang ada di pikiran mereka. Selain dapat menganggun kemampuan berkomunikasi, tidak jarang para tuna wicara kehilangan rasa kepercayaan diri yang dapat berimbas ke perkembangan depresi. Tuna wicara dapat terjadi pada orang dewasa dan anak-anak. Perawatan dini dapat memperbaiki kondisi ini.

Penyebab dan gejala tuna wicara

Saat seseorang menderita tuna wicara, terjadi kondisi tertentu yang menyerang pita suara, otot, saraf, dan struktur di dalam tenggorokan. Penyebabnya bermacam-macam, mulai dari kerusakan pita suara, kerusakan otak, otot dan saluran pernapasan yang lemah, stroke, polyp, dan kelumpuhan pita suara. Orang-orang dengan kondisi perkembangan atau medis tertentu yang dapat memiliki gangguan tuna wicara. Beberapa kondisi tersebut di antaranya adalah autisme, ADHD, stroke, kanker mulut, kanker laring, penyakit Huntington, dementia, dan penyakit Lou Gehrig. Tuna wicara merupakan sebuah kondisi turunan dan dapat berkembang seiring berjalannya waktu.

Tergantung pada penyebab tuna wicara, gejala-gejala kondisi ini bermacam-macam, seperti suara yang diulang (gagap), menambah suara atau kata ekstra, kata-kata yang panjang, bergerak tersentak saat berbicara, berkedip beberapa kali saat berbicara, frustasi yang mencoba berkomunikasi, terlalu banyak mengambil jeda saat berbicara, dan berbicara dengan suara yang dalam dan serak.

Jenis-jenis tuna wicara

Gangguan tuna wicara dapat menyerang siapa saja tidak peduli usia ataupun jenis kelamin. Beberapa jenis tuna wicara tersebut adalah:

  • Gagap

Gagap adalah salah satu jenis tuna wicara yang ditandai dengan adanya gangguan aliran bicara. Mereka yang gagap dapat mengalami beberapa gangguan bicara seperti pengulangan, terjadi ketika orang gagap tanpa sengaja mengulangi suara, vokal, dan kata-kata; blok, terjadi ketika mereka tahu apa yang ingin mereka katakan tetapi mengalami kesulitan dalam membuat suara (membuat seolah-olah kata tersebut macet di tenggorokan); dan perpanjangan, yaitu sebuah bentuk peregangan atau penarikan suara atau kata-kata tertentu.

  • Apraxia

Dalam istilah umum berarti kerusakan otak yang mengganggun ketrampilan motorik seseorang dan dapat memengaruhi bagian tubuh manapun. Apraxia bicara merupakan kerusakan ketramiplan motorik yang memengaruhi kemampuan seseorang dalam memproduksi suara dengan benar, meskipun mereka tahu apa yang ingin dikatakan.

  • Dysarthria

Kerusakan pada otak menyebabkan otot lemah pada wajah, bibir, lidah, tenggorokan, dan dada seseorang. Kelemahan otot ini menyebabkan sulit berbicara. Kondisi ini disebut dengan nama dysarthria.

Tuna wicara dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam memproduksi suara untuk membuat kata-kata. Ada banyak penyebab tuna wicara, mulai dari gagap, apraxia, hingga dysarthria. Tuna wicara dapat memengaruhi kepercayaan diri seseorang dan kualitas hidup mereka.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*